Oleh: edratna | Juni 1, 2012

Mengurus dokumen di Kantor Imigrasi

Mengurus dokumen kadang memang menyebalkan, terutama jika masih aktif bekerja, karena harus bolak-balik ijin datang terlambat. Itu kejadian belasan tahun lalu. Setelah tidak terlalu aktif bekerja, saya mendapatkan bahwa telah terjadi perkembangan yang bagus dalam hal pelayanan masyarakat, walau kata teman saya belum menyeluruh. Tidak apa-apa, namun di wilayah saya pengurusan dokumen, seperti Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga dan lain-lain telah berjalan lancar, tanpa antrian yang menumpuk. Dan saya melihat, makin banyak para bapak ibu eksekutif yang mengurus sendiri. Dalam obrolan singkat dengan saya, mereka mengatakan, sekarang lebih enak diurus sendiri, agar tidak terjadi kesalahan, sehingga setiap tahapan dokumen datanya tidak berbeda, seperti ijazah SD s/d Perguruan Tinggi, Akte Kelahiran, Kartu Tanda Penduduk, Paspor dan lain-lain. Maklum, saat ini nama orang sangat bervariasi, ejaan nya juga sulit, jadi perlu datang sendiri mengurus agar tak keliru dalam penulisan.

Saya “agak gamang” saat harus mengurus paspor, maklum saat masih aktif, saya terbiasa meminta tolong pada petugas di kantor yang biasa mengurus, sehingga saat saya datang tinggal wawancara dan foto. Namun kali ini saya bertekad mengurus sendiri, sekaligus ingin tahu, betulkah mengurus paspor harus bolak-balik dan perlu beberapa hari? Saya cari info dari teman-teman saya, sayangnya hanya satu teman yang pernah mengurus paspornya sendiri, tanpa perantara. Hebat bukan? Teman saya ini bilang…”Gampang kok bu, ibu tinggal datang ke Kantor Imigrasi di wilayah ibu, bawa fotokopi dokumen yang harus diserahkan, dan bawa aslinya.  Jika datang pagi-pagi sekali, maka urusan bisa selesai dalam sehari, nanti tinggal ambil paspor yang sudah jadi.”

Awalnya saya memperkirakan, paspor saya masih jatuh tempo akhir Oktober 2013. Jadi saat teman-teman se angkatan kuliah reuni, dan berencana mau jalan-jalan ke KL,  pada waktu reuni ada beberapa teman Malaysia yang hadir (saat saya kuliah ada beberapa mahasiswa dari Malaysia), saya tenang-tenang saja. Baru setelah selesai scan paspor untuk dikirimkan ke panitia, saya menyadari kalau paspor saya tinggal 5 (lima) bulan lagi jatuh temponya pada saat tanggal keberangkatan. Waduhh…mesti mengurus paspor nih. Saya kemudian mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, dan berangkat ke Kantor Imigrasi. Jalanan macet parah, jadi saya baru sampai di Kantor Imigrasi sudah siang. Saya langsung menemui bagian informasi, menanyakan bagaimana cara memperpanjang paspor. Oleh mbak yang di counter informasi, saya diminta mengisi formulir, yang bisa dibeli di Koperasi seharga Rp.5.000.- (lima ribu rupiah). Setelah melengkapi permohonan, melampirkan copy dokumen dan paspor asli, saya kembali ke counter informasi. Si mbak mencatat, memasukkan ke drop box dan saya diberi tanda terima untuk datang ke Kantor Imigrasi dua hari lagi, untuk wawancara dan foto. “ Ibu datang pagi-pagi ya, antara jam 8.00 sd 11.00 wib“, kata mbak yang melayani.

Hari berikutnya saya sudah lebih lihai, saya berangkat dari rumah sebelum jam 7.00 wib, kemudian naik taksi, mencari rute jalan tikus, dan sampailah di Kantor imigrasi sebelum jam 7.30 wib. Ternyata orang sudah banyak yang hadir, saya mendapat nomor antrian 36. Dari obrolan dengan mbak yang manis di sebelah saya, dia sudah berangkat dari rumah jam 5.30 wib…..waduhh. Tak lama, ada pengumuman, bagaimana prosedur mengantri, pelaksanaan nya, serta bapak yang memberi pengumuman mengajak semua yang hadir untuk berdoa dulu. Kira-kira satu jam kemudian giliran saya tiba, saya dipanggil ke loket untuk membayar biaya paspor sebesar Rp.255.000,- (duaratus limapuluh lima ribu rupiah), setelah itu antri di tempat foto dan wawancara. Wawancara dan foto berjalan lancar,  saya diberi tanda terima, untuk mengambil paspor seminggu kemudian. Di wilayah DKI Jakarta, kita bisa mengisi form surat kuasa, dan paspor diantar ke tempat tinggal kita, tanpa membayar. Saya memilih mengambil sendiri, kawatir saling menunggu, karena paspor harus diterima oleh pemilik aslinya. Jadi, pas jam 9.30 wib saya sudah kembali di rumah, hanya dua jam mengurus paspor. Jadi, jika kawan-kawan ingin mengurus paspor, bisa datang pagi-pagi sekali, sehingga bisa selesai dalam satu hari. Saya mengapresiasi para petugas imigrasi, pelayanan begitu baik dan lancar.  Ruang tunggu nya luas dan nyaman, dilengkapi AC, ada toilet…untuk yang haus ada cafe di lantai satu.

Dokumen yang harus dilengkapi untuk membuat paspor, dan diserahkan ke petugas, antara lain:

  • Paspor asli
  • Copy Kartu Tanda Penduduk
  • Copy Kartu Keluarga
  • Copy Surat Nikah (untuk yang sudah menikah)
  • Copy Akte Kelahiran (bisa diganti copy ijazah terakhir, untuk  yang tak punya akte kelahiran)
  • Copy Surat Keterangan Ganti Nama
  • Surat Keterangan dari kantor untuk pegawai swasta/PNS/BUMN
  • Mengisi formulir (bisa dibeli di koperasi)

Pada saat wawancara, baru ditanyakan dokumen aslinya, dan ini sangat tergantung keperluan kita. Kebetulan wawancara dengan saya berjalan lancar, si mbak yang wawancara hanya tersenyum saat saya sodori dokumen asli. Jadi kawan-kawan yang mau mengurus paspor, jangan kawatir ribet seperti dulu…..saya mengacungkan jempol pada Kantor Imigrasi yang telah memperbaiki pelayanannya.

Iklan

Responses

  1. jatuh tempo nya oktober 2012 kali bu… kalo oktober 2013 kan masih setaun lebih… 🙂

    Jatuh tempo nya 1 April 2013, tapi kalau mau dapat tiket pesawat murah (maklum yang berangkat para pensiunan), beli pas promosi, yang artinya beberapa bulan sebelumnya. Pas beli harus sudah memberikan nama yang jelas dan nomor paspornya….padahal rencana berangkat Nopember (kalau nggak diundur), berarti hanya 5 (lima) bulan sebelum jatuh tempo. Aturannya kan 6 bulan sebelum jatuh tempo, melewati nggak dapat visa.

    Saya sendiri belum pernah mencoba tiket promo seperti ini, maklum dulu diurus kantor terus (ketahuan ya, nggak modal)…..dan saat ibadah Haji kemarin kan diurus penyelenggara Haji.Jadi, ini kesempatan mengurus diri sendiri, warga negara sipil, dan rakyat biasa…hehehe…tapi asyik kok.

  2. Wah selamat bu sukses mengurus paspor sendiri.. 🙂
    Saya juga baru perpanjang sendiri satu bulan yang lalu.
    Kemarin coba daftar online di website imigrasi, ternyata gampang. Lumayan bu, mengurangi 1 kali kedatangan ke Kanim. Datangnya pas wawancara + foto sama pas ngambil paspor aja.. 🙂

  3. sekarang bikin paspor sudah lebih teratur selama dokumennya sudah lengkap… harus dibudayakan untuk mengurus paspor sendiri ya…

  4. ternyata gampang ya bu…, syukurlah keadaan mulai membaik tampaknya,
    perpanjang SIM sendiri juga cepat bu, nggak nyampe makan waktu lama, paling cuma sejam

  5. Indikasi pelayanan makin baik ya, wah ada sensasi tersendiri berburu tiket promonya kejar2an antara waktu klik dan harga. Selamat merencanakan liburan mendatang bu En. Salam

  6. Saya baru sekali punya paspor, itupun pendahuluannya diuruskan sehingga tinggal datang utk wawancara… terima kasih utk tips2nya Ibu… mungkin berguna bagi kami nantinya 🙂

  7. jadi inget waktu pertama kali urus paspor..salam kunjungan perdana dari blog http://bendamustika.com/Batu-Mustika

  8. itu di Jakarta Selatan ya bu
    paspor saya juga abis tahun depan, mau nyoba perpanjang sendiri ah
    biar bisa posting juga hehehe

  9. iya bu, tapi untuk pengurusan dokumen mahasiswa ASing di kantor imigrasi masih banyaaak sekali pungli2 yang dilakukan, padahal udah jelas2 ada SK dari negara itu gratis tetap aja disuruh bayar…hmmm

  10. Dear Ibu Enny,
    saya juga mengurus paspor saya sendiri di Jogja. pelayanannya lumayan bagus. tapi waktu mengambil paspor, saya diminta untuk menyerahkan fotokopi paspor tersebut, yg bisa difotokopi di koperasi di lantai bawah. sialnya mesin fotokopi rusak sehingga saya harus jalan kaki jauuuhh sampai menemukan gerai fotokopi.

    menurut saya, kewajiban membeli map dan formulir di koperasi itu juga termasuk “akal-akalan”, Bu… kalau dirupiahkan, formulir dan map itu paling tak lebih dari 2000an.
    Padahal kan ada tertulis, tanpa ada biaya lain-lain. Nah, ini kita mau nggak mau harus beli formulir.

    Meskipun “cuma” 5000 perak tapi sebel juga ternyata tetap saja ada pungutan kendati dikemas dengan pembelian map dan formulir… tetap saja ya Bu, “ada gula ada semut” 😀

    salam hangat, Bu…

  11. iya betul, bu.. Imigrasi sudah sangat baik kinerjanya. bangunan fisiknya jg menyenangkan. bersih, adem..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: