Hati-hati meng “klik” sesuatu pada email atau facebook

Tulisan ini telah saya tulis di facebook, namun saya pikir bagus juga diulang lagi disini, mengingat banyak sekali penipuan dengan berbagai ragamnya.

————————————————————————————————————————————————————

Pagi-pagi saya membuka kompie, pertama-tama mengecek apakah ada email masuk. Mungkin karena kebiasaan, dengan adanya gadget dan hape yang juga bisa dipakai internetan, seharusnya ngecek email bisa langsung dari hape. Begitu membuka email, ada email masuk dari administrator dan saya langsung membukanya. Ternyata pemberitahuan bahwa email saya kena virus sehingga dalam waktu tak terlalu lama akan deactivated. Tentu saja saya kaget, secara instink langsung meng “Klik” untuk mulai scan email.  Lanjutkan membaca “Hati-hati meng “klik” sesuatu pada email atau facebook”

Bubur ayam

Bubur ayam
Bubur ayam
Siapa tak kenal bubur ayam? Saya mengenal jenis makanan ini pertama kali saat diajak ibu menengok saudara sepupu saat masih SMA. Saat itu, saya dan ibu menginap di mess WARA di komplek Halim Perdana Kusuma. Teman kakak sepupuku sedang ulang tahun, dan bibi memasak bubur ayam.
Saya melihat bibi memasak bubur ayam dalam dandang (sejenis panci yang digunakan untuk memasak nasi) besar, dan dalam proses nya, bubur diaduk terus. Awalnya terasa aneh makan bubur ayam ini, karena bagiku yang dinamakan bubur adalah bubur sumsum, bubur kacang ijo dan lain-lainnya. Walau tidak terbiasa, namun bubur ayam yang dimasak oleh bibi ini, rasanya enak, karena daging ayamnya langsung dicampur dengan ayam saat dimasak, sehingga rasa ayamnya sangat terasa. Dari yang awalnya tidak suka, lama-lama justru bubur ayam ini masakan yang paling saya suka, terutama jika badan mulai terasa kurang sehat.
Bubur ayam, adalah jenis makanan dari beras, yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur ayam biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat, disajikan dengan irisan daging ayam, irisan daun bawang, cakwe, bawang goreng dan lain-lain, sesuai selera. Lanjutkan membaca “Bubur ayam”

Mencoba masakan di RM Palanta Minang, Padang

Beberapa kali mengunjungi kota Padang, saya tertarik dengan jejeran rumah makan (tenda) yang berada di tepi pantai. Kalau malam hari, banyak kendaraan berjejer di depan tenda-tenda tersebut. Sayangnya, setiap kali ke Padang selalu dikejar waktu, atau kalaupun punya waktu, badan sudah lelah setelah mengajar seharian, sehingga penginnya cuma ngegoler di kamar hotel. Ada kebiasaanku bersama teman akhir-akhir ini, karena tak yakin cocok dengan makanan hotel, biasanya saya membeli nasi Padang merk tertentu yang sudah saya kenal, kemudian di bawa ke kamar hotel. Setelah mandi, kami bisa makan di kamar, dengan membuat teh manis yang telah disediakan di kamar. Dan setelah beberapa kali, rupanya justru ini yang pas untuk saya, karena tak terlalu menguras tenaga.

Lanjutkan membaca “Mencoba masakan di RM Palanta Minang, Padang”