Nonton “Gravity” dan “The Butler”

Sekitar dua minggu yang lalu, saya membaca resensi film di Kompas …”Wahh, film bagus ini“, pikir saya. Saya memberi tahu anak saya, namun biasanya acara bagus apapun bisa terlewat, karena untuk pergi keluar rumah saat ini memerlukan persiapan yang cukup, karena macet dimana-mana. Mendengar teman di Bogor bisa nonton Gravity rame-rame, rasanya iri …. tapi apa boleh buat, ada banyak kegiatan yang tak bisa ditinggal. Jadi setelah lewat dua minggu sejak ada resensi di Kompas, saya masih belum sempat nonton. Bahkan hari Minggu yang kosong acara, saya lalui di rumah, karena sehari sebelumnya acara sudah padat.

Lanjutkan membaca “Nonton “Gravity” dan “The Butler””

Jalan-jalan sehari bersama cucu

Akhir pekan yang lalu bundanya Ara menengok ayah ibu nya di Malang, dan karena kesibukan yang padat, babeh dan Ara tetap di Jakarta. Akhir pekan itu keponakanku menikah di anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah. Saya sengaja mengajak Ara untuk menghadiri acara pernikahan tersebut, sekaligus mengenalkannya pada saudaranya yang lain. Sejak sehari sebelumnya, kami telah cerita bahwa akan mengajak Ara ikut ke TMII, dan menanyakannya apakah Ara mau ikut? Menghadapi cucuku ini harus hati-hati, dia tak akan mau diajak jika tidak sesuai dengan keinginan nya, jadi segala sesuatu harus dijelaskan dulu, dan dikondisikan sebelumnya. Jadi pas hari Sabtu pagi, Ara sudah semangat, mau makan pagi, dan sesudahnya mandi, berganti baju, karena mau ikut Yangti dan babeh ke TMII.

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan sehari bersama cucu”

Jalan-jalan: Menikmati suasana resto Cacaote di sore hari gerimis

Saat temanku mengajak janji temu sore hari di Cacaote, sebuah resto yang baru dibuka sebulan lalu di jalan Senopati 80, saya agak ragu. Kenapa kok sore hari, kenapa nggak waktu makan siang? Maklum, janji temu jam 16.00 wib adalah waktu yang tanggung, karena berdekatan dengan waktu Magrib dan jalanan Jakarta lagi macet-macet nya. Namun karena waktu lain sulit untuk ketemu, akhirnya disepakati ketemu di Cacaote sekitar jam 16.00 wib. Benar saja, baru keluar rumah dan memasuki jalan besar, kemacetan tak bisa dihindari, padahal kami langsung berangkat setelah sholat Ashar jam 15.00 wib. Karena baru pertama kali, kami menelusuri jalan Senopati dari arah barat, melihat ke kiri dan ke kanan, karena tak punya bayangan seperti apa wajah Cacaote ini. Dan resto ini sejak dibuka selalu ramai didatangi pengunjung, terutama yang berusia muda, sehingga perlu telepon dulu untuk pesan tempat duduk. Saat menulis tulisan ini, saya mencoba googling, ternyata  resto Cacaote ini sekarang mendapat peringkat 382 dari 2.087 restoran di Jakarta, serta mendapat bintang 4 (empat) dari 5 (lima) bintang.

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan: Menikmati suasana resto Cacaote di sore hari gerimis”

Apakah anda masih langganan koran dan majalah?

Saat masih di kota asalku, koran langganan datang sore hari, jadi kalau sore, ayah akan sibuk membaca koran yang baru datang sambil minum teh atau kopi. Langganan ayah adalah “Kompas”, dan kami suka rebutan cerita bersambung yang selalu ada di Kompas. Membaca koran ini masih saya lakukan sampai saat ini, bedanya saya menerima koran “Kompas’ pagi-pagi sekali, dan seminggu sekali menerima “Kontan.” Ada beberapa temanku, yang setelah ada internet, hanya membeli koran sesekali, karena membaca di internet beritanya bisa update terus. Namun bagi saya, kalau nggak baca koran di pagi hari rasanya ada yang kurang, ibaratnya seperti belum minum teh pagi hari. Jika waktu libur (Sabtu-Minggu) dan tak ada acara keluar rumah, nikmatnya baca koran sambil  duduk santai, atau tiduran…. dan bunyi kresek-kresek nya itu yang ngangeni.

