Dari tandas ke tandas

Ternyata lama sekali saya tak menulis di blog ini, bulan September hanya satu tulisan, bulan Oktober nihil, dan bulan Nopember baru dua. Padahal target tak banyak, minimal satu tulisan setiap minggu. Duhh susahnya….tak terbayangkan Imelda bisa menulis setiap hari, sampai saya terengah-engah mengejar membaca tulisannya.

Baiklah, saya mau cerita yang lucu-lucu, pengalaman piknik bersama para nini-nini dan akung ke KL kemarin. Sebetulnya mengapa sekarang saya “agak bersemangat” dengan kegiatan bersama nini-nini dan akung ini, ada ceritanya. Suatu ketika seorang teman kena penyakit yang bermacam-macam. Saat pergi ke dokter, ditanya, apa kegiatan bapak sekarang? Apakah bapak sering ketemu teman-teman lama, teman SD, SMP, SMA atau sewaktu kuliah dulu? Karena ketemu teman lama, mengenang masa lalu yang menyenangkan (kalau ada pengalaman pahit biasanya sudah tak terlalu menyengat lagi), ini bisa meningkatkan kualitas hidup terutama untuk orang-orang yang telah berumur di atas 50 tahun ke atas. Benar juga, teman saya akhirnya mencari teman-teman lama, mengajak berkumpul, awalnya cuma beberapa orang, akhirnya meningkat…dan teman saya tadi menjadi sehat kembali.

Lanjutkan membaca “Dari tandas ke tandas”

Perempuan: berapakah yang karirnya sampai Top Level? ?

Pertengahan Oktober 2012, saya mendapat link dari seorang teman sebagai berikut:  Dari 49% wanita Indonesia yang lulus kuliah, 47% masuk ke dunia kerja sebagai entry level, 20% bertahan sampai mid-senior management, sekitar 6% berhasil mencapai kursi direksi, 5% dari 6% itu berhasil duduk di top level sebagai CEO. 72% berhenti bekerja karena alasan keluarga, 69% sindrom peran ganda, 60% karena perusahaan yang enggak memprioritaskan isu keragaman gender. (Hasil survey McKinsey & Femina 2012).

Ada yang tanya, kenapa enggak jadi CEO di perusahaan sendiri aja? Artinya mulai buka usaha sendiri dan enggak bergantung ke lapangan kerja yang ada. Why not? Itu lebih bagus lagi menurut saya… :). Soal isu keragaman gender, well… memang harus diakui, wanita harus selalu jadi no. 1 untuk memperkecil isu gender. Itu baru memperkecil, belum berarti meniadakan. Jadi ingin tahu pendapat ibu.

Lanjutkan membaca “Perempuan: berapakah yang karirnya sampai Top Level? ?”

A678-Visit Kuala Lumpur

Itu akhirnya judul pada spanduk yang disepakati oleh teman-teman A678.

Dari obrolan ringan saat reuni di Bogor yang juga dihadiri oleh teman-teman dari Malaysia, kami sepakat untuk membalas kunjungan ke Malaysia, apalagi Azmi (A7 Faperta) mengundang kami semua untuk hadir di pernikahan putrinya. Sayang acara pernikahan diadakan pada akhir Desember 2012, banyak teman yang berhalangan, jadi akhirnya disepakati kunjungan dilaksanakan pada awal Nopember. Sempat kawatir juga, karena acara ini akan diikuti oleh keluarga A678, baik suami, isteri, anak/menantu maupun para cucu. Akhirnya tercapai jumlah peserta 23 orang terdiri dari  anak SD sampai dengan kakek yang sudah berumur kurang lebih 68 tahun ( A6 menikah dengan A1). Acara diatur se fleksible mungkin, agar semua bisa menikmati perjalanan ini.