Oleh: edratna | Februari 20, 2014

A678-Semalam menginap di Landhuis

Foto depan Faperta IPB (Foto by IAC)

Foto depan Faperta IPB (Foto by IAC)

Biasanya kami mengadakan reuni angkatan masuk Faperta IPB setahun sekali, kali ini reuni diadakan pada tanggal 15-16 Februari 2014, dan seperti biasa, reuni ini dimaksudkan untuk angkatan Faperta IPB A678 (atau angkatan tahun 69, 70 dan 71) beserta anggota keluarganya. Kami sepakat untuk menginap di Landhuis, yang dulunya rumah kepala kebun karet, yang kemudian dipakai untuk asrama mahasiswi Fak Kehutanan. Saat ini telah direnovasi, digunakan sebagai wisma tamu.  Untuk bisa menginap di Landhuis harus pesan dari jauh hari, karena banyak sekali tamu yang berminat menginap disini, terutama dari negara asing.

Jambu kristal yang baru dipetik

Jambu kristal yang baru dipetik

Sabtu pagi saya bersama Ati janji ketemu di Penvil dengan Alda, yang rumahnya di daerah Pejaten Selatan, kemudian bersama-sama ke arah Bogor, bertemu teman-teman dari Bogor di depan toko Ngesti, di sebelah terminal bis Baranangsiang. Dari sini kami menuju kampus IPB Darmaga, tempat lokasi Landhuis. Kami berlima (Enny, Alda, Ati, Tinoek dan Meity) sempat mampir dulu ke Teaching Farm jambu biji, membeli jambu biji, gambas dan buncis yang segar dan habis dipetik.

Serabi dan rujak...masakan ibu-ibu di Landhuis sungguh sedaaap

Serabi dan rujak…masakan ibu-ibu di Landhuis sungguh sedaaap

Dari sini langsung menuju Landhuis, untuk makan siang yang menunya soto, dan disediakan rujak dan serabi. Dan ternyata justru rujak ini yang habis diserbu, padahal sebelumnya pengelola Landhuis agak kawatir, apakah para mantan mahasiswa/i yang sudah sepuh ini masih kuat makan rujak.

Acara hari Sabtu ini adalah keliling kampus IPB, karena kami dulu saat kuliah masih di kampus Baranangsiang. Paginya kami keliling ke kebun percobaan, dan untuk penelitian, yang dikelola oleh mahasiswa IPB, ada yang bekerjasama dengan Taiwan, ada yang bekerjasama dengan PT East West Seed.

Gembira ria turun dari odong-odong (bis terbuka dan gandeng IPB)

Gembira ria turun dari odong-odong (bis terbuka dan gandeng IPB)

Kami naik bis gandeng terbuka, jadi kami menamai nya dengan odong-odong. Senang berkeliling beramai-ramai dan kemudian ikut panen, saya membeli butternut, dan papaya yang rasanya manis sekali.

Ati dan Enny-senang mendapat butternut yang besar

Ati dan Enny-senang mendapat butternut yang besar

Kenang2an buku sejarah IPB, disampaikan oleh Dekan Faperta kepada Kepala Suku A678

Kenang2an buku sejarah IPB, disampaikan oleh Dekan Faperta kepada Kepala Suku A678, dibagikan untuk masing-masing A678 yang hadir

Pada malam hari sebelumnya, Dekan Faperta (Dr. Ir. Ernan Rustiadi) berkenan hadir, beserta ibu Dr. Iis Syarifah (Direktur Pengembangan Hubungan IPB dan Alumni), memaparkan kebijakan strategis pengembangan IPB 2014-2018, serta peran serta alumni.

Mantan bapak ibu dosen tercinta ...sungguh banyak kenangan kami bersama beliau

Mantan bapak ibu dosen tercinta …sungguh banyak kenangan kami bersama beliau

Hari Minggu besoknya merupakan acara puncak, karena kami mengundang para bapak ibu mantan dosen, guru dan pembimbing kami. Sebelum acara kami bersama-sama menyanyikan lagu “Gaudeamus igitur” dilanjutkan dengan “Hymne IPB” …sungguh rasanya terharu sekali…dan Hymne Guru dinyanyikan bersama saat pemberian kenang-kenang an pada beliau, mantan dosen, guru dan pembimbing kami. Sayang banyak dari beliau yang sudah tiada, tanpa beliau kami semua tak bisa menjadi seperti sekarang ini.

Banyak kesan dan pesan beliau pada kami, terutama yang sudah memasuki masa pensiun, bahwa pensiun tetap harus punya kegiatan yang positif dan masih bisa berkarya. Sungguh terharu, beliau masih mengingat kami, kenakalan-kenakalan kami saat masih mahasiswa.

Alhamdulillah acara berjalan lancar, sungguh banyak kenangan yang tak terlupakan.


Responses

  1. senangnyaaaa….🙂

    Ayo Mechta, reunian dengan blogger, nginep di sana…..
    Om Nh dan Mechta panitianya.

  2. Ibu, selalu kagum dengan guyup rukun kakak-kakak A678.
    Lewat seperempat abad hymne IPB selalu mengait haru, tanda proses menyatu yang tak terbantahkan.
    Mari jaga karunia kesehatan ya ibu Enny, kami adik-adik selalu merindu postingan reuni kelompok kecil begini.
    Salam hangat

    Iya mbak Prih, makanya kami usahakan setiap tahun ada reuni, gantian, di Bogor atau Jakarta.
    Dan selalu berkurang, karena ada yang dipanggil oleh Nya.

  3. asik banget sih bu sering reunian gitu…😀

    Iya asyik, dan letaknya tak jauh dari Darmaga, kalau nggak macet. Sekarang Bogor-Darmaga selalu macet, padahal dulu selama penelitian, tiap hari saya ke Darmaga dari Bogor, naik angkutan desa, karena kiri kanan jalan masih ladang.

  4. awal Februari kami sekeluarga juga ke daerah sini bu, sekalian mampir pengen lihat kampus Dramaga
    ikut masuk sampai ke dalam kampus yang asri.., tapi sore itu sepi, hari libur sih…
    ndak merhatikan di mana letak landhuis, di Dramaga atau di Baranangsiang bu?

    Letak Landhuis di daerah (di dalam ) Kampus IPB Darmaga, persis sebelah kiri nya masjid yang ada di dalam kampus.
    Mbak Monda, kalau mau ingin tidur di Kebun Raya, ada satu rumah yang bisa disewa….

  5. waduuuh menyenangkannya Bu bisa ngumpul lagi begitu.. Pasti banyak cerita seru ya..

    Iya ceritanya seru…

  6. Wah masih ingat ya Bu dosen-dosennya sudah sekian lama juga.
    Memang benar Bu, sudah pensiun pun sebaiknya punya kegiatan juga.

    Betul Zizi, tapi jangan yang melelahkan fisik, karena daya tahan fisik jauh berbeda dengan semasa muda.

  7. Selalu menyenangkan setelah reunian…

    Yup betul dan refreshing ketemu teman yang lama baru ketemu lagi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: