Tetangga

Saat pertama kali pindah ke kompleks perumahan ini saya mulai mengenalnya. Orangnya ramah, dan mudah tersenyum. Kepada dia, saya mudah mengobrol apa saja, dari cerita suaminya yang terbaring sakit sejak krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997-1998, sampai cerita membesarkan anak-anaknya. Tak ada gurat kepedihan, padahal saya melihat banyak cobaan yang menimpanya. Ibu ini dulunya seorang isteri pejabat, yang setelah suaminya sakit, harus berjuang menghidupi keluarga dan anak-anaknya, yang saat itu baru beranjak dewasa.

Lanjutkan membaca “Tetangga”