Oleh: edratna | September 1, 2013

Dari Kondangan ke Kondangan: Jika ada anggota A678 mantu

Pagar reyot atau pager layu?

Pagar reyot atau pager layu?

Jika sudah seusia saya, undangan berarti ada teman yang mantu anaknya. Rencana ini sudah diketahui sebulan sebelumnya, saat ada reuni pada pertengahan Juni 2013, sehingga saat kita hadir ke kondangan teman, sekaligus halal bil halal. Kebetulan yang mau punya hajat dua orang dan ber turut-turut tanggal 31 Agustus 2013 dan tanggal 1 September 2013.

Dua minggu sebelumnya komentar makin ber sahut-sahut an melalui bbm group, mau datang sendiri-sendiri atau  rame-rame, karena ada yang sudah lama nggak ke kota Bogor, walaupun dulu merupakan kota tempat kami menuntut ilmu, tapi kondisinya sudah jauh berbeda.

Kemudian ada ide, bagaimana jika teman-teman angkatan A678 (angkatan kami masuk Fakultas Pertanian IPB) ikut menjadi pager reyot alias pager layu, karena memang tak pantas untuk dikategorikan pagar ayu lagi,  rata-rata sudah punya cucu ….. tapi kami masih dapat dikategorikan nenek-nenek cantik lho (memuji diri sendiri). Akhirnya kami membuat janji, agar para ibu memakai pakaian polos di atas (dapat berupa blouse atau kebaya) sedang bawahannya batik, para akung (julukan kami pada para bapak) memakai hem batik.

Kemudian yang punya gawe punya usul, bagaimana jika kami menyumbangkan tiga lagu Batak? Waduhh, ini yang repot, selain suara tak layak diperdengarkan karena orang bisa sakit telinga, juga kami semua rata-rata tak hafal lagu-lagu Batak. Kemudian muncul ide dari teman, agar kami melihat dari Youtube dan syairnya disalin. Lagu tersebut selain punya kenangan manis untuk yang punya hajat, juga bisa digunakan mengiringi manotor. Akhirnya pilihan pada lagu “Sinanggar Tullo, Alusi Au dan Si Togol.” Ada teman yang bertugas mengirim melalui email, jika ingin latihan sendiri sebelumnya, dipersilahkan melihat youtube, namun nanti pas di acara akan dibagikan teks nya agar bisa ngrepek. Tentu saja tak ada yang sempat latihan sendiri, kecuali yang mau mengiringi dengan organ, yang juga teman kami satu angkatan, dibantu oleh nyonya nya, yang suaranya memang bagus.

Hari Sabtu, 31 Agustus 2013.

Kami janji akan ketemu di depan gedung Antam, karena teman yang bawa mobil rumahnya di Pasar Minggu, sedang teman yang lain ada yang dari Cilandak dan Ciputat. Ternyata ada telepon masuk, teman yang dari BSD tak tahu arah, jadi kami janji an saling menelepon agar tak tersesat. Sebetulnya lokasi mudah, yaitu di Aston Hotel, Bogor, namun karena memang sudah lama sekali nggak menjelajah kota Bogor, agak kawatir juga kalau nyasar. Syukurlah akhirnya kami bisa ketemu setelah melewati istana Batutulis, kemudian konvoi ke tempat acara.

Selesai acara adat, yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi, kami semua berjejer di pintu masuk. Namun karena gaya nya mirip tamu biasa, malah para tamu (yang rata-rata dosen IPB atau teman-teman kuliah dulu) ikut mengobrol di pintu masuk, saat dipersilahkan malah mengajak kami masuk. Yang langsung kami jawab..”Ssst… kami nih penerima tamu.”  Teman yang jadi tamu agak kaget, langsung senyum-senyum…. “Wahh, angkatan kalian kompak ya,” kata nya sambil memasuki acara resepsi.

Foto bersama dengan bapak Ibu Haryadi, mantan guru kami, yang baru ketemu lagi setelah 37 tahun

Foto bersama dengan Bapak Ibu Haryadi, mantan guru kami, yang baru ketemu lagi setelah 37 tahun

Yang mengharukan, kami bisa ketemu mantan dosen kami yang sudah sepuh (tentu saja, lha kan kami sendiri juga sudah sepuh), bapak dan ibu Haryadi. Bapak Haryadi duduk di kursi roda, tersenyum mendengar celotehan kami saat memperkenalkan diri, terlihat senang.

Ibu Haryadi sendiri sangat senang bisa ketemu mantan para mahasiswanya, ada yang mantan Direktur, ada yang masih aktif dan belum pensiun. Sungguh mengharukan, kami teringat masa-masa saat beliau mengajar kuliah dulu …. dan yang  terkenal killer. Namun kami semua menyayangi beliau, dan syukurlah kami semua berhasil melalui ujian beliau dan lulus.

Lho! Kenapa malah nengok ke belakang?

Lho! Kenapa malah nengok ke belakang?

Akhirnya tiba waktunya naik panggung, entah bagaimana, yang rencana semula saya di belakang (karena bagian nya cuma bisa umak-umik, nggak bisa nyanyi) ikut terdorong ke depan. Waduhh, celaka, apalagi tahu teman di sebelah ku juga sama-sama nggak bisa nyanyi.

Tapi dengan niat baik, kami semua membuka krepekan dan menunggu aba-aba kapan mulai masuk ke lagunya…..hahaha. Tapi para tamu, yang mungkin merupakan saudara dan teman-teman yang punya hajat, mendukung kami dengan ikut bernyanyi rame-rame, membuat lingkaran untuk manotor. Dan hati makin lega, setelah ada sukarelawan ikut naik panggung, yang betul-betul asli Batak dan bisa bernyanyi (maklum yang naik panggung juga ada teman dari Sumatra Utara, tapi nggak bisa nyanyi). Malahan ada permintaan, agar kami melanjutkan dengan lagu poco-poco…… betapa senangnya, melihat acara begitu meriah, pengantin bersama ibu pengantin dengan teman-teman dan para saudara ikut menari poco-poco.

Saat kami menyalami Tinoek (yang punya hajat) beserta Anto (pengantinnya), yang selama ini sering mengantar para Akung dan Nin-nin (dari Nini-nini) piknik rame-rame, memeluk kami semua sambil menangis terharu. Kami juga ikut terharu, merasa betapa para saudara dan teman mendukung grup akung nini yang tanpa latihan langsung naik panggung ini.

Minggu, 1 September 2013.

Hari Minggu, giliran kami datang ke acara hajatan Hoky Siregar (kebetulan juga dari Sumatra Utara) yang diadakan di Cibubur. Kembali saya janjian dengan Ati, untuk ketemu di depan Citos sekitar jam 11.15 wib karena Ati akan menghadiri akad nikah saudara nya lebih dahulu. Rupanya di depan Citos banyak yang menanti teman seperti saya, karena situasi jalan raya sekarang, lebih nyaman jika kami janji di suatu meeting point untuk mengatasi kemacetan. Syukurlah perjalanan cukup lancar, hanya tersendat saat mulai memasuki Cibubur. Sempat hampir nyasar masuk ke kondangan orang lain, syukurlah kami membaca nama pengantin nya. Ternyata di Taman Wiladatika terdiri dari beberapa gedung, yang rupanya semua penuh, sehingga kalau tidak hati-hati, kita bisa keliru ke acara orang lain.

Foto bersama pengantin, syal hejo tak ketinggalan

Foto bersama pengantin, syal hejo tak ketinggalan

Sampai tempat resepsi sudah ada teman yang datang lebih dulu, dari Bandung dan dari Ciawi. Setelah menyalami kedua pengantin beserta kedua orangtua, kami mengobrol bersama teman-teman sambil menikmati makanan, dan tak lupa berfoto bersama.

Foto dulu bersama teman satu angkatan

Foto dulu bersama teman satu angkatan

Kami hanya sempat ketemu teman jika ada acara seperti ini, beginipun tak semua bisa hadir karena banyak yang menerima undangan lebih dari satu pada hari dan jam yang sama. Kami mengobrol seru, apalagi saat teman-teman yang dari Bogor datang.

Sebelum berpisah, karena ada yang masih harus menghadiri undangan lain, kami menyempatkan diri berfoto bersama pengantin, serta kedua orangtuanya …tentu saja tak lupa memakai syal hejo khas Faperta IPB.

Akhirnya kami berpisah, dan melanjutkan perjalanan masing-masing, jika masih ada umur, semoga masih bisa ketemu lagi dalam kondisi sehat walafiat. Saya turun di Kupat Tahu Magelang di daerah Pasar Minggu, untuk melanjutkan perjalanan ke rumah dengan naik taksi.

Iklan

Responses

  1. angkatannya kompak sekali, Buuu…

    Kompak karena sedikit, Mike.

  2. waduuuhh.. malah saya yang Batak dan ngaku bisa nyanyi ga pede nyanyi lagu Batak Bu, hahaha.. kata teman2 Batak saya, bahasa Batak saya marpasir-pasir (ga dapet lah logatnya dan ketahuan bukan anak Medan asli)

    😀

    Wahh untung dulu nggak pakai test nyanyi ya

  3. Wah, senangnya masih bisa kumpul-kumpul begitu ya, Bu. Kondangan memang bisa menjadi salah satu sarana untuk reunian ya, Bu.

    Betul, kesempatan sekalian reunian dan silaturahim

  4. langsung nyengir pas baca di kata pagar layu itu… hehehehehe

    Hmm…pagar layu.

  5. Ibu…… eh kakak…kakak… bangganya dengan kekompakan A.678
    Ibu terima kasih memuat foto guru-guru kita Pak Haryadi Kimia dan Ibu Sri Setyati H….. langsung teringat suasana prakt di lab Kimia (plus suguhan susu/kacang hijau bagi kami asisten usai bertugas).
    Salam

    Iya mbak Prih, senang sekali saat bisa ketemu bapak ibu Haryadi……


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: