Oleh: edratna | Juli 16, 2013

Cucu

Orang bilang, punya cucu itu berbeda dengan punya anak, walaupun keduanya merupakan hal yang sama-sama menyenangkan. Mempunyai anak, menjadi tanggung jawab orangtua untuk mendidiknya, agar anak bisa mandiri. Mendidik anak tidak mudah, apalagi masing-masing anak mempunyai sifat yang unik, yang berbeda antara satu dengan lainnya. Sedangkan cucu, bagi seorang eyang merupakan pelipur lara, perintang hati, namun tanggung jawab yang penuh pada orangtuanya. Walau demikian, menjadi nenek/kakek, tetap harus memperhatikan kepentingan pendidikan cucunya, tak boleh terlalu memanjakan yang akan berakibat kurang baik bagi perkembangan cucunya.

Saya akui, saya memang memperhatikan perkembangan cucu lebih detail dibanding perkembangan anakku dulu. Mungkin saat punya anak sendiri, kesibukanku masih penuh, dari pagi sampai malam, sehingga saya lebih mementingkan kualitas. Namun saat punya cucu, saya sudah pensiun, walau masih banyak kegiatan, tapi tak menyita waktu seperti dulu. Dengan demikian saya lebih punya waktu untuk melihat perkembangan si kecil, banyak sekali pelajaran yang saya peroleh, betapa si kecil terus menerus belajar. Dari mulai belajar berjalan, belajar makan sendiri, belajar bicara. Kadang-kadang karena belum bisa bicara dengan benar, baik si kecil maupun orangtua yang diajak bicara sama-sama stres, yang akibatnya si kecil menangis.

Siap berangkat ke sekolah

Siap berangkat ke sekolah

Semakin bertambahnya umur, perkembangan si kecil sangat luar biasa, saya memperhatikannya bagaimana dia mencoba makan sendiri, walau setiap kali makanan nya tumpah, namun tak mau dibantu. Akhirnya si kecil bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok dan garpu. Hal lain yang saya perhatikan, dia tak ingin dibedakan, jika orangtuanya memakai sendok dan garpu, maka si kecil juga ingin makan menggunakan sendok dan garpu.

Anak-anak sekarang, terutama yang tinggal di kota besar, banyak mendapatkan manfaat adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Saya ingat sekali, dulu si sulung baru boleh masuk Taman Kanak-anak pada umur minimal 4 (empat) tahun, dan jika belum umur empat tahun, harus melalui Play Group, seminggu dua kali. Saat adiknya umur 2,5Β  (dua setengah) tahun, boleh masuk TK kecil, yang juga merupakan tempat sekolah kakaknya, mungkin karena Guru-guru nya sudah kenal saya. Dan apa yang kami kawatirkan, bahwa jika sekolah terlalu dini, maka anak akan bosan dan jenuh nantinya, kekawatiran tersebut tak beralasan, karena si bungsu saat ini masih terus sekolah, berarti sudah 25,5 tahun sekolah tanpa putus, dan saya lihat masih tetap semangat.

Oleh karena itu, anak saya mulai menyekolahkan anaknya di PAUD sejak usia si kecil 2,5 tahun. Lucu sekali melihat si kecil sangat bersemangat sekolah, bahkan dia menangis saat waktu pulang sekolah tiba, karena masih ingin bermain di sekolah. Tak terasa perubahan si kecil sangat pesat sejak sekolah, dia bisa menyanyikan berbagai lagu, mulai bisa menggunting dan menempel kertas walau belum sempurna …. dan yang lucu, si kecil senang sekali menyanyikan lagu yang dikarangnya sendiri. Dia juga makin bisa mengungkapkan keinginan nya, sehingga kami harus makin berhati-hati dalam memberikan contoh perilaku sehari-hari, karena anak kecil selalu mencontoh apa yang dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya. Sebagai Eyang, saya juga harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh ayah bunda nya si kecil, agar cara mendidik orang-orang di sekeliling si kecil sama, sehingga dia tidak bingung.

Iklan

Responses

  1. wah 2.5 th udah sekolah ya… moga2 rajin2 sekolah terus ya… πŸ™‚

  2. Wah menyenangkan sekali ya Bu …
    melihat cucunya semangat sekolah …

    semoga sehat selalu

    salam saya Bu

  3. wah manisnya cucunya

  4. Aiih… cantik & menggemaskan Bu, cucunya… Kedekatan cucu & eyang memang beda dengan kedekatan anak-ortu ya bu…

  5. salut bu, lumayna sering mendengar perselisihan antara menantu dan mertua, atau anak dgn ortuny attg cara mendidik anak/cucu

  6. …Sebagai Eyang, saya juga harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh ayah bunda nya si kecil….
    Kemenepan hati Eyang Enny, menempatkan diri pada tataran Tut wuri handayani. Selamat bersekolah Ara, Salam

  7. nggak berasa Ara udah gede …, udah sekolah ya bu..
    Ara cantik…., eyang ikut nganterin ke sekolah..?

  8. “Sebagai Eyang, saya juga harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh ayah bunda nya si kecil, agar cara mendidik orang-orang di sekeliling si kecil sama, sehingga dia tidak bingung.”

    Seandainya semua eyang berpikiran sama dengan bu Enny πŸ˜€

  9. Punya anak saja sudah menyenangkan, apalagi kalau nanti punya cucu. Tentu waktunya akan lebih selo..

  10. “Sebagai Eyang, saya juga harus mengikuti aturan yang telah dibuat oleh ayah bunda nya si kecil, agar cara mendidik orang-orang di sekeliling si kecil sama, sehingga dia tidak bingung”…….
    Setuju Bu, sehingga si kecil tahu tentang prinsip apa yg harus “dipegang” nya nanti, semoga tetap seperti itu bu.

    lama ga berkunjung kemari, sepertinya lebih sedikit santai, πŸ™‚

  11. anak2 sekarang selalu semangat kalo ke sekolah bu mungkin karena kehidupan kampung yang bertetangga erat sudah langka di negeri ini…

  12. suka kalau bu Enny posting foto Ara di facebook. lucuuu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: