Oleh: edratna | Januari 28, 2013

Bagaimana rasanya jika ketemu teman yang puluhan tahun tak ketemu?

Awal tahun 2013 dimulai dengan  undangan keluarga, pada tanggal 26 Januari 2013 adikku yang tinggal di Semarang dan berprofesi sebagai dosen UNDIP menikahkan putri bungsunya. Rasanya kalau nggak ada yang mantu, walaupun hanya tiga bersaudara, kami jarang punya waktu ketemu, karena masing-masing sibuk dengan urusan masing-masing. Kalau tak ada kabar berita, berarti semua baik-baik saja….itu prinsip kami bertiga. Dan karena acara saya dan suami sendiri sudah sangat padat, juga usia yang makin bertambah, sejak awal Januarai 2013, saya sudah memesan tiket Garuda pp, dengan pertimbangan harga lebih murah, karena biasanya suami mendadak pulang dari Bandung, dengan naik Garuda, paling tidak di pesawat bisa minum minuman panas. Benar juga, hari Jumat yang rencana berangkat dari rumah jam 6 am, suami baru datang dari Bandung jam 2.30 am, saya memintanya segera tidur dan baru saya bangunkan jam 5 am.

Dan ternyata pada pertengahan Januari 2013, Jakarta dilanda banjir besar, yang membuat sebagian besar wilayah Jakarta terkena banjir. Jadi keputusan untuk pergi ke Semarang naik pesawat tepat, karena sepuluh tahun yang lalu, saat adikku mantu putri pertamanya, kedatangan kereta api sempat dipindahkan dari stasiun Tawang ke stasiun lainnya, karena stasiun Tawang kebanjiran. Saya berdoa semoga saat acara tidak turun hujan. Sempat turun hujan saat acara midodareni, syukurlah hujan tak berlangsung lama. Acara akad nikah dan resepsi berjalan lancar…..Alhamdulillah.

Sejak ada teknologi smartphone, internet, memudahkan orang untuk bertemu teman lama. Saya berterimakasih dengan kemajuan teknologi ini karena memudahkan mendapatkan berita, juga akhirnya bisa ketemu dengan teman-teman lama walau masih melalui dunia maya. Setelah tahu kepastian tanggal adikku mantu, saya memberi tahu teman lamaku (yang berpisah sejak tahun 1969 setelah lulus SMA), kalau saya akan ke Semarang dan semoga bisa ketemu. Temanku ini dulunya pendiam, anak tunggal, teman sekelas sejak kelas 2 SMA Pas. Dan dia merupakan satu-satu nya teman yang meneruskan ke Fakultas Ekonomi UGM (kalau sekarang jurusan ekonomi merupakan incaran baik dari jurusan manapun), yang saat itu para lulusan Pasti Alam akan mengejar menjadi dokter atau insinyur.

Rumah Herwati yang indah dan asri

Rumah Herwati yang indah dan asri

Di Semarang saya nginep di Hotel Serrata agar memudahkan datang ke acara, dan suasana hotel ini menyenangkan. Memang untuk acara besar, tempat parkirnya terbatas, namun kekurangan tersebut diikuti oleh suasana yang lebih personal, keramah tamahan karyawan hotel, serta makanan yang sedap. Selesai acara mantenan, saya menghubungi Herwati, dia kemudian menunjukkan alamat rumahnya …… syukurlah teman baikku di Semarang dengan senang hati meminjamkan mobil dan sopir selama saya di Semarang.  Rumah Herwati berada di lingkungan yang tenang, pemandangan nya indah…dan woo rumahnya indah sekali, bertingkat-tingkat mengikuti kontur tanah. Belakangan saya tahu, suaminya seorang arsitek, pantas saja rumahnya indah dan berseni.

Kami berpelukan, suami Herwati sangat ramah,  langsung akrab dengan saya dan suami. Kami ngobrol ngalor ngidul, dari cerita nostalgia, banjir dan kemacetan Jakarta (suami Herwati sebelumnya kerja di Jakarta…yang membuat dia tak betah …. dan lebih menyukai Semarang), tak terasa kami seperti tak pernah terpisah. Dan yang membuatku salut, Herwati hanya berdua bersama suami, di rumah yang luas dengan halaman penuh tanaman….juga aktivitasnya yang padat, masih aktif tennis tiga kali seminggu ….. serta tak punya pembantu. Woo hebat sekali….mereka bekerja sama membereskan rumah, karena anak-anaknya sudah besar dan sudah keluar rumah semua.

Pak Santosa, pak Priadi (suamiku), saya sendiri dan Herwati

Pak Santosa, pak Priadi (suamiku), saya sendiri dan Herwati

Kami disuguhi singkong dan  pisang yang digoreng sendiri sama nyonya rumah, serta kopi bikinan pak Santoso (suami Herwati). Senang sekali mengobrol dengan teman lama, ditemani kopi dan teh hangat, serta tuan dan nyonya rumah yang hangat dan bersemangat. 

Senangnya ketemu Herwati...dan saya jadi terlihat gendut...hehehe

Senangnya ketemu Herwati…dan saya jadi terlihat gendut…hehehe

Herwati yang dulu seingat saya  pendiam, merupakan anak tunggal, sekarang rame, meriah dan bahkan cerewetnya sama dengan saya, Herwati yang lama telah meninggalkan kepompongnya, menjadi seorang wanita yang aktif, mandiri dan ramah. Wajar jika suaminya bilang, saat awal menikah, dia terkaget-kaget dengan cara bicara Herwati yang blak-blak an ……. maklum suami Herwati berasal dari Solo dan Herwati sama dengan saya, yaitu Madiun. Akhirnya kami harus pamit karena sudah hampir Magrib dan besok pagi-pagi harus kembali ke Jakarta ……. sebelum pamit kami saling berjanji untuk saling berkunjung ……… wahh senengnya ketemu teman lama, yang membuatku bahagia, ternyata suamiku juga merasa menyatu dengan Herwati dan suaminya..

Iklan

Responses

  1. wah ya pasti seneng dan seru banget ya bu bisa ketemuan ama temen lama gitu… 🙂

  2. terbayang serunya Bu ketemuan dengan teman yang sudah bertahun-tahun terpisah, pasti banyak sekali yang dibicarakan dan banyak sekali kisah indah yang bisa dibagi ya Bu.
    dan benar sekali smartphone dan social media memudahkan bertemu kembali dengan teman-teman lama..

  3. ya ampun bu senang banget ketemu teman lama yg terpisah hampir seumuran saya
    hebatnya teknologi ya…,

  4. Pada dasarnya ketemu teman lama itu memang selalu menyenangkan ya bu, namun mudah2an teman2 yang ditemui juga dalam keadaan sehat

  5. wah..pasti seneng banget ya bu bisa bertemu teman lama.. saya turut merasakan bahagia 🙂

  6. alhamdulillah… senangnya bisa menyambung tali silaturahmi ya bu.. 🙂

  7. Wah, senangnya bertemu dengan kawan lama. Sudah pasti banyak perubahan ya, Bu.
    Beberapa malam ini saya bermimpi ketemu kawan lama yang sudah meninggal. Kata orang-orang itu pertanda bakalan ketemu kawan lama juga, tuh. Iya nggak, ya?

  8. memang kalau bertemu dengan teman lama rasanya menyenangkan sekali.. bisa bernostalgia. Semoga nanti sampai tua masih bisa melihat teman teman lagi.. biar ceritanya panjang ga habis habis…

  9. rumah bu Herwati asri, senang melihatnya 🙂

  10. Bu, rumah Bu Herwati kelihatannya hijau dan seger banget ya. Saya membayangkan pasti nyaman banget. 🙂

  11. wah, puluhan tahun ga ketemu itu pasti ga ngenali ya awalnya. Seru pastinya.

    Yup seru banget

  12. saya sendiri baru saja pulang ke kampung halaman,.. setelah 11 thn tdk pulang!!sy tau yg anda rasakn pasti sangat bahagia,mungkin smpe terharu..!mengenang masa lalu!!;-)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: