Oleh: edratna | Mei 18, 2013

Jalan-jalan: Bangkok-Pattaya bersama A678 tanggal 7-11 Mei 2013

Sebagaimana biasanya kelompok pertemananku, yaitu sesama angkatan 6, 7 dan 8 Faperta IPB, setiap tahun sekali mengadakan acara jalan-jalan bersama keluarga. Kali ini, acara untuk tahun 2013, tujuan jalan-jalan  adalah ke Bangkok-Pattaya, dengan tujuan utama menghadiri “ International Trade Show for Horticultural and Floricultural Production and Processing Technology 2013, yang diselenggarakan di BITEC (Bangkok International Trade and Exhibition Centre). Rombongan kali ini berjumlah lumayan besar, yaitu 28 orang, dan karena acaranya menarik serta banyak berhubungan dengan latar belakang pendidikan kami semua (kecuali saya, yang kerjanya menyeberang dari bidang pertanian), di antara rombongan banyak terdiri dari para ahli di bidang nya (Profesor). Tapi yang penting adalah kebersamaan selama perjalanan, mengingat masa-masa saat masih muda, masih culun, masih menjadi mahasiswa yang rata-rata miskin. Dan kami bersyukur, jika dulu kita berombongan meninjau dan menganalisis berbagai contoh tanah, meninjau berbagai kebun percobaan, menggunakan bis, kali ini setelah semua tidak muda usia, kami bisa berombongan pergi menggunakan pesawat terbang serta kendaraan darat yang nyaman.

Karena kami pergi dengan naik penerbangan murah (Air Asia) dan berkumpulnya di terminal 3 jam 4.30 wib, sebelumnya sudah ramai diskusi di BBM, siapa membawa makanan apa. Bisa dibayangkan, pada saat antri check in, para nini-aki ini mulai sibuk berbagi makanan, dari makaroni shoctel, roti unyil, cake talas, kue kacang, dan lain-lain. Tentu tak lupa foto bersama menggunakan spanduk Faperta A678 dan selendang hijau khas Faperta. Rasanya seperti kembali muda, syukurlah kali ini tak ada cucu yang ikut karena tak bertepatan dengan libur sekolah, sehingga cucu tak pusing lihat para eyang sedang reuni bersama teman-teman nya.

Chaopraya River yang indah

Chaopraya River yang indah

Hari Pertama: Hari pertama, setelah keluar dari bandara Don Mueang di Bangkok, dengan menggunakan bis yang masih baru, kami menuju rumah makan yang merupakan satu kesatuan dengan hotel. Makanannya enak, halal, dan kami bisa memilih makanan sesuai kesukaan masing-masing. Yang menyenangkan, kami bisa sholat di mushola di lantai 3 yang nyaman. Dari makan siang, kami langsung mengarungi Chaopraya River yang indah, ketemu dengan berbagai turis yang juga sedang menikmati pelayaran menggunakan kapal motor. Sungai yang bersih dari sampah, tak berbau, walau air nya tak jernih, membuat kita semua merasa nyaman. Panas menyengat tak dirasakan, saat itu suhu rata-rata di Bangkok mencapai 41 derajat celcius, terasa panas menyengat walau kami semua berasal dari negara tropis yang suhu rata-rata 26-33 derajat celcius. Ikan di sungai chaopraya ini besar-besar terutama di dekat wihara, karena tak pernah ditangkap.

Wat Arun temple, ukiran keramik nya sungguh indah

Wat Arun temple, ukiran keramik nya sungguh indah

Kami melihat Wat Arun temple, sempat belanja souvenir di pasar kaget di sampingnya. Bisa juga berfoto dengan memakai pakaian Thailand. Panas yang menyengat serta waktu terbatas, membuat kami kembali mengarungi Chaopraya river menuju Reclining Budha, atau dikenal pula sebagai Budha tidur.

Di depan Budha tidur

Di depan Budha tidur

Disamping Budha tidur ada Wat Pho temple yang indah sekali.

Wat Pho yang indah

Wat Pho yang indah

Sayang, cuaca panas, membuat banyak teman lebih menikmati duduk-duduk di bawah pohon …syukurlah Wati bersedia menemani saya jalan-jalan mengelilingi temple yang indah ini.

Lelah dan hari semakin senja, kami makan malam di restoran sebelum menuju Bangkok Palace Hotel, yang merupakan tempat menginap selama A678 di Bangkok.

