“Koyok kaki”

Salon pas (gambar diambil dari http://www.google.com)

Pernahkah anda memakai koyok, atau kita lebih mengenal dengan istilah “salonpas” yang sebetulnya  merupakan merk dagang. Saya mengenal koyok sudah lama sekali, dan menggunakannya jika saat itu badan lagi terasa tidak enak, badan pegal-pegal, namun tak ada tukang pijat. Menggunakan koyok lumayan bisa meredakan perasaan tidak nyaman tersebut.

Semakin usia bertambah,  makin bertambah sering menggunakan berbagai obat gosok (baik balsem ataupun counterpain, juga koyok). Selama ini yang saya tahu, koyok untuk meredakan rasa pegal-pegal pada otot badan.

Saat ketemu teman lama, pada reuni teman-teman seangkatan, saya mempunyai pengetahuan baru, yaitu tentang koyok herbal. Teman saya, yang saat ini sebagai Guru Besar Ilmu tanah pada Institut terkemuka di tanah air, mengatakan, kalau dia dan isterinya merasakan kenyamanan setelah menggunakan koyok herbal ini.

Koyok kaki-2
Koyok kaki-1

Koyok herbal ini dipakai saat malam hari, saat mau tidur, ditempelkan pada telapak kaki. Besok pagi, pegal-pegal di kaki hilang, dan warna koyok yang semula putih berubah menjadi hitam, konon karena koyok yang menempel pada telapak kaki ini telah menarik toksin (darah kotor) dari tubuh kita. Kebenarannya? Saya tidak tahu, mungkin teman-teman ada yang bisa menjelaskannya.

Saya sempatkan menelpon anakku, yang lagi kuliah di Jepang, saya katakan bahwa  dalam tulisan pada label koyok tersebut dinyatakan bahwa  “Body Detox dengan ramuan tumbuhan alami. Teknologi no.1 di Jepang” ditambah tulisan bahasa Jepang, yang saya tak bisa membacanya. Kata teman anakku, memang ada berbagai koyok seperti itu di Jepang, cuma dia belum menemukan yang saya maksud disini. Mungkin Imelda bisa menjawab pertanyaan saya.

Pertama kali saya pesan 5 buah dengan harga Rp.15.000,- satu set untuk kaki kanan dan kiri. Begitu kiriman datang dari adiknya teman yang tinggal di Bogor, malam itu juga saya mencoba koyok tersebut. Sayangnya, karena malam itu saya pulang telat dan banyak aktivitas seharian, kondisi badan saya sangat lelah…jadi saat bangun tidur besoknya…… koyok yang ada di telapak kaki kiri berubah warna hitam, kaki memang terasa nyaman (tidak pegal-pegal lagi), namun yang sebelah kanan tetap saja berwarna putih. Tentu saja karena memakainya terbalik….hari kedua saya coba lagi, kali ini benar-benar saya perhatikan cara pakainya…dan besoknya koyok berubah warna menjadi hitam, dan badan terasa lebih segar.

Untuk teman-teman seusia saya, memang banyak kejadian lucu karena salah pakai, juga sering lupa nama orang. Bahkan kami saling berkirim bbm kalau habis menemukan kejadian lucu. Ceritanya teman saya sudah harus pakai kacamata plus (kacamata untuk membaca). Dia sudah menerobos kemacetan Jakarta, karena mesti ke Bank untuk membayar beberapa tagihan melalui ATM. Kebetulan ATM saat itu penuh orang yang antri, pas giliran teman saya…. kacamata nya ketinggalan. Teman yang lain cerita…kalau dia sudah capek antri,  ternyata lupa bawa kartu ATM nya. Jadi, begitu kami mengingat sesuatu, harus segera dicatat atau dilaksanakan, karena penyakit lupa ini begitu menghantui.

Kembali ke cerita koyok kaki, menurut temanku, sebaiknya dipakai dulu sampai beberapa kali, dia memakainya empat kali, yang pertama kali warna koyok berubah hitam pekat keesokan harinya…kemudian warna hitam memudar menjadi abu-abu, dan saat memakai keempat kalinya, warna nya tetap putih pada keesokan harinya. Saya sendiri baru mencoba sekali…….

Iklan

4 pemikiran pada ““Koyok kaki”

  1. Semoga cocok dan membawa kesehatan ya Bu koyo-nya. Saya sendiri jarang pakai-pakai obat olesan ataupun koyo. Inget pernah saking capeknya saya oles semua macem balsem trus dipakai tidur. Memang jadi lebih enak.. 😀

  2. Saya pernah melihat di televisi bu …
    tentang sesuatu yang ditempelkan di kaki …
    lalu … besoknya akan berubah warna …
    saya belum pernah mencobanya …
    namun apapun itu … jika bisa membuat badan kita lebih enak … capek hilang …
    saya rasa worth to try nih

    Terima kasih infonya Bu

    Salam saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s