Waktunya Diet Rendah Kolesterol dan Lemak Terbatas

Setelah melihat hasil check up,  ternyata kolesterol saya melebihi standar yang dibolehkan, mau tak mau harus mulai diet rendah kolesterol dan lemak terbatas. Olah raga tetap berjalan terus, namun tanpa diet nggak ada artinya, dan jika masih memungkinkan bisa diatasi tanpa obat, kenapa tidak? Dari hasil bbm dengan temanku, yang juga mengalami kondisi yang sama, maka saya mencoba menuliskan diet apa yang harus saya lakukan sesuai anjuran Konsultan Gizi yaitu dr. TSI. Tujuan diet adalah: 1) Menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah.  2) Menurunkan berat badan (BB) bila terdapat kelebihan atau kegemukan. Dari hasil timbangan, saya masih kelebihan satu kilogram. Sebetulnya kolesterol adalah suatu lemak yang beredar dalam darah. Kolesterol diperlukan oleh tubuh, diantaranya untuk pembentukan hormon. Selain dari makanan, kolesterol juga dibentuk oleh tubuh.

Lanjutkan membaca “Waktunya Diet Rendah Kolesterol dan Lemak Terbatas”

Sehat itu penting

Awalnya kadang-kadang dada terasa sesak, mudah lelah. Memang beberapa bulan terakhir, saya nggak sempat olah raga. Kemudian beberapa kali saya menengok teman yang awalnya jika merasa sakit diabaikan, dianggap karena faktor “U” membuat badan lebih mudah capek, ternyata teman tersebut terkena serangan jantung. Suatu ketika saya mengobrol dengan teman, enaknya kalau mau check up dimana ya. Kebetulan temanku sedang mencari teman, jadi akhirnya kami sepakat melakukan General Medical Check Up (GMCU) pada tanggal 4 Juni di RSPP (RS Pusat Pertamina). Alhamdulillah hasil nya bagus, kecuali kolesterol saya 245, angka yang fantastis.

Lanjutkan membaca “Sehat itu penting”

Jalan-jalan bersama A678: Mengunjungi Nong Nooch Village

Penataan taman yang indah di Nong Nooch Village
Penataan taman yang indah di Nong Nooch Village

Dalam acara jalan-jalan ke Pattaya, rombongan kami mengunjungi Nong Nooch Village. Asal usul Nong Nooch Village sebagaimana ditulis pada Wikipedia adalah sebagai berikut:  “Pisit and Nongnooch Tansacha purchased the 600-acre (2.4 km2) plot of land in 1954 with the intentions of developing the land as a fruit plantation. However, the owners instead decided to plant tropical flowers and plants as a wildlife conservation project. The garden opened to the public in 1980, and management was transferred to Pisit and Nongnooch’s son Kampon Tansacha in 2001. The garden currently fills 500 out of the 600 acres (2.4 km2).”

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan bersama A678: Mengunjungi Nong Nooch Village”