Hari Kedua:Pagi-pagi saya dan Ati, teman sekamar selama perjalanan Bangkok-Pattaya, sudah bangun dan segera ke bawah untuk makan pagi, sekaligus membawa koper yang akan dititipkan di hotel, selama kami menginap di Pattaya. Malam kedua rencananya rombongan akan menginap di Golden Beach Hotel Pattaya.

Setelah makan pagi, rombongan berangkat menuju “Leather shops“, kami mendapat penjelasan secara detail bagaimana proses membuat barang-barang (tas dll) dari kulit …. sayang tak boleh difoto (mungkin persaingan bisnis ya). Saya tak membeli barang-barang dari kulit, malah beli souvenir yang lain.

Berebut beli ruaj ... buah2 an nya manis sekali

Berebut beli rujak … buah2 an nya manis sekali

Keluar dari toko kulit ini, teman-teman bergerombol di tempat mamang-mamang penjual buah-buah an dan rujak. Buah-buah an nya manis sekali …. tak urung nyaris seluruh rombongan membeli buah-buah an …. lumayan untuk mengurangi dahaga dari panasnya Bangkok.

Di depan Gems Gallery International Manufacturer Co., Ltd

Di depan Gems Gallery International Manufacturer Co., Ltd

Selanjutnya kami ke Gems  Gallery International Manufacturer Co., Ltd, sayang bagi saya harganya terlalu mahal, ada yang harga agak miring, dikerubuti pembeli. Akhirnya saya berjalan menuju pintu keluar, yang dipenuhi sovenir berbagai macam …malah akhir nya membeli blouse (akhirnya yang lain juga ikut beli) dan selendang. Tak heran, Bonar mengatakan setelah beberapa kali melihat perilaku teman-teman nya…”Kita ini rombongan yang lain dari yang lain …ke leather shop beli souvenir bukan dari kulit…ke Gems, beli tekstil….

Dari sini rombongan kembali naik bis menuju Pattaya, jalan di Bangkok lumayan lancar karena anak-anak sedang libur sekolah selama 2 (dua) bulan. Di samping itu, jalanan Bangkok dipenuhi jalan layang, ada yang sampai 4 (empat) tingkat, tiga jalan layang dan di atasnya “sky train“. Kata pak Cit, pemandu wisata, menjelaskan bahwa sebelum ada banyak jalan layang, para polisi di jalan dilatih membantu orang melahirkan, karena jalanan sering macet total sehingga banyak ibu-ibu melahirkan di jalan. Di Bangkok para ojek bisa dibedakan dari penunggang sepeda motor yang biasa, karena menggunakan rompi warna oranye. Taksi juga terdiri dari berbagai warna, ada yang pink, hijau kuning, putih dan lain-lain.

Beverly Thai House, yang lebih dikenal sebagai Floating Market

Beverly Thai House, yang lebih dikenal sebagai Floating Market

Floating market, sebetulnya merupakan semacam pasar tradisional yang menjual berbagai barang souvenir dan makanan tradisional khas Thailand, yang didirikan di atas  danau buatan. Saya membayangkan, jika Ah Poong bisa dibuat semacam ini, pasti lebih indah, karena alam nya lebih asli. Panas terasa makin menyengat, kami diberi waktu satu jam berjalan-jalan di floating market ini. Saya hanya membeli tiga souvenir yaitu dompet kecil untuk menyimpan kunci, karena saya lebih tertarik memotret suasana di floating market ini, heran mengapa begitu terkenal. Pariwisata di Thailand, telah ditata sedemikian rupa, sehingga koordinasi antara pemerintah, swasta dan para pengelola tour begitu bagus …. kalau suasana atau alamnya, menurut saya alam Indonesia lebih indah.

Dari floating market kami langsung menuju Pattaya, dan check in di Golden Beach Hotel. Ada beberapa teman yang ikut bergabung untuk menonton kabaret waria, sedangkan saya dan teman-teman lain memilih tidak ikut, ingin menikmtai suasana Pattaya di waktu malam.

Penari kabaret waria bersiap di jalan, sebelum acara di mulai di gedung Alcazar

Penari kabaret waria bersiap di jalan, sebelum acara di mulai di gedung Alcazar

Jadi saat sehabis makan malam, teman lain bersiap menonton kabaret waria, saya dan teman lain, berjalan-jalan sekitar Alcazar (gedung tempat pertunjukkan kabaret). Tak lama perhatian orang tercurah ke suatu titik, rupanya para penari kabaret berbaris  di jalan sebelum acara dimulai. Kami bebas memotret, namun jika ingin dipotret dengan penari kabaret tersebut harus membayar 40 bath (1 bath setara Rp.342,-).

Tulisan bahasa Rusia, di Pattaya

Tulisan bahasa Rusia, di Pattaya

Pattaya di waktu malam sungguh mengasyikkan, seperti daerah Kuta di Bali. Di mana-mana saya melihat ada penawaran tattoo, juga  massage. Banyak orang Rusia di sini, terlihat dari berbagai tulisan yang ada di toko di kiri-kanan  jalan utama Pattaya, dan percakapan dengan bahasa Rusia terdengar di mana-mana.

Kami mampir ke Central Supermarket, membandingkan harga buah-buah an yang rupanya lebih murah dibanding di Indonesia. Sayang kami juga harus mengelola cara makan agar tak sakit perut  selama perjalanan, karena sejak hari pertama, kami begitu bernafsu membeli segala jenis buah-buah an yang rasanya memang lebih manis. Pemandu wisata menjelaskan, sebagian besar dari buah-buah an di Thailand berasal dari Indonesia, namun setelah di Thailand rasanya lebih enak, kecuali salak. Mungkin karena iklim sub tropis yang membuat rasa buah-buah an berbeda.

Kapal di pantai Pattaya

Kapal di pantai Pattaya

Hari Ketiga: Setelah makan pagi, rombongan menuju pantai Pattaya untuk berfoto, karena rasanya sayang ke Pattaya tanpa ada foto di pantai Pattaya.

Nong Nooch Village yang indah

Nong Nooch Village yang indah

Setelah puas berfoto kami menuju “Nong Nooch Village“… baru sampai dipintu depan nya, semua teman berseru dengan kagum …. “Wuaaaah, indah sekali“. Nong Nooch Village dikelola oleh swasta, di sini merupakan contoh bagaimana pertanian dan peternakan menyatu dengan alam.

Bergaya di Nong Nooch Village

Bergaya di Nong Nooch Village

Desain arsitektur tanaman hiasnya sungguh indah, rasanya tak puas kami berfoto disini …tapi kami hanya punya waktu terbatas sehingga tak sempat melihat Nong Nooch secara keseluruhan. Apalagi kami masih harus melihat “Thai cultural show dan elephants show“.

Dari Nong Nooch Village, rombongan menuju ke “Thepprasit Honey Farm and Shops” … di sini kami dijelaskan bagaimana cara mengelola peternakan lebah, bagaiamana cara mendapatkan madu yang asli dan matang, bagaimana mendapatkan royal jelly yang merupakan produksi dari susu ratu tawon (dalam setiap sarang hanya ada satu ratu tawon yang memproduksi susu), bagaimana mendapatkan bee pollen serta apa khasiat masing-masing.

Lia mencoba mencari ratu tawon

Lia mencoba mencari ratu tawon

Kami betul-betul terpesona dengan penjelasan bagaimana khasiat madu dan lain-lainnya (jika sempat saya akan posting tersendiri tentang madu ini). Tak heran kami semua memborong madu, royal jelly dan bee pollen.

Dari sini rombongan pergi mengunjungi Dried Food, di sini dijual berbagai makanan kering khas Thailand. Karena sudah membeli madu yang lumayan berat, saya harus berpikir untuk menambah belanja, karena batas berat koper yang diperbolehkan Air Asia, saat berangkat 15 kg dan saat pulang 20 kg. Selesai berbelanja, rombongan menuju Bangkok Palace Hotel untuk beristirahat, kali ini perasaan lebih tenang, karena besok tak perlu menggotong koper lagi.

Horti Asia 2013

Horti Asia 2013

Hari Keempat: Pagi ini acaranya mengunjungi “International Tradeshow for Horticultural and Floricultural Production and Processing Technology 2013” di BITEC. Rupanya kami datang kepagian, karena pameran untuk umum baru dibuka jam 10 pagi. Tak kurang akal, kami jadi punya kesempatan berfoto bersama. Pameran ini memuaskan teman-teman yang bidang pekerjaaan nya berhubungan dengan pertanian, yang masih sesuai dengan latar belakang pendidikannya, dan saat sudah berkumpul lagi di dalam bis, ada yang sudah menjalin bisnis untuk mengembangkan kebun sawitnya, ada yang mendapat transaksi lumayan, juga ada yang akan mencoba menanam sawit dengan bibit yang 3 (tiga) tahun telah bisa dipanen.

Foto bersama patung bung Karno saat masih muda

Foto bersama patung bung Karno saat masih muda

Kami semua kemudian menuju restoran untuk makan siang, kemudian mengunjungi “Museum Madame Tussaud” bagi yang berminat dan acara bebas jalan-jalan di MBK Mall. Museum Madame Tussaud baru dibuka 3 (tiga) bulan lalu, sehingga patungnya belum banyak, harga tiket masuknya murah, yaitu 420 bath.

Hal yang menarik ada patung bung Karno saat muda….. namun menurut saya kok kurang sesuai ya… atau saya membayangkan bung Karno saat usia sudah matang? Tentu saja saya berfoto bersama para tokoh yang dijadikan patung lilin tersebut, sekedar memuaskan diri, tak bisa foto bareng tokohnya, ya foto bareng patung lilinnya.

Catatan:

  1. Alamat Gems Gallery International Manufacturer Co, Ltd.  198/23-24 Rama 6 Rd., Samsaennai, Phayathai, Bangkok 10400. Telepon 02-2710150, Facs. 02-2700963. Email.gemsbkk@gemsgroup.th.com.
  2. Nongnooch Pattaya. 34/1 Moo 7 Na Jomtien, Sattahip, Chonburi 20250, Thailand. Telepon. 038-709358-60, Facs. 038-238160. Website: http://www.nongnoochtropicalgarden.com. Facebook: http://www.facebook.com/nongnooch.pattaya.
  3. Thepprasit Honey Farm & Shops. Pattaya, telepon 66-38-172003. Bangkok 66-2-7168268. Hotline: 66-89-8324266 (Indonesian). Website: thaihoney.com.Email.info@thaihoney.com.
Iklan

Responses

  1. wah keren banget ya bu ada patung bung karno di madame tussauds thailand…

    Iya…saya nggak ingat wajah bung Karno saat muda apa seperti itu.

  2. Persahabatan kakak2 A678 yang akrab. Bu En yang membawa tala tawon apakah Pak Iswandi ya, beliau promotor utama saya. Salam

    Iya mbak Prih, yang bawa tala tawon adalah Prof. Dr. Ir. Iswandi Anas Chaniago Msc.

  3. Alhamdulillah…senangnya menikmati keindahan bersama sahabat-sahabat lama… saya berdoa semoga saya juga bisa menikmati kebersamaan yg indah dengan sahabat-sahabat lama saya 🙂

    Iya Mechta, saat masih aktif masing-masing sibuk….sekarang rata-rata sudah mempunyai cucu, ketemu lagi..rame dan senang

  4. Terima kasih Bu En konfirmasinya, senang sekali membaca guru dan para sahabat beliau tetap enerjik meluangkan waktu santai melalui reuni. Salam

    Sama-sama mbak Prih….

  5. Enny krn kompieku baru bener…jadi aku baru baca cerita bkk yg penuh, kl dari bb kan lemot….emang bener kau wartawati A678….sebaiknya aku simpan catatan Bkk ini utk kenang2an…..tx En,ati.w

    Syukurlah jika bermanfaat.
    Saya menulis untuk kenangan, juga siapa tahu ada yang ingin jalan-jalan ke Thailand, kemana saja yang bisa dilihat dan bermanfaat

  6. sampai sekarang saya tidak pernah membayangkan akan piknik bersama teman-teman semasa kuliah dulu. sudah jarang bertemu juga sih. dan saya jadi bertanya-tanya, kalau pergi bersama, apakah saya akan merasa nyaman?

    Karena dulu satu angkatan cuma sedikit dan DO nya lebih dari 50 persen…kami menjadi sangat dekat.
    Apalagi setelah masuk ke departemen, ada yang cuma 3 orang, 5 orang…bahkan tak ada yang satu kelas 10 orang.
    Bisa dibayangkan…saat lagi sibuk, kami memang jarang ketemu, setelah tak muda usia lagi..kami bisa sering ketemu.

  7. hebat…patut ditiru dan diteladani…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: