Apa peran “Culture Capital” dalam meningkatkan Corporate Culture?

Catatan:

Tulisan ini, yang saya sarikan dari buku karangan bapak Dr. Djokosantoso Moeljono, juga dari tulisan di Kompas, dibagi dalam 2 (dua) bagian. Bagian pertama mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan “budaya” dan “budaya organisasi”, fungsi dan dinamika budaya organisasi, serta tujuh variabel yang mempengaruhi kesuksesan sebuah organisasi.

Selanjutnya pada bagian kedua, akan mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan budaya organisasi itu sendiri dan mengapa hal ini sekarang sangat penting, kemudian menceritakan bahwa budaya organisasi yang mapan dan sukses dapat menjadi modal untuk meningkatan kehidupan masyarakat dalam organisasi tersebut.

Semoga bermanfaat, karena bagaimanapun kita perlu meningkatkan budaya yang positif di masyarakat kita.

—————————————————————————————————————-

Perusahaan komersial pada umumnya mempunyai tujuan jangka panjang yang dilandasi oleh motif untuk menghasilkan nilai tambah bagi stakeholders. Untuk itu, perusahaan membutuhkan 4 (empat) pilar utama untuk mendukung, yaitu: 1) SDM yang bermutu, 2) IT yang terpadu, 3) Strategi yang tepat, 4) logistik yang memadai. Dalam pengelolaaan operasional perusahaan jangka panjang, peran SDM mempunyai kedudukan sentral yang strategis, karena: “asset make possibility, people make it happen.”

Lanjutkan membaca “Apa peran “Culture Capital” dalam meningkatkan Corporate Culture?”