Oleh: edratna | April 15, 2014

Pengalaman mengurus persyaratan menikah dengan warga Jepang

Saat si bungsu memberitahu akan menikah dengan pilihan hatinya, yang warganegara Jepang, dalam hati ….”Waduhh bagaimana nih mengurusnya”. Saya langsung teringat pada Dhana, yang sempat ketemu saat Kopdar EM pas mudik ke Jakarta. EM menikah dengan warga negara Jepang dan telah tinggal di Tokyo lebih dari duapuluh tahun, sedangkan Dhana baru menikah sekitar dua tahun lalu. Saya langsung kirim message di facebook Dhana, untuk menanyakan pengalaman Dhana dalam mengurus persyaratan pernikahan nya dengan warga negara Jepang. Diskusi dengan Dhana membuat ciut nyali, karena begitu banyak persyaratan yang harus dipenuhi, namun terkadang tak terlalu jelas. Sejak itu saya browsing di internet, sayangnya semua cerita saya peroleh dari tulisan blog, bahkan persyaratan tentang menikah di KUA (Kantor Urusan Agama), juga saya peroleh dari blogspot. Berharap semoga KUA segera  punya website sendiri untuk memudahkan mencari informasi secara akurat dan cepat.

Bagaimanapun, putriku telah menetapkan pilihan hatinya, dan berbekal pengalaman Dhana, saya mulai berjibaku tanya ke berbagai instansi yang terkait. Awalnya si bungsu ingin menikah di Indonesia, karena  Indonesia adalah tempat orang-orang yang dia sayangi. Jadi saya mencari informasi tentang pernikahan beda bangsa di internet. Pertama kali saya datang ke KUA, ketemu ibu Y, yang menjelaskan syarat apa saja yang harus dipenuhi. Antara lain, si calon suami harus menyerahkan piagam menjadi Islam, kemudian meminta single certificate (Koseki Tohon) dari Kedutaan Jepang di Jakarta. Single Certificate dari Kedutaan Jepang di Indonesia dan Piagam menjadi Islam, diserahkan ke KUA, bersama dengan  N1 sd N4 dari Kelurahan, baru dapat diproses untuk ijin menikah di KUA. Untuk mendapatkan Koseki Tohon, calon si bungsu  harus menyerahkan copy akte kelahiran, serta berbagai dokumen (kalau di Indonesia semacam Kartu Keluarga).

Selanjutnya calon si bungsu harus lapor ke kepolisian…saya sempat kaget, apa semacam SKCK? Saya mulai menelpon Kedutaan Jepang di Jakarta, meminta informasi, syukurlah konsul nya banyak membantu untuk menjawab segala pertanyaan yang saya inginkan. Saya menelpon beberapa kali, mungkin sampai staf di Kedutaan Jepang bosan, kemudian mengatakan “Bu, orang Jepangnya yang suruh telepon kesini agar tak keliru.” Kemudian saya ke Kepolisian Resort Jakarta Selatan, saat itu hujan gerimis, para polisi sedang melaksanakan upacara pagi. Saya terlibat diskusi dengan polisi jaga yang masih muda, yang rupanya dengan senang hati menjawab pertanyaan saya. Saat upacara selesai, polisi tadi mengatakan, “Ibu langsung saja temui pak N di lantai 2” Saya mengikuti sarannya, langsung naik ke lantai 2 mencari pak N…syukurlah pak N baik sekali, menjelaskan semuanya, dan mengatakan, jika calon menantu saya tak cukup sehari mengurus di Kedutaan, beliau bersedia masuk hari Sabtu. Dan sayapun diberi nomor hape nya. Saat saya tanya berapa kira-kira biayanya, sambil tersenyum, beliau mengatakan cukup Rp.25.000,- (Duapuluh lima ribu rupiah).

Kemudian saya pergi ke Kelurahan, untuk menanyakan persyaratan apa yang harus dipenuhi, yaitu N1, N2, N3 dan N4, yang nantinya diserahkan ke KUA. Karena banyak informasi yang simpang siur, saya kembali lagi ke KUA, menanyakan apakah kalau menikah harus di KUA, atau boleh di gedung atau di rumah? Ternyata jawaban KUA melegakan, karena sepanjang ada kesepakatan, akad nikah dapat dilakukan di gedung maupun di rumah, dan bisa juga dilakukan di KUA,  karena di KUA juga ada aula. Saya dipersilahkan melihat aula di lantai dua, yang bisa menampung orang kira-kira 30 orang.

Pada akhirnya, karena satu dan lain hal,  si bungsu memutuskan untuk menikah di Jepang. Pertama-tama dia menikah di City Hall (sipil Jepang), tiga minggu kemudian baru mendapat jadual untuk menikah dari KUA KBRI Tokyo. Persyaratan menikah di KBRI Tokyo dapat dilihat di http://kbritokyo.jp/layanan-publik/konsuler/penyelenggaraan-pernikahan-islam-kbri-tokyo, yaitu:

Persyaratan Nikah Islam Kepenghuluan KBRI-Tokyo

 Untuk Laki-laki/perempuan WNI:

  1. Passport
  2. Formulir Form N1, N2, N3 dan N4 dari Kantor Kelurahan di Indonesia sesuai KTP (N1=Surat Keterangan untuk Nikah, N2= Surat Keterangan Asal-Usul, N3= Surat Persetujuan Mempelai, N4=Surat Keterangan untuk Nikah).
  3. Akte lahir/Kartu Keluarga.
  4. Surat Ijin orangtua ke Penghulu KBRI (untuk perempuan).
  5. Pasfoto ukuran 2×3= 2 lembar

Untuk Laki-laki/perempuan Warga Negara Jepang/WNA lainnya:

  1. Passport.
  2. Kartu Keluarga/Koseki Tohon  (戸籍謄本)
  3. Surat ijin orang tua  (両親の承諾証)
  4. Surat kuasa dari orangtua ke Penghulu KBRI (wali nikah khusus perempuan 両親からの 承諾書(父).
  5. Khusus untuk warga negara asing di luar warga negara Jepang: Surat Belum Nikah (Unmarried Certificate) yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat dimana ia berdomisili di negaranya dan harus dilegalisasi oleh Kedutaan Negara nya di Jepang.Pas foto ukuran 2×3= 2 lembar.

Calon si bungsu hanya mendapat ijin cuti dua hari ke Jakarta, syukurlah mengurus di Kedutaan Jepang selesai dalam waktu setengah jam,  dua hari kemudian hasilnya bisa diambil, dan setelah berdiskusi cukup lama, saya diperbolehkan untuk mengambil hasilnya melalui surat kuasa. Urusan kepolisian lebih cepat lagi, dalam waktu kurang dari 15 menit, surat keterangan lapor diri telah selesai. Untuk mengurus surat ini, warga negara asing harus menyerahkan copy passport dan halaman yang ada bukti visa masuk negara Indonesia. Syukurlah, karena sebelumnya saya sudah repot, bolak balik mencari informasi ke Kelurahan, ke Kepolisian dan KUA, sedang ke Kedutaan bisa dilakukan lewat telepon, maka saat calon menantu datang semua dokumen telah lengkap.

Saran saya, jika kebetulnya jodohnya warga negara asing, carilah info sebanyak-banyaknya lebih dulu, sebelum calon suami/calon isteri datang ke Indonesia (ini untuk yang WNA nya tidak bekerja di Indonesia). Dengan demikian, waktu yang dipergunakan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada Dhana yang banyak menceritakan pengalaman nya, juga Imelda yang banyak membantu mencarikan informasi, serta mengenalkan saya pada mbak CS, yang merupakan penterjemah tersumpah untuk menterjemahkan dokumen dari bahasa/tulisan Jepang ke bahasa Indonesia, serta dari bahasa Indonesia ke bahasa Jepang dan ke bahasa Inggris. Semoga Allah swt membalas budi baik teman-teman semua.


Responses

  1. Selamat ya, Bu. Mantu lagi akhirnya.

    Wah, lumayan repot juga ya, Bu. Tak terbayang bagaimana nanti… Paling malas ngurus dokumen-dokumen begituan.

    Kalau sama-sama orang Indonesia, nggak ribet kok…

  2. Weewww.. rada susah juga ya buk,. semoga pernikahannya lancar ya😀

    Makasih Chrismana bee….mereka akhirnya menikah di Tokyo.

  3. Puji Tuhan akhirnya semua bisa selesai dengan baik ya Bu..
    Selamat atas pernikahan Narpen & Hiro.. Semoga senantiasa barokah dan bahagia sampai maut memisahkan. Amin🙂

    Terimakasih Titik, atas doanya.

  4. waduh keren banget Bu dapet mantu orang Jepang😀

    Semoga Narpen bahagia seperti Mba EM ya dan dikarunia putra yang lucu-lucu seperti Riku dan Kai.

    Cuti ke luar negeri cuma dikasih 2 hari? Ya ampun Jepang banget ya Buuuu…

    Makasih doanya Clara

  5. Selamat ya, Bu… semoga dilancarkan acara anaknya Bu…🙂

    Makasih Zizy

  6. selamat ibu, ananda telah menemukan jodohnya,..
    semoga dilancarkan semuanya ya bu.. selamat berbahagia buat mbak Narpen dan suami

    Terimakasih mbak Monda, atas doanya.

  7. Ibu Enny, ndherek bingah untuk pernikahan putri bungsu. Syukurlah setiap kesulitan yang dihadapi tersedia jalan keluar yang baik.
    Sharing Ibu pasti sangat berharga bagi calon pasangan Indo-Jepang dan keluarganya dan memperkaya pemahaman kami pembaca.
    Salam hangat kami Ibu

    Matur nuwun mbak Prih

  8. yang saya kaget Hiro dan Ani sempat bertemu 2 jam, selisipan di bandara hahaha… hebring deh😀

    Hehehe…iya, ketemu cuma dua jam…..yang lihat dikira ke Jakarta bersamaan.

  9. prosedur dan persyaratan suatu pengurusan memang kelihatan ruwet penuh tetek bengek jika kita belum mendapatkan informasi yang akurat ya mbak…..selamat menempuh hidup baru utk putrinya nggih, semoga menjadi keluarga yang bahagia

    Terimakasih ucapan selamat dan doanya.
    Sebetulnya, keruwetan terjadi karena informasi di Indonesia kurang jelas, seharusnya persyaratan harus dibuat secara elektronik, siapapun bisa mengakses, ini juga mengurangi hambatan2 lainnya.

  10. Selamat Bu. Selamat juga buat Narpen.🙂

    Saya kira kalo menikah di Jepang itu cuman ngasih surat nikah ke kelurahan (kon-in-todoke). Ternyata butuh banyak dokumen yang lain.

    Terimakasih Sandy.
    Menikah di Jepang sebetulnya tidak ribet, masalahnya kemarin KTP si bungsu sudah jatuh tempo, dan rencana awal menikah di Indonesia. Rencana berubah karena keterbatasan waktu cuti bagi pengantin pria dan keluarganya.

  11. Bu Selamat ya.. akhirnya mereka menikah ya di Tokyo….
    Sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke blog ini…
    Kalau-kalau berminat mengikuti lomba ngeblog berhadiah, saya share di sini : http://adelays.com/2014/05/02/lomba-nge-blog-berhadiah/

    Terimakasih Ade, iya, anak saya menikah di Tokyo, agar tidak ribet urusannya, yang penting sah secara agama dan tercatat secara hukum Indonesia maupun hukum Jepang.
    Saya juga jarang ngeblog…makasih kunjungan nya.

  12. Bu Enny, selamat ya atas pernikahan Narpen dan Hiro.🙂
    Postingan ini pasti berguna bagi WNI yang calonnya orang Jepang.

    Terimakasih ya Kris atas doanya.
    Iya, semoga berguna, saya juga belajar dari tulisan di blog saat mendengar si bungsu mau menikah dengan warga negara Jepang.

  13. Kebetulan anak saya juga akan menikah dengan calon Jepang, dan saya bingung mau bantu pengurusan dokumennya dimulai dari mana. Mereka berdua sekarang ada di Indonesia.

    Maaf kalau pertanyaan ini terdengar bodoh….. Apakah semua urusan legalitas di kedua negara itu harus diselesaikan dalam waktu yg sama?
    Misalkan, setelah selesai dokumen di Indonesia, maka mereka berdua harus langsung ke Jepang untuk selanjutnya mengurus legalitas di kantor sipil di sana?

  14. Selamat smga mjdi keluarga yang sakinah, memang menikah dgn orang jepang sangat ribet persyaratannya dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa, karena saya sendiri mengalaminya. Saya menikah dgn orang jepang baru 1 tahun yang lalu. Kalau boleh tahu ditokyo mana ya tinggal? Siapa tahu kita sesama orang indonesia bisa menjadi saudara di negri nippon.

  15. Lumayan ribet juga ya bu ngurus ini itunya.tapi selamat😀
    Jadi ikutan pengen kecantol orang jepang selama tinggal di osaka sini.hehehe
    http://novalvi.wordpress.com

    Hehehe…namanya kecantol kan tak sengaja Novi….tapi siapa tahu takdirmu mendapat jodoh orang Jepang.

  16. bermanfaat banget

  17. Untuk menikah di KUA KBRI Jepang berarti harus dua2nya agama Islam kan? lalu kalau di Catatan sipil Jepang, apakah ada salinan yang harus diserahkan ke CS jakarta? Terima kasih, krna saya sekarang yang sedang bingung krn anak terpikat orang Jepang

    Sebaiknya ditanyakan ke Kedutaan Jepang. Bisa ditelepon kok…nomor teleponnya bisa dilihat lewat web nya. Tapi menikah di KUA, berarti keduanya beragama Islam.

  18. Ibu boleh saya bertanya nikah di jepang untuk persyartan pembuatan surat di kuaindonesia apakah susah bu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: