Jalan-jalan ke Hamamatsu

Sejak pagi hari, cuaca hari Sabtu mendung, ramalan cuaca betul-betul akurat, jadi nggak menyesal nggak jadi pergi ke gunung Fuji karena sudah bisa dipastikan gunungnya akan tertutup kabut. Semalam saya diundang teman-teman si bungsu karaokean, saya dan si bungsu pulang jam 12 malam, walau teman-teman si bungsu masih berlanjut. Saya mengikuti rencana si bungsu saja, yang penting tak usah jauh-jauh karena si bungsu dan temannya sama-sama sibuk. Kami berangkat agak siang, sekitar jam 10.30 am, dan udara masih terasa dingin, karena mendung. Perjalanan ke kota Hamamatsu sungguh menyenangkan, pemandangannya indah, sepanjang perjalanan nyaris sebagian besar menyusuri jalan yang di kanan nya laut lepas (samudra Pasific) sedang di sebelah kiri hutan.

Kota Toyohashi terkenal dengan anginnya, yang menderu-deru, sehingga pohon-pohon di kiri jalan tersebut dimaksudkan untuk menahan angin dari laut. Kalau kota Tahara terletak di sebelah barat Toyohashi, maka Hamamatsu terletak di sebelah timur nya. Baik kota Hamamatsu, Toyohashi dan Tahara berada di dekat laut. Toyohashi dibatasi laut dan bukit-bukit, mirip dengan kota Jayapura …. juga  mirip Brisbane dengan sungai2nya. Gikadai (nama panggilan TUT) terletak di bukit, dipinggir kota….apato anakku terletak di dekat TUT, kira-kira 1,5 km atau setengah jam jalan kaki.

Danau Hamada, dilihat dari jalan Toyohashi-Hamamatsu
Danau Hamana, dilihat dari jalan Toyohashi-Hamamatsu

Perjalanan ke Hamamatsu melewati danau Hamana yang indah, terlihat saat menurun dari jembatan layang. Kota Hamamatsu saya perkirakan  lebih besar dibanding Toyohashi, termasuk ke dalam perfektur Shizuoka. Kami memasuki Hamamatsu jam 11.30 am, sekalian mencari makan siang, rencananya ingin makan masakan Indonesia.

Warung Ani dan Ivan
Warung Ani dan Ivan

Karena warung Indonesia Ani & Ivan dibuka jam 12.00 wib, sambil menunggu saya sibuk memotret situasi sekeliling nya.

Ani dan Ivan, Indonesia Curry and Soup
Ani dan Ivan, Indonesia Curry and Soup

Mungkin karena melihat saya sibuk memotret, pintu terbuka, dan ibu Ani sendiri mempersilahkan kami untuk menunggu di dalam. Masakannya enak, kami memesan gurame bumbu kecap, soto, sate dan gado-gado. Sedang minumnya tamarind ginger dan es kelapa.  Saya menumpang sholat sebelum makan …. hmm setelah makan kenyang sekali, akhirnya gurami minta dimasukkan kotak untuk dibawa pulang.

Dari Warung Ani dan Ivan, kami menuju toko Mega untuk membeli tisue karena si bungsu mulai bersin-bersin. Dari toko Mega, kami menuju Hamamatsu castle, hujan mulai turun rintik-rintik, padahal lupa nggak bawa payung. Terpaksa mencari supermarket terdekat untuk membeli payung.

Pemandangan yang indah menuju ke Hamamatsu Castle
Pemandangan yang indah menuju ke Hamamatsu Castle

Kami berpayung menaiki bukit, hawanya dingin sekali, saya merapatkan baju hangat dan syal, pakai topi dan pakai payung…benar-benar orang tropis yang terdampar di negara empat musim. Anakku yang sudah beberapa tahun tinggal di negara ini juga masih tak kuat menahan dingin.

Hamamatsu Castle
Hamamatsu Castle

Hamamatsu castle ini dulunya dimiliki oleh Daimyo Tokugawa, yang ikut daam perang dan meraih gelar jendral, sehingga dikenal sebagai Jendral Tokugawa.

Memasukkan koin uang ke mesin untuk keberuntungan
Memasukkan koin uang ke mesin untuk keberuntungan

Di castle ini ada mesin keberuntungan, barangsiapa melempar koin serta menyebutkan keinginannya, dipercaya akan kesampaian. Namun dari sekian pengunjung, nyaris tak ada yang melempar koin. Disini juga digambarkan bagaimana jalannya perang, sayang karena semua menggunakan tulisan Jepang, walau sudah ada teman anakku sebagai penterjemah, saya hanya bisa menangkap garis besarnya.

Kami keluar dari Hamamatsu castle sudah jam 5 sore, maka segera kembali ke Toyohashi. Malamnya turun hujan, saya makin mengeratkan selimut walau sudah ada pemanas di kamar.

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “Jalan-jalan ke Hamamatsu

  1. Saya sudah ke Nagoya Castle tapi belum pernah ke Hamamatsu Castle….

    Kapan-kapan ke Hamamatsu Castle Imel, dan mampir di warung Ani & Ivan….

  2. Bagus banget ya Bu lokasinya. Kebayang juga rasa masakan di restoran Indonesianya. Hehehe. Kapan ya bisa jalan-jalan ke Jepang.

    Semoga suatu ketika Dani juga sampai di Jepang

  3. waah… foto berdua di jembatan itu bagus deh Bu… jadi makin pengen nyampe sana juga 🙂

    Ayoo Mechta…kata anakku di Jepang, hostelnya bagus…
    Sayapun pas di Osaka nanti tidur di hostel

  4. wah kenapa gak ada yang ngelempar koin ya? Apa karena orang2 jepang udah pada beruntung semua ya bu? hahaha

    Mungkin karena mereka terbiasa hidup dengan kerja keras, baru menerima hasilnya…

  5. Saya membaca postingan ini tadi pagi namun belum sempat komen. Hamamatsu castle nya cantik sekali. Salam

    Iya mbak, Hamamatsu castle cantik…dan Ieyasu Tokugawa terkenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s