Oleh: edratna | Agustus 16, 2013

Menunggu buka puasa di pantai Kedonganan, Kuta, Bali

Sea Sise Cafe, di pantai Kedonganan, Kuta, Bali

Sea Sise Cafe, di pantai Kedonganan, Kuta, Bali

Dua minggu menjelang Lebaran, saya mendapatkan tugas ke Bali, untuk mengajar di sebuah Bank di wilayah tersebut. Agak ragu sebelumnya, namun karena selama ini telah terbiasa puasa tetap bekerja, maka saya dan teman menguatkan diri untuk menerima tawaran mengajar tersebut. Kami mengajar selama 3 (tiga) hari, dan selama mengajar menginap di hotel Aston Denpasar, karena lokasinya dekat dengan Pusat Pelatihan Bank tersebut. Awalnya agak sulit, karena biasanya saya bisa lebih mengenal para peserta saat coffee break atau makan siang, namun karena puasa saya tak bisa mengobrol bebas sambil menemani mereka makan, karena para peserta menjadi kikuk.

Indahnya sunset di pantai Kedonganan, Kuta, Bali

Indahnya sunset di pantai Kedonganan, Kuta, Bali

Selesai mengajar hari pertama, pak sopir menawarkan apakah kita mau ke daerah Kuta? Saya ingat Jimbaran, daerah pantai yang menyajikan makanan berbahan baku ikan, suasana nya sangat santai dan indah, karena persis di tepi laut.

Namun pak sopir menyarankan untuk mencoba pantai Kedonganan, yang terletak di teluk, sehingga saat makan kami tak dikejar oleh air laut yang pasang, yang makin mendekati pantai. Ternyata sore hari menjelang berbuka, situasi jalan dari Denpasar menuju Kuta sangat macet, mirip sekali dengan Jakarta.  Syukurlah, saat itu masih cukup sore, dan waktu berbuka puasa di daerah Bali sekitar jam 6.21 wita. Kami sampai di tepi pantai Kedonganan sekitar jam 5.30 wita…..cuaca sangat cerah, matahari sudah mulai menurun, berwarna warni dari jingga-merah-kekuningan. Saya dan teman segera mengambil tustel, karena nanti keburu matahari tenggelam.

Turis memenuhi pantai Kedonganan, menunggu sun set

Turis memenuhi pantai Kedonganan, menunggu sun set

Di pantai saya lihat banyak sekali turis yang sedang menikmati makan sambil menunggu sun set. Grup musik yang terdiri dari 4 (empat) orang dengan gitar menyanyi dari meja ke meja, saya perhatikan mereka menyanyikan lagu-lagu sesuai kebangsaan tamu.  Saya mendengar lagu berbahasa Jepang, tak lama kemudian lagu pop berirama Latin, juga lagu-lagu lain …. betul-betul hebat. Matahari makin tergelincir ke bawah…terjadi bauran warna yang sangat menakjubkan. Rasanya sungguh indah, tak bisa diucapkan dengan kata-kata dan tulisan….saya sungguh menikmatinya. Dan sesekali pesawat terbang melintasi menuju landasan di airport International Ngurah Rai.

Jagung bakar di pantai Kedonganan

Jagung bakar di pantai Kedonganan

Setelah memesan makanan, saya dan teman segera mengambil air wudu, saya bersyukur restoran “Sea Side Cafe” di Pantai Kedonganan, Kuta, Bali ini mau menyediakan tempat di kantornya untuk tempat menunaikan sholat Magrib. Selesai sholat saya bisa menikmati ikan bakar beserta air kelapa muda…juga jagung bakar.

Di pantai terlihat tukang jagung bakar dan jagung rebus, lengkaplah sudah suasana buka puasa yang indah dan nikmat ini, ditemani lagu dari gitar yang dibawakan empat serangkai, serta deburan ombak. Tak lama kemudian saya mendengar gamelan Bali yang ternyata mengiringi seorang gadis remaja menarikan tarian Bali…sungguh indah.

Kami betul-betul terserap oleh suasana sekitar, tak terasa hari makin malam, sambil bermalas-malasan kami segera beranjak dari kursi, karena masih banyak kewajiban yang harus dikerjakan saat bulan Ramadhan seperti ini.

Iklan

Responses

  1. ah jadi kangen pantai 😀

  2. Wah, suasana buka puasa yang mengasyikkan ya bu di Bali yang mayoritas non muslim. Sambil menikmati sunset tentu hal yang menyenangkan dan tidak terasa waktu berbuka tiba juga. Yang pasti, bekerja di bulan ramadhan menjadikan seseorang lebih produktif dalam menelorkan ide2.

  3. minal aidin wal faizin bu
    foto2nya bagus2 bu…, syahdu ya berbuka puasa di suasana senja cantik

  4. saya juga taunya jimbaran bu yang makan di pinggir pantai itu…
    bagus juga pantai kedonganan ini ya….

    btw, selamat Idul Fitri ya bu… mohon maaf lahir batin…

  5. Sunsetnya… begitu indah. Menunggu buka puasa sambil memandang sunset. Sungguh anugrah. 🙂

  6. Indahnya mensyukuri saat berbuka ditemani senja merona bu En. Dicatat ah Kedonganan, selama ini yg terekam acuan Jimbaran. Salam

    Iya mbak…..Jimbaran dan Kedonganan, sama-sama indah, dan makanan nya sama-sama enak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: