Sehat itu penting

Awalnya kadang-kadang dada terasa sesak, mudah lelah. Memang beberapa bulan terakhir, saya nggak sempat olah raga. Kemudian beberapa kali saya menengok teman yang awalnya jika merasa sakit diabaikan, dianggap karena faktor “U” membuat badan lebih mudah capek, ternyata teman tersebut terkena serangan jantung. Suatu ketika saya mengobrol dengan teman, enaknya kalau mau check up dimana ya. Kebetulan temanku sedang mencari teman, jadi akhirnya kami sepakat melakukan General Medical Check Up (GMCU) pada tanggal 4 Juni di RSPP (RS Pusat Pertamina). Alhamdulillah hasil nya bagus, kecuali kolesterol saya 245, angka yang fantastis.

Selesai diperiksa, saya konsultasi dengan dokter gizi, hasilnya saya harus mengatur pola makan, menghindari minyak jenuh, mengurangi nasi (kalau ini sih tak masalah karena porsi makan saya sedikit), mengurangi lemak dll. Dan yang penting, diet rendah kolesterol tersebut harus diikuti dengan olahraga low impact. Si bungsu ketawa mendengar hasil test saya, sejak kunjungan saya ke Jepang, dia sudah kawatir dengan pola makan saya. Memang saya akui, kesibukan selama 6 (enam) bulan terakhir membuat pola makan saya kacau, dan tak pernah olah raga. Bagaimanapun saya harus menjaga fisik kuat, karena jadual kerjaan yang ketat…ternyata berakibat dengan naiknya kolesterol.

Sehari setelah check up, saya mulai berolah raga, tidak yang sulit-sulit, hanya jalan cepat mengelilingi kompleks perumahan tempat saya tinggal. Setiap hari saya jalan cepat setengah jam, diikuti senam setengah jam…dan ternyata badan terasa lebih bugar. Belakang leher juga tak terasa pegal lagi. Dan seminggu dua kali saya ikut senam aerobik bersama ibu-ibu tetangga,  satu jam setiap kali senam. Betapa senangnya setelah dua minggu berjalan, berat badan saya turun 1 (satu) kilogram. Dan ternyata jalan pagi membuat saya makin mengenal lingkungan sekeliling rumahku, saya juga bertemu para bapak atau ibu yang juga jalan cepat setiap pagi. Pada umumnya masing-masing mempunyai pola yang sama…jika saya mulai jalan pagi jam 6 (enam) pagi, saya akan ketemu bapak A, jika mulai jam 6.15 wib akan ketemu bapak B…..Saya juga mulai mengenali penjual bubur ayam, selama ini saya berpikir, mengapa ya bapak-bapak penjual bubur ayam kok lewatnya mendekati atau lewat jam 7 pagi. Rupanya ada tiga penjual bubur ayam dengan jam berbeda…ada yang lewat sekitar jam 6.00 wib, ada yang lewat sekitar jam 6.30 wib, dan penjual bubur ayam langganan saya lewat sekitar jam 7.00 pagi. Dan masing-masing memiliki pelanggan tetap, demikian pula penjual roti keliling.

Kalau selama ini saya pikir lingkungan tempat tinggalku dihuni kaum usia matang (sekitar 50 tahun ke atas), saya juga memperhatikan ternyata cukup banyak anak-anak kecil yang tinggal di sekitar kompleks perumahan tempat saya tinggal. Dan umumnya anak-anak ini tinggal bersama orang tua dan neneknya. Kesulitan mendapatkan pengasuh yang bisa dipercaya, membuat banyak anak menantu masih tinggal bersama orangtua nya, karena ada keluarga yang bisa ikut mengawasi anak-anak saat kedua orangtua nya bekerja.

Halaman tetangga yang penuh beraneka tanaman hias
Halaman tetangga yang penuh beraneka tanaman hias

Jalan-jalan sekitar kompleks tempat tinggalku juga membuat saya makin kenal tetangga, yang jelas banyak yang mempunyai hewan piaraan anjing, ini yang kadang agak mengganggu, karena saya sebetulnya “agak takut” terhadap gonggongan anjing. Jika kebetulan cuaca cerah, dan angin bertiup sepoi-sepoi, sungguh nikmat berjalan mengelilingi kompleks. Meskipun rata-rata halaman rumah kecil, namun para tetanggaku pencinta tanaman. Setiap pagi saya melihat ada bapak-bapak yang menyapu bunga tanjung yang berguguran, rasanya segar melewati depan rumah dan mencium harumnya bunga tanjung. Sungguh saya bersyukur, mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang masih banyak burung-burung berterbangan dari pohon ke pohon, terkadang burung-burung itu bertengger di tiang telepon.

Setelah 25 hari berlalu, berat badanku turun satu kilogram (oleh dokter memang dianjurkan mengurangi berat badan sekitar satu kg), tapi belum tahu apakah kolesterolku juga turun, karena saya berniat check up lagi minggu pertama bulan Juli, sebelum memasuki bulan puasa. Semoga kerja kerasku bisa menurunkan kolesterol, karena saat puasa tak mungkin melakukan olahraga di pagi hari, sedang sore hari kadang-kadang buka puasa masih dihadang kemacetan di jalan.

Iklan

4 pemikiran pada “Sehat itu penting

  1. iya bu sehat emang penting banget. emang harus dijaga ya dari jaga makan dan olahraga. moga2 kolestrolnya cepet turun ya bu… dan moga2 sehat2 selalu….

    Iya, menjaga lebih baik daripada menyembuhkan.

  2. Benar tuh. Sehat itu penting banget.

    Wah, sama, Bu. Gonggongan anjing tuh seringnya bikin kaget. Tiba-tiba aja ngegonggong. Keras pula.

    Semoga sehat selalu, Bu. 😀

    Makasih Farisj….semoga kita sama-sama sehat ya.

  3. Wah belajar berkaca bening dari postingan ibu Enny nih, dari niatan menurunkan kadar kolesterol, enjoy jalan pagi dengan hasil fantastis berat badan turun, lebih bugar plus pengenalan lingkungan sekitar.
    Saya jadi malu dengan kemalasan gerak badan sederhana melalui jalan pagi. Matur nuwun ibu untuk postingan inspiratif ini.
    Salam sehat

    Iya mbak Prih….menjaga lebih baik daripada menyembuhkan.
    Saya juga belajar banyak…..makan boleh kenyang tapi yang aman bagi tubuh.

  4. semoga makin fit & kolesterolnya bisa ‘dijinakkan’ ya bu… salam sehat.. 🙂

    Makasih Mechta…semoga kita sama-sama sehat ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s