Solitaire dan sendiri

Membaca blognya teman disini dan disini, yang mengajak untuk berbagi cerita bagaimana kita menghabiskan waktu sendirian, saya mencoba untuk ikut meramaikan. Saya tak pernah ikutan berbagai kontes yang diadakan oleh teman-teman blogger, maklum masih merasa, menulis di blog sendiripun susah sekali untuk disiplin, walau target saya tak tinggi-tinggi, minimal satu kali dalam satu minggu. Memang kadang jika lagi jenuh (aneh ya, jenuh jadi rajin menulis?), malahan “agak aktif”, bisa seminggu dua kali menulis di blog. Saya tak pernah bermain kartu atau game. Mengapa? Saya sendiri tak tahu, hanya dulunya ayah saya kawatir, karena bermain kartu saat itu konotasi nya bisa digunakan sebagai judi. Pendapat yang aneh, dan hal ini sempat membuatku kesulitan saat saya belajar Statistik, karena contoh yang diberikan oleh dosen, yang berasal dari Sumatra Utara, selalu mengambil contoh kartu remi. Lha saya sendiri tak pernah bermain remi, pengalaman ini membuatku tak membuat banyak batasan pada anak-anak, yang penting adalah memahami risiko nya, dan menjaga agar anak-anak tak berjalan di luar jalur.

Lanjutkan membaca “Solitaire dan sendiri”