Oleh: edratna | November 23, 2012

Dari tandas ke tandas

Ternyata lama sekali saya tak menulis di blog ini, bulan September hanya satu tulisan, bulan Oktober nihil, dan bulan Nopember baru dua. Padahal target tak banyak, minimal satu tulisan setiap minggu. Duhh susahnya….tak terbayangkan Imelda bisa menulis setiap hari, sampai saya terengah-engah mengejar membaca tulisannya.

Baiklah, saya mau cerita yang lucu-lucu, pengalaman piknik bersama para nini-nini dan akung ke KL kemarin. Sebetulnya mengapa sekarang saya “agak bersemangat” dengan kegiatan bersama nini-nini dan akung ini, ada ceritanya. Suatu ketika seorang teman kena penyakit yang bermacam-macam. Saat pergi ke dokter, ditanya, apa kegiatan bapak sekarang? Apakah bapak sering ketemu teman-teman lama, teman SD, SMP, SMA atau sewaktu kuliah dulu? Karena ketemu teman lama, mengenang masa lalu yang menyenangkan (kalau ada pengalaman pahit biasanya sudah tak terlalu menyengat lagi), ini bisa meningkatkan kualitas hidup terutama untuk orang-orang yang telah berumur di atas 50 tahun ke atas. Benar juga, teman saya akhirnya mencari teman-teman lama, mengajak berkumpul, awalnya cuma beberapa orang, akhirnya meningkat…dan teman saya tadi menjadi sehat kembali.

Sayapun merasakan, kadang kita lupa akan hal yang baru saja terjadi, namun lebih ingat secara jelas kejadian bertahun yang lalu (ini untuk orang seusia saya lho!). Saya sendiri, baru ketemu teman-teman lama setelah menginjak usia mendekati pensiun, teman-teman yang usianya sama… betapa senangnya mengenang masa-masa menjadi mahasiswa dulu. Dan reuni ini bukan reuni akbar, hanya untuk tiga angkatan, dan karena perguruan tinggi tempat saya kuliah dulu terkenal dengan drop out nya  yang tinggi karena sistem gugur, maka dari  sekitar 50 orang setiap angkatan, rata-rata yang lulus sampai S1 tak sampai 35 persen nya. Dan karena masih sistem lama, rata-rata menghabiskan masa kuliah sekitar 7-9 tahun,  termasuk beberapa kali mengadakan penelitian di desa serta langsung ke masyarakat lainnya, yang membuat kami lebih akrab.

Dan sekarang, di usia paling muda 60 tahun, kami berniat mengadakan ketemuan beberapa bulan sekali. Dan yang paling menyenangkan adalah bepergian ke luar negeri, menengok teman dari negeri jiran yang dulu merupakan teman kuliah. Kebetulan salah satu teman, mempunyai usaha travel..lengkap sudah rencana kami untuk berwisata bersama-sama.

Dan karena yang pergi para nini-nini dan akung, maka di setiap tempat perhentian, yang dicari adalah tandas (bahasa Malaysia untuk toilet, atau kamar kecil). Ini kadang menggelikan, karena dimanapun berada yang dicari adalah tandas. Apa yang menarik dari tandas di negeri jiran tersebut? Selain di hotel, maka fasilitas tandas mirip saat pergi  naik Haji, model selangnya nya tanpa kepala, jadi kalau kran diputar, air langsung mengucur, kalau tak hati-hati, maka baju kita bisa basah kuyup. Hal yang  membuat saya angkat tangan adalah kebersihannya, walaupun saat ke tandas di pompa bensin dalam perjalanan ke Genting Highland, pujianku jadi berkurang karena kotor. Bahkan di hotel First World yang berbintang lima, kamar mandi sangat sederhana, dan model tandas dan air kran nya standar. Mungkin karena yang diperhatikan adalah tempat bermain, arena belanja dan tentu saja arena Casino, sehingga hotel hanya merupakan tempat persinggahan untuk tidur.

Selain tandas, masalah lain adalah kecepatan bergerak. Karena memang sudah pinisepuh, maka kita harus benar-benar memperhatikan kecepatan langkah, dan tidak membuat para nini dan akung terseok-seok. Susahnya pas kami ke KL adalah saat mulai musim hujan, tiada hari tanpa hujan. Dan bis tak selalu bisa berhenti tepat di depan restoran atau hotel, karena plafond hotel rendah. Terpaksa setiap kali, kami harus memaksa diri berjalan dibawah hujan rintik-rintik…..dan tentu saja, hal pertama yang dicari adalah “tandas.” Pengalaman ini membuat kami harus memikirkan ulang rencana tour berikutnya. Awalnya kami ingin melihat komodo, namun hal ini tak mungkin dilaksanakan dalam rombongan besar, karena perjalanan berganti-ganti antara perjalanan udara, lewat laut dan perjalanan darat. Jadi, kami harus memikirkan perjalanan yang menyenangkan, yang tak membuat nini-nini dan akung terlalu capek, dan yang paling penting adalah menjadi ajang silaturahim. Juga perjalanan tadi mesti memikirkan fasilitas toilet atau tandas yang mudah diakses.

