Menjadi ibu, adalah teken kontrak untuk seumur hidup….

Minggu kemarin saya mengobrol bersama teman narablog lewat telepon, dia memberitahu  bahwa cerita tentang keponakannya yang rewel saat mamanya bekerja masih berlanjut. Suatu ketika papa nya pulang dari kantor agak pagi, mendapati si kecil sedang di bentak-bentak oleh si mbak. Jadi, inilah sebabnya, mungkin si mbak pula yang menyebabkan si kecil tak bisa menerima mama nya bekerja, apalagi jika pulang telat (karena macet), walau ayah sudah di rumah. Si kecil mudah marah, dan membentak mama nya jika mama pulang terlambat, padahal perilakunya terhadap papa dan orang lainnya baik. Teman narablog ini sedih sekali, demikian juga kakek neneknya, yang terpaksa tak bisa membantu karena tinggal di kota yang berbeda. Masalahnya jika si mbak ditegur, maka perilaku terhadap anak bisa makin keras. Teman narablog tadi tanya, bagaimana saya jika menghadapi masalah seperti ini?

Lanjutkan membaca “Menjadi ibu, adalah teken kontrak untuk seumur hidup….”