Oleh: edratna | Desember 8, 2011

3.Menunaikan Rukun Haji:b. Madinah

Rombongan yang berangkat dari Makkah ke Madinah,  harus berhenti dulu di Maktab Indonesia untuk mengurus surat izin ziarah ke Madinah. Untuk bisa memasuki kota Madinah harus ada ada surat ijin jalan yang dikeluarkan oleh Maktab, telah ada kontrak dengan hotel di Madinah yang telah dibayar dan lain-lain. Hal ini untuk menghindarkan ada nya jemaah yang tak terurus. Akhirnya urusan perijinan selesai, perjalanan dari Makkah ke Madinah merupakan perjalanan yang panjang. AC di bis cukup dingin, semakin malam terasa makin dingin. Kami berhenti di tengah jalan, agar bagi yang ingin buang air kecil bisa terpenuhi. Syukurlah air di toilet lumayan bagus….ternyata perjalanan yang rencananya berhenti sekali, menjadi berhenti dua kali. Beberapa teman ada yang makan malam dari makanan yang dibagikan saat berangkat, saya kurang selera makan, rasanya perut sudah penuh.

Memasuki kota Madinah jam 23.30 waktu Madinah, menara masjid Nabawi langsung terlihat dari kejauhan. Kami harus segera tidur, namun kopor harus segera dibuka, pakaian kotor dikeluarkan. Pagi-pagi harus bangun, kumpul jam 4.00 waktu Madinah di lobby dan bersama rombongan menuju masjid Nabawi yang terletak di samping hotel Movenpick, tempat kami menginap. Selesai sholat, kami makan pagi, di Madinah ini tempat sholat untuk kaum laki-laki dan perempuan terpisah. Para laki-laki bisa langsung ke Raudhah setiap saat, sedang untuk jamaah dari Asia Tenggara, waktunya hari itu  ditentukan antara jam 7.00 s/d 9.00 waktu Madinah.

Payung yang menaungi masjid Nabawi, terbuka pada siang hari

Masjid Nabawi sangat indah, dengan payung-payung yang membuka jika pagi hari. Sungguh, saya benar-benar terpesona. Pada bagian dalam masjid (sayang tak bisa memotret), ada kubah yang juga bisa dibuka dan ditutup. Saat sholat di dalam nya, terlihat langit yang penuh bintang, saat itu cuaca cerah. Kota Madinah cuacanya juga lebih dingin dibanding dengan Makkah, harga barang relatif lebih mahal (menurut teman-teman, yang awalnya mengira harga barang di Madinah lebih murah dibanding di Makkah).

Raudhah adalah suatu tempat yang terletak di dalam masjid Nabawi, diantara makam Nabi Muhammadh saw dan mimbar beliau. Nama tempat ini diambil dari sabda Nabi Muhammad saw: ”Diantara rumahku dan mimbarku terdapat taman (raudhah) diantara taman-taman surga.” Raudhah ini dipercaya sebagai tempat mustajab untuk berdoa.

Berfoto bersama di depan masjid Nabawi, selesai berdoa di Raudhah (kunjungan yang kedua kali). Foto by Titten S. Darmadi.

Kami berombongan, dipimpin oleh pembimbing wanita, uni Ririn, antri bersama rombongan dari berbagai negara. Syukurlah akhirnya bisa memasuki dan sholat di Raudhah, semoga sholat dan permohonan kami diterima oleh Allah swt.

Saat ada waktu hari berikutnya, beberapa teman mengajak pergi ke Raudhah lagi, karena merasa saat pertama ke sana sholatnya belum khusuk. Kami berenam ditemani Uni Yenny, berangkat ke Masjid Nabawi jam 21.15 waktu Madinah. Antrian masih panjang mengular. Syukurlah kami akhirnya bisa sholat di Raudhah, dan saya merasa kali ini lebih baik… semoga Allah swt menerima doa dan permohonan kami semua. Amien.

Halaman masjid Nabawi, senja hari

Ada hal menarik selama saya mengunjungi masjid Nabawi. Kami saling berbagi sajadah, jika menemukan teman lain yang tak membawa sajadah … saya banyak mengobrol dan ketemu jamaah yang berasal dari Inggris, dari Kenya (walaupun terlihat wajah Eropa nya). Dan di saat menunggu sholat berikutnya, kami bisa mengobrol berbagai hal. Banyak yang saling berbagi makanan, seperti kurma, kue-kue, minuman (kopi Turki)….sungguh saya menyesal tak tahu suasana ini. Andaikan tahu, saya akan membawa kue-kue khas Indonesia, untuk berbagi bersama mereka. Kebersamaan ini sungguh sangat menyejukkan hati, betapa sebetulnya perbedaan itu seharusnya disikapi dengan pemahaman dan pengertian terhadap sesama.

Hari Sabtu ini lebih banyak beristirahat,karena nyaris semalaman tak tidur, agar badan tak terlalu lelah. Sorenya diadakan tausiah di lantai 13008 hotel Movenpick, membahas tentang ketaatan kita pada iman dan peraturan. Hari Minggu diadakan City Tour dan ziarah ke masjid Quba, di masjid ini kami sempat berfoto bersama, dan sholat 2 rakaat mengikuti sunnah Rasul. 

Masjid Quba

Masjid ini dikemukakan Al Quran dalam surat Al-Taubah. Allah berfirman, “ Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba) semenjak hari perama lebih patut kalian bersembahyang didalamnya. Didalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”.

Meninjau kebun kurma "Mazroah"

Dari masjid Quba, rombongan menuju pasar kurma, dan selanjutnya ke kebun kurma. Banyak di antara rombongan yang membeli kurma di sini, juga ada penjual parfum yang banyak diserbu rombongan, saya dan suami sempat berfoto dengan latar belakang kebun kurma.

Kami melewati makam Baqi yang terkenal, yang menjadi makam 10.000 sahabat Nabi Muhammad saw yang terletak di sebelah tenggara masjid Nabawi. Rombongan kami juga melewati masjid Qiblatain, sebuah masjid yang menjadi saksi perubahan qiblat. Perjalanan dilanjutkan menuju bukit Uhud, bukit yang merupakan lokasi salah satu perang yang diikuti Nabi Muhammad saw. Pada perang ini banyak kaum muslimin yang gugur sebagai syuhada, termasuk paman Nabi sendiri, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib.

Moch. Iqbal, penjual es cream di Jabal Magnit, berasal dari Punjabi, Pakistan

Selanjutnya rombongan pergi ke Jabal Magnit. Disini kendaraan (mobil) bisa berjalan sendiri dengan kecepatan 120 km/jam. Sempat berfoto dengan latar belakang gunung batu yang indah, yang dari jauh terlihat seperti ada ukiran tulisan “Lillah” (sayang tak terlihat jelas dalam foto). Di Jabal Magnit, di padang yang panas ini angin bertiup menyegarkan, dan ada penjual es cream seharga 2 real yang langsung dikerubuti teman-teman. Saya tak berani minum es cream, kawatir batuk.

Di peternakan unta

Sebelum perjalanan kembali ke Hotel, Ustad menawarkan apa kita mau pergi mengunjungi peternakan unta dan minum susu unta? Karena tak ada dalam jadual, masing-masing peserta mau menambah iuran untuk membayar sopir bis.

Antri beli susu unta

Beberapa teman mencoba meminum susu unta yang langsung di perah dari unta, katanya rasanya “asin”. Unta terbaik dan berharga mahal, yang warna kulitnya kemerahan.

Sorenya dilakukan tausiah di lantai 13008 hotel Movenpick.  Ustad Budi membahas tentang “bahagia”, beliau menulis buku tentang “Belajar Bahagia”. Bahagia itu pilihan, kita hidup bukan di atas realitas, tetapi penafsiran atas realitas. Bahagia itu harus dipelajari. Orang yang arif akan bahagia, karena mampu menghadirkan Allah dalam setiap segi kehidupannya.

Ciri-ciri orang yang Arif, adalah: a)Yakin segala sesuatu karena Allah, meyakini peranan Allah di dalam hidup. b)Mampu seakan-akan melihat Allah dalam setiap langkahnya. c)Teguh pendirian karena kebenaran yang diyakininya.

Orang yang bahagia, akan:1)Arif. 2) Mampu mengendalikan diri. 3)Menjadi buah tutur kata yang baik pada generasi di bawahnya, ini disebabkan karena amal yang sholeh. Contohnya, Jendral Sudirman wafat pada usia 36 tahun, namun nama beliau masih tetap dikenang sampai sekarang.

Selanjutnya ustad Wid menambahkan, bahwa Allah menciptakan kebahagiaan pada masing-masing makhluk. Misalnya: cacing, hanya bahagia dalam tanah yang subur. Burung hanya bahagia jika bisa terbang bebas. Ada 3 (tiga) penghalang dalam ibadah Haji: a) Kedurhakaan pada orangtua. b) Berbuat zinah yang dipertontonkan. c) Berbuat salah namun kesalahan tersebut ditimpakan kepada orang lain. Namun Allah memberi kesempatan pada manusia untuk melakukan TOBAT, yaitu: 1) Menyesali semua dosa kita, diperlukan doa yang sangat khusuk bahkan disertai tangisan, yang sangat mustajab jika dapat dilakukan di Raudha, tempat yang multazam, serta saat Wukuf di padang Arafah. 2) Berjanji untuk tidak mengulangi, disimbolkan dengan tahallul setelah selesai rukun Umrah dan Rukun Haji. 3) Banyak melakukan istigfar. Tugas orang yang bertaubat adalah Kafaroh. Jika tak bisa melakukan sholat Tahajud diganti dengan sholat Sunnah lain, seperti sholat Dhuha. Sholat Sunnah akan menyempurnakan sholat wajib.

Orang yang lebih banyak memikirkan duniawi, akan terlihat:

  1. Resah dan tidak tenang. Kekayaan menuntut pengabdian oleh pemiliknya
  2. Kurang terus, tak pernah cukup
  3. Sibuk terus, tak pernah ada waktu.

Senin pagi tausiah diadakan dengan membahas tentang tauhid. Ibadah Haji berkaitan dengan tauhid, merupakan ibadah yang besar, namun dapat hancur karena kemusyrikan. Hari Senin malam rombongan mengadakan pesta kecil-kecil an memperingati Ustad Wid yang berulang tahun ke 43. Kami makan nasi mandi yang merupakan ciri khas dari Hadramaut. Nasi beserta lauk pauknya (kambing atau ayam bakar), diletakkan dalam  tampah (tempat yang bundar), dimakan ramai-ramai langsung menggunakan tangan. Rasanya mengasyikkan, serta makin menambah keakraban sesama jamaah.

Malam itu adalah malam terakhir di Madinah, karena besok selesai Magrib rombongan akan berangkat ke Aziziah. Selasa siang, saat saya ke Bin Dawood yang terletak di lantai dasar hotel, ketemu dengan rombongan teman yang lain, yang sibuk mempersiapkan diri untuk belanja, karena ada risiko saat di Aziziah dan Mina, makanan terlambat karena macet. Saat di Madinah, rombongan kami ketemu dengan rombongan lain yang mengikuti program 26 hari (Arbain), jadi setiap tausiah kami makin mengenal teman-teman dari rombongan yang telah berangkat sebelumnya. Total rombongan kami terdiri dari 3 (tiga) bis, dan saya serta suami masuk dalam rombongan bis tiga.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah sangat panjang, karena jalanan mulai macet, serta berbagai rombongan jemaah calon Haji telah berdatangan semua, apalagi hari Rabu besok merupakan hari terakhir untuk orang yang akan menunaikan ibadah Haji harus keluar dari kota Madinah. Perjalanan dilakukan setelah sholat Magrib, sekitar jam 7 malam waktu Madinah, baru sampai ke Aziziah menjelang Sholat Subuh.

(bersambung)

Iklan

Responses

  1. wah masjid nabawi nya keren banget ya bu. ada payung2 gedenya gitu… 🙂

    baru tau susu unta bisa diminum. ibu gak nyobain ya?

    Masjid Nabawi memang indah sekali. Kalau malam, payungnya menutup..pagi hari dibuka….siang hari ada air yang menyemprot dari tiang-tiang di payung itu, menurunkan udara agar tak terlalu panas.

    Saya nggak berani mencoba, karena kawatir perutnya jadi bermasalah..karena Rukun Haji yang wajib belum dimulai….andaikata sudah selesai Rukun Haji, baru ke Madinah, mungkin berani coba, nggak kawatir Haji nya batal.

  2. Subhanallah.

    Menyenangkan sekali sepertinya berada di Kota Nabi, Bu. Ingin rasanya secepatnya ke sana. Semoga kelak saya termasuk yang terpanggil untuk berhaji. Amin.

    Saya bersyukur mendapat kesempatan dan mendapat ijin Nya untuk bisa menunaikan Rukun Haji.
    Selian berdoa, zikir, Farisj mulai menabung agar bisa segera ke sana…jika masih muda sangat menyenangkan, karena selain ibadah kita bisa jalan-jalan dan mengenal budaya masyarakatnya.

  3. Semoga saya bisa segera menyusul

    Amien

  4. Atap payung di masjid Nabawi indah sekali bu En, salam

    Betul mbak Prih…sungguh mempesona. Romantis dan indah.

  5. Ibu…obyek foto kita sama…hehe… Oya tadinya saya ga berani minum susu onta -karena mmg ga suka susu – tapi akhirnya nyoba juga karena penasaran. Dan ternyata…..tak ada rasa apa2…tidak anyir, tidak manis ataupun asin. Hampir seperti santan…

    Hehehe…iya Mechta, karena yang dilihat ya memang itu-itu saja. Jabal Magnit ini katanya jadi obyek wisata juga baru beberapa tahun ini. Kalau akhir pekan katanya ramai dengan keluarga yang week end di sana, mendirikan tenda-tenda….
    Saya geli mau minum susu unta, soalnya lihat cara memerasnya kok langsung begitu…kawatir kurang hygienis…..apalagi perut saya memang tak mudah memakan atau minum yang aneh-aneh, kawatir pas Rukun Haji yang wajib batal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: