Sepeda motor vs Bajaj

Hari-hari ini bagi yang tinggal di Jakarta, makin terasa macetnya. Jika sepuluh tahun yang lalu jarak tempuh masih bisa dicapai dalam waktu 10 menit, sekarang sudah bersyukur jika pada jarak yang sama,  bisa dicapai dalam waktu  setengah jam sampai dengan satu jam. Kadang melintasi jalan Fatmawati saja membutuhkan waktu lebih dari satu jam, bahkan saya pernah dari daerah belakang Citos (Cilandak Town Square) ke Brawijaya Square mencapai 2,5 jam, yang dalam kondisi normal  rata-rata bisa ditempuh paling lama setengah jam. Jika sore hari kemacetan bertambah parah, setiap kendaraan adu cepat, serudak-seruduk, mencoba melalui celah agar bisa cepat sampai tempat tujuan. Apalagi jika hujan, jangan ditanya lagi, bukan hanya padat merayap (istilah di radio) tapi sudah benar-benar berhenti. Namun jika hujan lebat, jalanan lumayan agak longgar karena sementara para pengendara sepeda motor berteduh dulu. Kadang tak jelas apa penyebab kemacetan tersebut, anehnya ada waktu tertentu, jalanan lancar, inipun menimbulkan pertanyaan.

Lanjutkan membaca “Sepeda motor vs Bajaj”