Iklan

Responses

  1. heheheh ibu, saya juga skr tidak setiap hari kok bisa menulis. oktober kemarin cuma bisa 10 postingan. Lebih konsentrasi ke kegiatan di dunia nyata dulu.

    Soal perjalanan untuk kaum berumur (belum mau pakai lansia, krn menurut org Jepang 60-an masih muda hehehe). Memang harus diperhatikan kecepatan gerak, meskipun bagi rombongan orang Jepang kecepatannya sih sama saja dgn yg muda-muda. Hanya “toilet rest” itu lebih sering, 1-2 jam sekali. Dulu saya sering ikut rombongan bus tour dengan rombongan kaum berumur, dan sangat menikmati karena santainya hehehe

  2. Hwehe. Saya juga akhir-akhir ini tidak bergairah menulis, Bu. 😀

    Wah, begitu ya? Memang kalau pikiran senang hati juga ikut senang. Gairah hidup pun semakin meningkat.

    Tandas ya istilah di sana? Mending kan berarti punya istilah sendiri.

    Asal jangan memaksakan diri saja, Bu. Kalau kecapaian juga kan repot jadinya. 🙂

  3. bertemu dengan teman lama akan meningkatkan kualitas hidup. Saya baru tahu Bu.

    seru baca ceritanya. Tandas emang jadi keperluan utama kemanapun kita pergi. Hehehe..

  4. wah saya juga mau kalau sudah berumur masih tetap produktif… bisa ngeblog seperti Ibu… salut ah…

  5. saya juga baru tahu tentang ‘bertemu teman lama akan meningkatkan kualitas hidup’.

    kalau yang ‘(kalau ada pengalaman pahit biasanya sudah tak terlalu menyengat lagi),’, rasanya saya masih di tahap tersengat, hahahaha… jadilah kalau bertemu teman, apalagi yang meninggalkan kesan pahit jadi bener-bener males.

    mengenai kegiatan di usia lanjut, saya lumayan takjub lihat di sini simbah-simbah masih aktif ke mana-mana sendiri. masih menyetir mobil, belanja ke supermarket (bahkan yang menggunakan alat bantu jalan pun belanja ke supermarket sendiri!), jalan-jalan sore, malah ada yang ke disney world segala, hahaha!

  6. pas baca judulnya saya langsung mikir, apaan sih tandas. tandas itu bukannya artinya habis ya.. hahaha
    ternyata artinya toilet ya… 😀

  7. Mengenang saat kuliah banyak sahabat dari negara jiran kuliah di kota hujan, kini malahan kita yang studi lanjut di negara jiran.
    Ikutan merintis persahabatan pinisepuh ah, hati girang berasa obat bagi kesehatan. Salam kami bu En

  8. Saya masih bergairah menulis, Bu 🙂

  9. Bu senangnya ya masih kompak dengan teman lama,
    Memang kalau ngumpul dgn teman sekolah, kita jadi nggak jaim bisa cerita dan ketawa sepuasnya, hati jadi senang…., itu rupanya yang bikin tambah sehat…

    jadi kepengen ajak teman2 wisata bersama

  10. Hai Bunda Ratna….miss you so much….
    Saya jg hampir pensiun jadi blogger bun, maklum kegiatan dunia nyata ekstrim sibuknya, tapi sobat2 di blog tetap bikin kangen….suatu hari nanti mau produktif nulis lagi, hehehe….

    Wah bunda travelling bareng sobat2 lama yah…pasti asyik yah….iyah bun, yg penting travellingnya tetap enjoy, intinya jalinan sirahturrahminya, kan bisa ngobrol, bercanda, ketawa bareng….pasti menyenangkan 🙂 Iyah di Malay banyak istilah yang kadang terdengar aneh di telinga kita tapi lama2 suka juga. selain tandas, ada istilah pusing2 utk istilah jalan2 🙂 hehehe….

    Have nice day yah bunda Ratna…salam & peluk cium jauh 🙂

    Bintang,

    Elindasari

  11. Masuk Tandas awam kena bayar 20 sen, kalau di Central market lagi mahal, mungkin 50 sen barang kali 🙂 .
    kalau tandas di jalan Tol gratis… alias percuma (Free)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: