Oleh: edratna | Oktober 25, 2013

Jalan-jalan: Menikmati suasana resto Cacaote di sore hari gerimis

Saat temanku mengajak janji temu sore hari di Cacaote, sebuah resto yang baru dibuka sebulan lalu di jalan Senopati 80, saya agak ragu. Kenapa kok sore hari, kenapa nggak waktu makan siang? Maklum, janji temu jam 16.00 wib adalah waktu yang tanggung, karena berdekatan dengan waktu Magrib dan jalanan Jakarta lagi macet-macet nya. Namun karena waktu lain sulit untuk ketemu, akhirnya disepakati ketemu di Cacaote sekitar jam 16.00 wib. Benar saja, baru keluar rumah dan memasuki jalan besar, kemacetan tak bisa dihindari, padahal kami langsung berangkat setelah sholat Ashar jam 15.00 wib. Karena baru pertama kali, kami menelusuri jalan Senopati dari arah barat, melihat ke kiri dan ke kanan, karena tak punya bayangan seperti apa wajah Cacaote ini. Dan resto ini sejak dibuka selalu ramai didatangi pengunjung, terutama yang berusia muda, sehingga perlu telepon dulu untuk pesan tempat duduk. Saat menulis tulisan ini, saya mencoba googling, ternyata  resto Cacaote ini sekarang mendapat peringkat 382 dari 2.087 restoran di Jakarta, serta mendapat bintang 4 (empat) dari 5 (lima) bintang.

Susu milk hangat yang enak

Susu milk hangat yang enak

Kami sampai ke Cacaote pas hujan gerimis mulai turun, kami berlari-lari memasuki restoran, disambut oleh penerima tamu (yang akhirnya diketahui bernama Razak) yang ramah. Setelah mengecek nama teman yang memesan tempat di resto ini, Razak mengantar kami ke tempat duduk. Dia menjelaskan kekhasan resto ini, masakan nya berupa brasserie, yang merupakan khas masakan Perancis.

Dia menawarkan minuman dan menu untuk dibaca, dan bisa memesannya sambil menunggu teman kami yang satu lagi datang. Saya bertanya pada Razak, apa minuman yang khas di resto ini? Razak mengatakan kalau coklat, akhirnya kami berdua sama-sama memilih coklat milk.

Kue yang dipesan

Kue yang dipesan

Pilihan yang akhirnya disadari salah, bukan kok minuman coklatnya kurang enak, tapi setelah teman kami yang satunya datang, makanan yang dipesan berupa kue-kue coklat yang lezat dan mengenyangkan, sehingga jika dibarengi dengan minuman coklat biarpun sedap, tetap kurang pas.

Akhirnya kami memesan lagi teh pepermint, dan ternyata teh panas pepermint ini memang cocok untuk disantap bersama dengan kue-kue khas Cacaote. Kue yang dipesan adalah Chocolate Eclair dan Salted Caramel Eclair dan Dark Chocolate. Dari ketiga pilihan kue ini, saya merekomendasikan Salted Caramel Eclair, rasanya crispy, dengan paduan coklat yang langsung meleleh di lidah….yummy.

Interior ruangan yang menenangkan dan membuat santai

Interior ruangan yang menenangkan dan membuat santai

Interior resto Cacaote

Interior resto Cacaote

Interior resto ini sungguh menyenangkan, cocok untuk tempat bersantai, mengobrol dengan teman-teman. Lokasi yang terletak di jalan Senopati No.80 yang selalu rame, membuat mudah melakukan pertemuan selepas kantor di sini. Untuk ketemu teman pas istirahat makan siang juga sesuai karena letaknya dekat pusat perkantoran dan bisnis. Yang menjadi masalah adalah tempat parkir, dengan banyaknya pengunjung, tempat parkir yang sebenarnya cukup luas menjadi tidak memadai lagi. Namun kekurangan ini diimbangi dengan kelezatan makanan khas hasil  olahan chef di cacaote.

Hujan makin deras, kami akhirnya memilih makanan yang cukup ringan namun mengenyangkan. Resto ini menyanyikan makanan tertentu pada jam tertentu. Ada sejenis kue yang hanya dibuat sekali sehari, mengingat kesulitan saat membuatnya. Ada jenis kue yang dibuatnya tiga kali sehari. Saat kami memesan makanan, pelayan mengatakan bahwa masakan tersebut baru dimasak untuk dinner…. yang artinya kami terpaksa menunggu dua jam lagi jika ingin menikmatinya. Akhirnya kami memilih piza vegetarian….. dan rasa piza nya enak, serta cukup mengenyangkan.

Cacaote di malam hari

Cacaote di malam hari

Pada saat mau membayar, akhirnya teman yang membayar mengatakan bahwa ini merupakan traktiran dia, sebagai acara merayakan ulang tahun walau telah lewat seminggu yang lalu. Dan saat dia menyebutkan tanggal, ternyata ulang tahunnya hanya selisih satu tanggal dengan saya. Akhirnya tiba saatnya untuk pulang, setelah sampai di luar baru menyadari belum memotret resto ini dari luar. Sayang pas kesini kami tak ada yang membawa tustel, jadi semua foto-foto dilakukan melalui hape dan BB.


Responses

  1. Gayanya Perancis bener ya, Bu? Kuenya kelihatan kecil ya, Bu? Pasti akan merasa kurang, tuh, karena enaknya.😛

  2. Aduh duh.. ngeliat fotonya bikin malem2 jadi laper nih hehe

  3. wahhh… enak banget ya bu tempatnya…
    bisa betah lama2 duduk disana🙂

  4. wiiii lux banget Bu restonya..
    btw, cacao sama cocoa apa bedanya ya? -oot

    oya Bu, nomer saya masi yg lama kok…🙂 siap kopdar kalo Ibu ke Medan

  5. walah, lihat interiornya saya keder duluan :p

  6. Secangkir coklat hangat dinikmati bersama sahabat maupun kerabat rasanya keluarga banget ya Ibu. Belum lagi tampilan cantik kuenya… ah nelen ludah sembari memelototi timbangan. Salam hangat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: