Kondangan, sekaligus kopdar

Pagi itu cuaca cukup cerah, membuat hati ini semangat untuk melakukan aktivitas pagi hari. Beberapa hari sebelumnya, hampir setiap hari turun hujan, dan sudah dipastikan, jika turun hujan, akan terjadi macet dimana-mana. Namun demikian saya mencintai kota keduaku ini, setelah kota kelahiranku, tentu saja. Acara hari ini adalah menghadiri undangan DM, nama yang sudah cukup dikenal di antara para penulis buku. Beberapa bukunya menghiasi rak buku di Gramedia dan toko-toko buku lainnya. Saya mengenal DM dari blog, tulisannya mempesona, membuat saya ingin bisa menulis seperti itu, walau gagal setiap kali berusaha, yang akhirnya bisa menerima kenyataan bahwa kompetensiku bukan di bidang tulis menulis. Dan tanggal yang dipilih DM untuk melepas lajangnya sungguh cantik, yaitu 2.12.12.

Sejak menerima kartu undangan DM dan Lita yang unik itu, saya berusaha menghubungi Yoga, apakah kami bisa datang bersama-sama. Yoga ini juga saya kenal melalui blog, yang kemudian menjadi akrab. Blog memang telah menambah rentangan persahabatanku, yang tak terbatas pada satu negara. Dan jika ada pertemuan, atau lebih dikenal sebagai kopdar (kopi darat), walau saat itu baru bertemu pertama kali, rasanya sudah kenal bertahun-tahun yang lalu…itulah “The beauty of blogging” mengikuti istilah om NH, yang sebetulnya merupakan junior saya di Faperta IPB.

Karena terbiasa kena macet, saya berangkat pagi-pagi dari rumah ke arah rumah Yoga, yang terletak di jalan ke arah Jagakarsa, daerah yang masih hijau, dengan rumah berhalaman besar dan pohon-pohon rindang. Jika tidak harus setiap hari keluar rumah, tinggal di daerah Yoga sangat menyenangkan. Pada undangan DM dan Lita, tertera jam 10.00 wib di masjid Ar Rahman. Kami segera menuju ke sana, mengantisipasi daerah Ciputat yang setiap hari macet. Rupanya pagi itu, warga Jakarta dan sekitarnya masih malas keluar rumah karena capek bekerja selama seminggu. Perjalanan sangat lancar, bahkan masih jam 9.20 WIB, kami sudah memasuki halaman masjid Ar Rahman, dan pengantin prianya juga belum datang. Jadi saya menyempatkan memotret karangan bunga kiriman EM dan Ria yang tak bisa hadir, memotret langit-langit masjid, dan kemudian melihat mas Gola Gong bersama mbak Tias (isteri mas Gong). Saya baru pertama kali berjumpa, walau nama dan wajahnya telah familier. Sebetulnya sudah lama saya ingin mengunjungi rumah Dunia di Banten, namun tak sempat terus, kalah dengan kesibukan lainnya.

Enny-Yoga-NiekeTak lama kami melihat Uda Vizon yang datang bersama om NH….tentu saja jika blogger ketemu, yang pertama kali dilakukan adalah foto bersama. Kemudian mobil yang membawa rombongan pengantin pria datang, kami bergegas menghampiri, dan ketawa melihat wajah DM yang biasanya mulus menjadi ada jerawat besar-besar. Rupanya mau melepas lajang membuat deg-deg an, jadi jerawatan. DM berkali-kali menyeka keringat, didampingi sang ibu yang siap membawa tisu. Kamipun segera memasuki masjid, dan ketemu dengan Nike yang datang bersama dua putranya yang lincah dan suami. Kemudian datang pula Nungki dan Indri, yang jauh-jauh datang dari Surabaya.

Enny, Tias (isteri mas Golagong) dan Yoga
Enny, Tias (isteri mas Golagong) dan Yoga

Setelah acara akad nikah, kami menyalami kedua pengantin, dan foto bersama dengan para blogger lainnya.

Pengantin dan teman-teman blogger: Indri, Nungki, Enny, DM, Lita, Uda Vizon, Kulit Ketjil dan Yoga
Pengantin dan teman-teman blogger, antara lain: Indri, Nungki, Enny, DM, Lita, Uda Vizon, Kulit Ketjil dan Yoga

Sayang, hasil fotonya kurang bagus. Kedua pengantin kemudian beralih ke ruang resepsi. Saya benar-benar senang melihat suasana kondangan yang seperti ini, tamu-tamu yang diundang betul-betul dikenal oleh kedua pengantin, kalau bukan keluarga juga teman-teman dekatnya. Hal yang sudah jarang saya temui, biasanya undangan pernikahan diadakan di gedung, dengan jejeran penerima tamu, yang kadang kita tak sempat mengobrol karena saking banyaknya tamu. Suasana pesta DM dan Lita membuat saya terharu, senang dan ikut bahagia….saya membayangkan pesta nya si bungsu semoga bisa seperti ini.

Tak hanya undangan yang unik, namun mas kawin pun unik, yaitu buku novel baru “NISKALA” …pengantin pria pontang-pontang menyelesaikan novel ini, memenuhi keinginan pengantin putri. Untung nggak minta candi ya DM. Semoga adanya Lita disamping DM, membuat DM semakin produktif menelorkan karya-karyanya, Kita tunggu novel Niskala ada di rak buku Gramedia, walau tadinya saya berharap, souvenirnya berupa novel Niskala ini.

Namun kami tak perlu kecewa, karena souvenir nya pot kecil dengan bunga kaktus, yang artinya DM dan Lita meminta kita semua mencintai lingkungan dengan merawat tanaman agar disekeliling kita semakin hijau.

Selamat Berbahagia DM dan Lita, semoga pernikahan kalian awet….dan semakin produktif dalam berkarya.

Iklan

5 pemikiran pada “Kondangan, sekaligus kopdar

  1. Sebelumnya saya sudah membaca kondangan sekaligus kondangan ini di blognya Uda Vizon. Hmmm…, salut saya. Undangannya sederhana, tapi keren. Maskawinnya itu lho…, bikin semangat nulis aja. Juga souvenirnya, ada pesan yang kuat di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s