Lanjutkan membaca “Apakah anda masih langganan koran dan majalah?”

Bermain sambil melatih si Kecil

Mendidik si kecil sebaiknya dimulai dari rumah, dari kegiatan sehari-hari. Memang mudah mengatakannya, namun tak mudah untuk menjalankannya. Apalagi jika di rumah terdiri dari berbagai orang, yang sifat dan kebiasaan nya berbeda-beda, namun demi kebaikan si kecil perlu dibuat aturan yang tegas. Si Kecil, yang merupakan cucu pertama saya, sekarang lagi lucu-lucu nya dan sangat cerewet, setiap hal ditanyakan dan sebagai orang yang lebih tahu harus bisa menjelaskan sesuai kemampuan pemahaman si anak. Kebiasaan setiap hari juga harus diterapkan dengan disiplin, namun dengan kasih sayang sehingga si Kecil tidak stres dalam mengikutinya. Sejak beberapa bulan lalu, si kecil telah mulai sekolah, disini juga perlu ada diskusi terus menerus antara guru dan orangtua, agar apa yang telah dipelajari di sekolah secara konsisten diterapkan di rumah.

Lanjutkan membaca “Bermain sambil melatih si Kecil”

Mencoba Kedai “Kak Ani” bersama sahabat Blogger

Saya mengenalnya pertama kali lewat blog, walau dia bisa dibilang seumuran anakku, melalui percakapan lewat blog, yang dilanjutkan dengan kopdar, kami merasa nyambung walau beda umur sangat jauh. Kadang-kadang kami bertemu, diskusi apa saja, dari buku, pekerjaan dan segala hal yang biasa dibicarakan antara dua perempuan dewasa. Entah kenapa, dia selalu ada saat saya membutuhkan, terutama di saat-saat yang penting. Dia aktif bergaul, berorganisasi, dan sekarang hobi barunya adalah lari 10 K. Biasanya, minimal setahun sekali kami ketemu, kecuali ada hal penting yang ingin didiskusikan. Entah kenapa, biasanya pertemuan mendekati pas hari Iedul Adha, entah karena saya juga agak santai karena ada liburan panjang, atau apa. 

Lanjutkan membaca “Mencoba Kedai “Kak Ani” bersama sahabat Blogger”

Gara-gara mengejar “Moci Sukabumi”

Moci khas Sukabumi
Moci khas Sukabumi

Tentu teman-teman sudah banyak yang mengenal makanan yang disebut moci ini, yaitu makanan yang terbuat dari tepung ketan, tepung kanji, kacang tanah, gula dan vanila. Saya mengenalnya dari teman yang masa kecil dan remajanya di Sukabumi, suatu ketika dia membawa moci saat ada reuni teman seangkatan. Saya awalnya tak terlalu antusias mencoba makanan ini, ternyata …. makanan ini sesuai dengan jenis kue kesukaanku. Kesempatan kedua mencoba moci adalah saat saya menemani teman ke Rancamaya, pulangnya melewati jalan Sukasari 2, yang terkenal dengan asinan segar Gedung Dalam. Kami mampir ke asinan segar Gedung Dalam ini (sekarang namanya Asinan Sedap), disini kami membeli pisang sale (pisang sale disini enak), asinan buah dan tentu saja kue moci yang dari Sukabumi. Ternyata sampai rumah yang diserbu kue moci ini, sehingga menantu saya nitip moci cukup banyak untuk dibawa ke kantor nya, saat mendengar  saya  akan pergi ke Bogor.

Lanjutkan membaca “Gara-gara mengejar “Moci Sukabumi””