Oleh: edratna | Juli 5, 2012

Bagaimana mengenal tanda-tanda peringatan dini suatu permasalahan di perusahaan?

Permasalahan tidak terjadi secara mendadak, sehingga kita perlu mengenal tanda-tanda peringatan dini atas kemungkinan terjadinya masalah. Apabila anda bergerak di bidang usaha, anda perlu mewaspadai tanda-tanda peringatan dini ini. Tanda-tanda peringatan dini atau dikenal sebagai Early Warning System (EWS) merupakan mekanisme atau sistem deteksi atau pengenalan terhadap gejala atau tanda-tanda awal yang diperkirakan dapat mempengaruhi kemungkinan terjadinya kegagalan.  Apa saja yang perlu diperhatikan dari EWS ini?

Pada aspek keuangan, kita perlu menilai kinerja keuangan perusahaan, apakah terjadi penurunan dibanding dengan perusahaan sejenis, atau dibandingkan dengan kinerja keuangan sebelumnya, menunjukkan penurunan, misalkan:

  • Return on Asset menurun 25 persen dari periode sebelumnya
  • Apabila perusahaan mempunyai pinjaman, maka Interest Coverage Ratio (ICR) kurang dari 150 persen.
  • Perputaran persediaan melambat lebih dari 50 persen dibanding sebelumnya
  • Perputaran piutang melambat lebih dari 50 persen dibanding periode sebelumnya
  • Perputaran hutang meningkat lebih dari 50 persen.
  • BOPO (Biaya operasional dibanding pendapatan operasional) semakin meningkat, sehingga menyebabkan profit margin menurun

Sedangkan dari aspek non finansial, antara lain bisa dilihat dari:

  • Kehilangan beberapa supplier dan customer inti
  • Terjadi force majeur, misalkan karena kebakaran, banjir dan lain-lain
  • Terjadi perselisihan antar manajemen, kehilangan key person yang bisa berpengaruh secara signifikan.
  • Terjadi perselisihan buruh dan pekerja.
  • Turn over pekerja tinggi, yang berarti pekerja tidak merasa nyaman berada di perusahaan
  • Operasional perusahaan mencemari lingkungan
  • Perubahan kebijakan pemerintah yang dapat berpengaruh negatif pada perusahaan.

Dengan mengenal tanda-tanda peringatan dini, manajemen perusahaan dapat segera memperbaiki permasalahan, sehingga kinerja perusahaan dapat meningkat. Misalkan dengan meningkatkan penagihan piutang, meningkatkan marketing, memperkuat R&D untuk menciptakan inovasi produk, membuat lingkungan kerja yang nyaman bagi para pekerja, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang berada di perusahaan. Perusahaan perlu menilai secara keseluruhan, dari segala segi, sehingga dapat diketahui akar permasalahannya. Apakah perusahaan masih bisa tumbuh dan bersaing? Apakah pertumbuhan perusahaan masih  sustainable?

Iklan

Responses

  1. skrg memang sedang musim nih dengan EWS lagi ngetrend…. tapi butuh bisnis proses yang jelas dan ITnya yang baik….

  2. Kerena pakai angka, eh terukur gitu, mestinya orang finance harus bisa nggedor kesadaran bis ya, Bu? 🙂

  3. kepekaan mengenali gejala dan responsif menanganinya ya Bu, seperti rapor medical checkup berkala. Salam

  4. aspek finansial dan non finansial bisa saling mempengaruhi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: