Oleh: edratna | Februari 26, 2014

Tingkahlaku para cucu yang lucu saat ikut eyang reuni

Joakim dan eyang yang masih cantik dan segar

Joakim dan eyang, yang masih cantik dan segar

Saat kami sedang reuni, saya mengamati tingkah laku para cucu,  yang  ikut hadir di Landhuis.  Tingkah laku para cucu ini lucu-lucu, membuat kami semua tersenyum.

Di depan gedung Andi Hakim Nasoetion. Alda ketutup oleh Naufal

Di depan gedung Andi Hakim Nasoetion. Alda ketutup oleh Naufal

Para cucu ini ikut aktivitas para eyang, melihat kebun, serta keliling kampus Darmaga. Saking semangatnya, saat berpose, sang cucu (Naufal, cucu nya Iswandi Anas Chaniago) ikut mengacungkan kedua tangan sambil berdiri, mengakibatkan yang lain tertutup.

Cucu Gunawan, melatih para eyang menyanyi Hymne Guru

Cucu Gunawan (baju merah), melatih para eyang menyanyi Hymne Guru

Saat hari Sabtu malam, para nin dan akung (panggilan A678 yang sudah sepuh) masih kurang pas dalam membawakan lagu “Hymne Guru” saat latihan, cucu Gunawan Sukarso (A6) yang masih duduk di kelas 5 SD, akhirnya maju ke depan memimpin para eyang latihan menyanyi lagu “Hymne Guru”. Syukurlah ada cucu Gunawan, sehingga besoknya, saat mengiringi pemberian kenangan pada para mantan dosen, para A678 sudah lancar membawakan lagunya walau pakai contekan.

Senangnya cucu nya Ella dapat kupu

Senangnya cucu nya Ella dapat kupu

Cucunya Ella sungguh berbanding terbalik dengan Ella yang  dikenal kalem dan pendiam. Dia suka memotret kegiatan para eyang dengan Ipad nya. Namun bukan pose yg bagus, justru hasilnya foto-foto yg lucu. Contoh: memotret pantat para eyang saat senam, saat  ada acara permainan  menembak burung dengan pembaca narasi ibu Sri Harjadi (dosen kami yang terkenal tegas dan disiplin….sehingga kami semua tak menyangka beliau bisa membawakan acara yang membuat kami semua lepas tertawa nya).  Kami semua  terbahak-bahak melihat hasil bidikan nya. 

Joakim, cucu nya Tinoek, umurnya sekitar 3 tahun, seumur dengan cucuku. Dia tak tahan melihat barang berantakan dan gemes ingin merapihkan. Saat masuk ke kamar kami dan ada eyangnya, dikasih tahu kalau itu barang milik eyang yang masih sibuk. Bagaimana nggak berantakan, kapasitas kamar 3 (tiga) orang, ditambah dua kasur besar sehingga muat 7  (tujuh) orang …. tapi disini seni nya karena bisa ngobrol rame-rame sambil ngegoler. Dasar perempuan, biar sudah nenek-nenek, bawaan nya banyak, untuk pergi ke Bangkok sama saja bawaan nya dengan pergi  ke Darmaga yang hanya 12 km dari Bogor, kopernya sama besarnya. Terbayang bagaimana situasi kamar, yang jadi markas panitia ini.

Rupanya Joakim tak puas, saat tak ada orang, dia masuk lagi ke kamar saat dirasa tak ada orang,  maksudnya beberes.  Saat  salah satu teman kami masuk ke kamar dan menemui Joakim sendirian sedang sibuk, oleh teman saya ditanya: “Joakim sedang apa? Beres-beres eyang,” katanya.

Saat acara selesai dan …  kami semua masuk ke kamar untuk beres-beres barang untuk dimasukkan ke  koper masing-masing,  terjadi kelucuan, kaos Meity ada di ranjangku, begitu pula kaos teman yang lain dipindah  tempat nya … dan koper bergeser. Jadilah kami bongkar koper dulu, siapa tahu ada barang teman masuk koper yang salah. Lucu dan seru….

Ternyata, setelah kami saling berkirim kabar lewat milis, teman yang lain  cerita tentang Joakim yang lucu dan usil. Siang sebelum acara selesai, teman kami pergi ke kamar nya di No. 5 dan tentu saja membuka kamar pakai kunci. Tanpa  disadari, Joakim menyusul jalan dibelakangnya.   Saat itu  teman kami (Iswandi Anas C.) masuk kamar, mengambil sesuatu dan ingin segera kembali ke acara. Akan tetapi  saat dicari kunci yang tergantung di pintu kamar (dia yakin betul masih tergantung), kuncinya tidak ada.  Dilihat Joakim juga menghilang,  teman kami  bolak balik membongkar tas mencari kunci (maklum kalau sudah kakek nenek kan suka pelupa), lebih dari 15 menit dan sedikit berkeringat,  teman tadi kembali menutup kamar tanpa dikunci.   Dia pikir kalaupun hilang kunci kamar No. 5, akan  diganti.  Tetapi didalam hati,  temanku berpikir mungkin “Joakim” mengerjai nya  … hehehe.  Saat  teman tadi duduk di baris paling belakang, Joakim datang, dibujuk, mana kuncinya?  Joakim berlari ke tempat makan dan kembali dengan kunci ditangannya.  Tentu saja  teman ku menjadi lega.  

Teman lain cerita, setelah di rumah memeriksa koper dan tentengan plastik, ternyata ada yang kurang. Tempat make up nya dan oleh-oleh  jambu krital yang dibagi tak ada. Kemudian dia japri ke teman yang lain, rupanya teman yang lain dapat tambahan oleh-oleh jambu kristal. Dan tempat make up ketemu saat besoknya, setelah memberi kuliah teman tadi  mampir ke Landhuis, ternyata tempat make up dipindahkan ke laci meja kamar no.2.

Profesi teman kami bermacam-macam, sebagian besar bekerja di bidang pertanian, ada yang jadi dosen, ada yang bekerja di perkebunan, namun juga banyak yang kerja di luar bidangnya, seperti: bekerja di Bank, menjadi nakhoda kapal tanker, menjadi pemain musik dan lain-lain. Teman yang mengiringi kami menyanyi, kehilangan flash dish,  rupanya diambil oleh Joakim dan lupa ditaruh dimana. Syukurlah flash dish yang berisi lagu-lagu ini akhirnya ketemu, tersembunyi diantara tuts organ. Dan saat penjaga Landhuis bersih-bersih ruangan dan kamar, menemukan kunci  salah satu kamar ada di  ember.

Anak yang usil dan banyak akal, biasanya pintar…namun saat ini kami hanya bisa komentar … Joakiiiiim!  Kau bikin  eyang-eyang  pusing!


Responses

  1. wah keluarga besar ..
    sudah lama saya tidak berkunjung, Bu🙂

  2. iiih Joakim lucuuu bu… kebayang para eyang bingung cari2an barang yg ketuker

  3. Senang ya Bu reuni begitu beramai-ramai sampai bawa cucu. Kalau skrng saya sih masih reuni bawa anak hehee..

  4. Reuni yang semakin gayeng, para cucupun terinspirasi untuk setangguh dan sekompak para eyang pujaan mereka.
    Salam hangat kami tuk Ibu Enny

  5. hihi… tingkah lucu yg membuat acara reunian makin menyenangkan ya Bu.. senangnya🙂

  6. wuih ibu udah punya cucu,,,,

  7. Salam Takzim
    Rasa sayang selalu ada untuk anak dan cucu bu, termasuk saya
    Sembari silaturahmi bawa undangan, semoga bisa hadir ke rumah untuk ikut niup lilin,
    Salam Takzim Batavusqu

  8. semoga berbahagia selalu Ibu, saya salah satu penggemar tulisan blog Ibu,,,

    Terimakasih doanya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: