Melihat Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Semboja, Balikpapan

Jalan masuk ke KWPLH
Jalan masuk ke KWPLH

Beberapa kali mendapat tugas ke Samarinda, kami selalu terburu-buru, sehingga tak sempat mampir ke KWPLH ini. Kali ini, saya dan teman memesan tiket pesawat yang cukup pagi, sehingga bisa mendarat di Bandara Sepinggan sekitar jam 12 siang. Sebelumnya, saya telah banyak diskusi dengan Ade Bayu Kristian, yang saat ini berdomisili di Balikpapan, dan mejeng foto-foto nya saat mengunjungi KWPLH di facebook. Dari hasil diskusi ini saya bisa memperkirakan kapan waktu yang tepat bisa melihat beruang madu, yaitu saat-saat setelah beruang madu diberi makan berupa buah-buah an, yang diletakkan di dekat pagar tinggi kawat berduri yang mengelilingi lokasi hutan tempat beruang madu hidup. Beruang madu diberi makan sehari dua kali, jam 9 pagi dan jam 3 sore. Sedangkan KWPLH sendiri buka dari jam 8.00 sampai dengan 17.00 wita. KWPLH ini didirikan pada tahun 2005.

Tugu penunjuk jalan ke arah lokasi Beruang Madu
Tugu penunjuk jalan ke arah lokasi Beruang Madu

Lokasi KWPLH ini berada di km 23, dari arah Balikpapan ke Samarinda, di sebelah kanan jalan akan terlihat gapura dan tugu dengan gambar beruang madu. Dari jalan besar ini lokasinya hanya sekitar satu km, bisa menggunakan mobil pribadi atau naik ojek. Kata petugas yang menemani saya saat di KWPLH, pengunjung yang tidak membawa kendaraan, bisa minta tolong pertugas untuk dicarikan ojek dari KWPLH ke arah jalan besar (jalan Samarinda-Balikpapan), di jalan besar banyak bis lalu lalang arah Samarinda -Balikpapan. Lanjutkan membaca “Melihat Beruang Madu di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Semboja, Balikpapan”

Serba-serbi perjalanan: Jika rombongan usia tidak muda lagi, berwisata

Wahh ternyata blog saya benar-benar tak terawat, terakhir kali menulis 15 April 2014. Memang banyak hal yang terjadi di bulan-bulan sibuk itu. Kebetulan saya mendapat proyek yang memerlukan perhatian yang menyita waktu, dan yang paling membuat sibuk adalah rencana “Syukuran  pernikahan si bungsu bersama pilihan hatinya.” Apalagi karena pilihan hati si bungsu warga negara asing, yang ketemu saat dia mendapat beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Takdir memang merupakan hal yang misterius, namun bagi orangtua, kebahagiaan anak yang paling utama, siapapun pilihan hatinya, orangtua hanya bisa mendukung dan mendoakan kebahagiaan nya.

Jadi, sekarang cerita yang santai saja. Sejak mulai tidak aktif bekerja, saya sering reuni bersama teman-teman kuliah satu angkatan. ingat anekdot tentang reuni? Bahwa reuni umumnya dilakukan oleh para fresh graduate sekitar umur 24 sampai dengan 30 tahun, karena pada saat itu masih senang-senangnya lulus kuliah, dan mendapat pekerjaan. Umur 30 sampai dengan 55 tahun adalah waktu paling sibuk untuk mengejar karir, menyesuaikan irama dengan membesarkan anak, sibuk urusan keluarga dan lain-lain. Saat mendekati umur 55 tahun, mulai bertanya-tanya, kemana ya teman-teman kuliahku dulu, terutama bagi yang bekerja di luar bidangnya dan jarang ketemu dengan teman satu kuliah. Jadi saat itu, mulai mengumpulkan “balung pisah”, teman-teman yang tercerai berai entah kemana. Jadilah saling mencari info….dan betapa senangnya ketemu teman lama, yang puluhan tahun tak ketemu. Lanjutkan membaca “Serba-serbi perjalanan: Jika rombongan usia tidak muda lagi, berwisata”