Oleh: edratna | November 29, 2014

Jika sakit pinggang bagian bawah…

Sudah beberapa hari ini saya merasakan sakit agak di bawah pinggang sebelah kiri. Awalnya terasa saat bangun tidur, tiba-tiba saya kesulitan saat bangun, pinggang bagian bawah terasa sakit sekali. Pertama kali yang teringat adalah pijat, kebetulan saya mempunyai langganan tukang pijat yang mengenal tentang otot-otot di badan, serta selama ini cocok. Selesai dipijat, badan terasa lebih enak, tapi kemudian sakitnya terasa lagi. Minggu berikutnya saya sibuk, serta terlanjur janji bersama-sama teman akan mengikuti kegiatan camping di Tanakita. Apa boleh buat, apalagi saya menyukai kegiatan ini, dan karena semua sudah di pesan, saya tetap ikut camping bersama teman-teman. Bisa dibayangkan betapa rasa sakitnya setiap kali perubahan dari duduk ke berdiri, atau saat bangun dari berbaring. Tapi untuk melakukan perjalanan naik turun bukit dan jalan yang tak rata, tidak masalah. Begitu selesai kegiatan camping, saya memutuskan harus pergi ke dokter.

Pertama-tama saya menelpon Rumah Sakit yang dekat rumah, ternyata di rumah sakit tersebut tak ada fasilitas rehabilitasi medik. Sesuai saran teman, saya pergi ke dokter di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina). Oleh bagian informasi disarankan ke dokter saraf, setelah dokter saraf memeriksa, kesimpulan sementara karena otot yang tegang … syukurlah bukan karena saraf terjepit, karena kalau saraf terjepit, sakitnya terasa dari kepala sampai kaki. Saya diminta melakukan rontgen di bagian pinggang ke bawah, kemudian diberi pengantar ke dokter rehabilitasi medik. Dari pemeriksaan fisik, dokter rehabilitasi medik menyarankan untuk dilakukan fisioterapi sebanyak 6 (enam) kali. Fisioterapi yang dilakukan adalah: a. Short wave diatherm, b. Tens, c. Ultrasonic dengan rata-rata 15 menit setiap tahapannya. Saya juga diminta melakukan stretching, yang merupakan peregangan pada otot-otot agar otot nya lebih lunak dan tidak tegang. Agar bisa cepat sembuh, stretching dapat dilakukan setiap dua jam sekali.

Stretching yang disarankan adalah sebagai berikut:

1. Gerakan dengan tetap bersandar pada tembok. Badan tegak, ditempelkan pada dinding, tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Gerakkan perlahan-lahan badan naik turun, dengan badan tetap menempel dinding supaya tetap tegak. diulangi sampai sepuluh kali.

Bersandar pada tembok, badan digerakkan naik-turun.

Bersandar pada tembok, badan digerakkan naik-turun (Gambar by Narpati)

2. Gerakan kuda-kuda. Tangan lurus ke depan, kemudian mulai gerakkan badan naik turun dengan menekuk kedua kaki. Diulangi sampai sepuluh kali.

Tangan ke depan, gerakkan kaki dan badan naik-turun (gambar by Narpati)

Tangan ke depan, gerakkan kaki dan badan naik-turun (gambar by Narpati)

3. Peregangan satu kaki. Sambil berbaring, kaki lurus. Angkat satu kaki, ditekuk ke kanan, bahu tetap tegak, tarik dengan tangan kanan yang diletakkan di atas paha. Lakukan bergantian dengan kaki dan tangan kiri, diulangi sepuluh kali.

Gambar by Narpati

Gambar by Narpati

4. Peregangan dua kaki. Kaki ditekuk, kemudian gerakkan pelan-pelan miring ke kanan, dengan bahu tetap tegak. Kemudian ganti digerakkan ke arah kiri, diulangi sepuluh kali.

Gambar by Narpati

Gambar by Narpati

Sebetulnya masih banyak gerakan lainnya, namun dengan disiplin melakukan gerakan ini setiap dua jam sekali, setidaknya mengelola agar otot tidak kaku.

Selain diminta melakukan fisioterapi 6 (enam) kali, dokter memberikan obat untuk melunakkan otot (myonal 50 mg tablet, yang diminum dua kali sehari) dan pereda nyeri (Tramifen Kaplet yang diminum dua kali sehari), serta dkter rehabilitasi medik memberikan obat oles (Kaptrofen gel) yang dioleskan ke tempat yang terasa sakit. Setelah fisioterapi dua kali, serta latihan peregangan, rasa sakit sudah jauh berkurang.

Selesai fisioterapi 6 (enam) kali, rasa sakitnya sudah tak terasa, namun ada yang membuat saya “agak syok”… setelah melihat hasil rontgen nya, walaupun setelah dipikir kembali, usia saya memang sudah tidak muda lagi. Rupanya saya terkena scoliosis, yaitu kelainan pada rangka tubuh yang berupa kelengkungan tulang belakang.

Menurut dokter hal ini tak dipengaruhi oleh usia, kadang yang masih muda usia, juga sudah bisa terkena Scoliosis. Bedanya, untuk yang masih muda masih bisa dioperasi. Sedangkan bagi saya, hanya bisa dimaintain, serta bisa menggunakan korset khusus untuk “back braace for vertebral extension in osteoporosis”, yang saya namakan “Kotang antakusuma”… bagi yang menyukai wayang, maka menggunakan kotang ini bisa sakti, bisa digunakan untuk terang melayang ke udara….Dan yang jelas, saran diet dari dokter Gizi setahun lalu agar saya minum susu “no fat” harus saya abaikan, dan kembali minum susu “low fat” untuk menjaga tulang-tulang agar tidak keropos sebelum waktunya. Di satu sisi, saya harus tetap melakukan olahraga ringan, agar kolesterol tetap terjaga, serta badan lebih bugar.

Ada hikmahnya memang, bagaimanapun semakin bertambah nya usia, saya harus makin memperhatikan kesehatan dengan lebih saksama….agar di sisa usia ini dapat mempertahankan kualitas hidup yang baik, dan tak merepotkan orang lain.

 


Responses

  1. wah ternyata cukup parah ya bu…
    Kalau saya sendiri perhatikan, kalau saya bawa beban terlampau berat, pasti lutut dan pergelangan kaki saya jadi sakit berhari-hari. Karenanya saya sekarang tidak berani lagi bawa yang berat😦

    Iya EM, penyebabny antara lain karena membawa beban berat…padahal ibu2 suka bawa tas yang isinya macam2, apalagi jika sama anak-anak.Juga karena salah duduk yang salah selama ber tahun-tahun.

  2. Moga2 sehat2 terus ya bu…

    Aamiin…terimakasih doanya Arman

  3. scoliosis adalah penyebab sakit pinggangnya, boleh dicoba berenang.

    Dokter juga menyarankan untuk berenang

  4. Ibu, terima kasih untuk sharingnya dilengkapi gambar dari putranda, kami ikutan belajar peregangan.
    Untuk scoliosis moga perawatan dengan kotang antakusuma memperingan.
    Tips menikmati mempertahankan kesehatannya sungguh perlu, bagi saya lutut merapuh karena menumpu beban tubuh saatnya dikelola.
    Salam

    Mbak Prih,
    Banyak kegiatan yang kita lakukan, ternyata tanpa disadari membuat ketegangan di daerah tertentu, yang bisa menyebabkan sakit berkepanjangan. Ternyata memang harus hati-hati….apalagi faktor “U” makin merambat naik.

  5. Semoga sehat selalu, Ibu… Ah, saya jd deg2an juga niih.. beberapa kali terasa agak sakit di bawah pinggang… mungkin jg krn saya krg gerak ya…

    Iya Mechta, harus hati-hati….
    Salah gerak bisa sakit…

  6. Kalau pinggang bermasalah, bisa kemana-mana sih Bu. Papi saya juga pinggang masih masalah karena pernah jatuh dua tahun lalu.
    Semoga sehat-sehat saja ya Bu…

    Terimakasih doanya Zizy….setelah terapi ke RSAP sudah mendingan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: