Oleh: edratna | Januari 14, 2015

Menikmati kuliner di Pasar Mayestik

Siapa yang tak kenal pasar Mayestik, yang terletak di daerah Jakarta Selatan?  Pasar yang terkenal dengan bahan tekstil, serta kulinernya. Awalnya saya sering lewat depan pasar ini, atau sesekali mampir jika memerlukan bahan untuk kebaya. Saya makin kenal pasar ini sejak pertengahan tahun 2012, karena pekerjaanku membuatku sering bolak-balik melewati jalan di dekat pasar ini. Apalagi jika saya datang ke rumah teman, sering disuguhi kue yang enak-enak, yang rupanya dibeli dari pasar Mayestik ini.

Pasar Mayestik

Pasar Mayestik

Kebetulan setelah tidak aktif lagi, saya sering mendapat kerjaan yang membuat kami suka kumpul-kumpul dengan teman yang rumahnya di dekat pasar Mayestik. Setelah pasar Mayestik selesai dibangun, suasana makin menyenangkan untuk jalan-jalan di pasar ini, karena ruangannya ber AC, serta ruangan terbuka (tempat food court di tengah pasar) terasa sejuk walau tanpa AC.

Disini ada berbagai macam penjual makanan. Pengunjung bisa menikmati berbagai makanan, dengan duduk di bangku  di depan tempat penjual makanan tersebut. Rupanya tempat ini juga bisa digunakan untuk meeting point, reuni dengan teman yang lama tak ketemu.

Antre membeli untuk makan siang

Antre membeli untuk makan siang

Waktu makan siang, bangku-bangku terisi semua, saya meminta ijin pada ibu yang duduk sendirian, apakah saya boleh bergabung di depan nya? ibu tersebut membolehkan, jadilah kami makan sambil mengobrol. Rupanya ibu tadi janji ketemu teman yang 20 tahun tak ketemu. Teman saya sempat diminta membantu memotretnya saat sang teman yang di tunggu-tunggu datang. Jadilah kami mengobrol terpisah, terkadang diselingi oleh obrolan yang saling menyahut, dan sampai kami selesai makan, saya tak tahu nama ibu tadi.

Sate Padang Air tebu

Sate Padang Air tebu

Saat si mbak di rumah teman saya sakit sehingga tak bisa memasak,  kami setiap hari mencoba makanan di pasar Mayestik tersebut. Sebenarnya saya tidak terlalu suka sate Padang, namun saya memaksa makan sate Padang di pasar Mayestik ini….dan ternyata saya habis seporsi. Walaupun saya hanya memakan kuahnya sedikit, paling tidak lidah saya mulai bisa menerima sate Padang.

Kebab

Kebab

Sehari sebelumnya saya mencoba kebab, rasanya enak, porsinya tidak terlalu besar, cukup mengenyangkan untuk saya. Makanan yang hilang dan sebetulnya saya suka, adalah empal gentong … atau mungkin tak terlalu laku di daerah ini. Mata saya memandang ke area sekeliling, melihat orang-orang di sekitar yang sedang makan, rupanya sate Padang paling favorit, walau harganya tak bisa dikatakan murah.

Saya juga suka serabi solo, yang sekarang isinya bervariasi,  penyajiannya dengan digulung serta dibungkus daun pisang. Saya suka membeli serabi Solo ini untuk oleh-oleh, karena Ara (cucu) senang sekali memakannya, apalagi jika masih hangat. Saat ini Atun sudah sembuh, sehingga acara kuliner di pasar Mayestik sementara disetop dulu, karena masakan Atun selain enak, lebih aman dan sehat.


Responses

  1. wah pasar mayestik kok jadi keren gini ya bu? jaman dulu gak begini dah.. hehehe

    Sekarang kereen..jangan lupa mampir kalau lagi mudik ke jakarta.

  2. Saya pernah nemenin ibu belanja di sini. Memang kalau tak ingat perut bisa khilaf pengen nyobain semua makanan yang ada di sini.

    Sekarang makin menyenangkan Ira…walau kaki lima tetap aja ada, padahal sebelumnya sudah ditertibkan, masuk ke pasar.

  3. Wah, ada kebabnya tah bu? Sudah lama tidak makan kebab.

    Sekitar empat tahun lalu pernah belanja kain di toko di pasar mayestik. Waktu itu masih belum jadi direhab sepertinya.

    Nanti ajak nyonya ke sini Farisj, makanan nya enak-enak dan murah.

  4. Bersih dan rapi sekali kelihatannya ya Bu..
    Menyenangkan sekali bila kita tinggal dekat dengan pusat kuliner, sehingga bila dalam kondisi terdesak, bisa segera mendapatkan alternatif makanan untuk dibeli..🙂

    Iya Uda…..menyenangkan, terus jadi keterusan.
    Ada juga pusat kuliner yang dikelola anak muda…Pasar Santa. Kalau Uda ke Jakarta, bisa mencobanya.

  5. Waa, aku belum pernah nih makan di sini…Mau nyobain ah kapan-kapan🙂

    Ayoo coba, nggak menyesal kok…enak dan murah.

  6. Ini pasar kesayangannya Imelda nih … hahaha

    Ya … pasar mayestik juga merupakan pasar keluarga kami sejak dulu …
    Dulu disana ada penjahit yang mana celana SD, celana SMP, celana SMA dan jas Wisuda … semua di buat di Taylor yang ada di Mayestik …

    Sekarang mayestik sudah bagus pasarnya …
    meskipun perlu dipikirkan kembali untuk menertibkan pedagang jajanan yang mangkal di pinggir jalan sehingga mengganggu lalu lintas … lalu lintas di sana selalu macet

    salam saya BuEDRatna
    (15/1 : 7)

    Saya juga ingat, mama nya Imelda sering belanja kesini.
    Saya kalau beli kain dan bahan kebaya juga kesini. Temanku, yang punya usaha konveksi di Medan dan Garut, belanja bahan nya di Mayestik ini.

    Yang belakangan saya tahu, ternyata makanan di Mayestik enak-enak dan tempatnya nyaman.

  7. Pasar bukan hanya untuk keperluan belanja ya Ibu, trend wisata belanja hingga wiskul di pasar makin meningkat. Respon melalui penataan kerapihan dan bersih jadi krasan belanja. Makanannya mengin-mengini sekali Ibu.

    Pasar ini termasuk pasar tradisionil yang sukses mbak Prih….parkiran penuh, banyak pilihan. Kainnya bagus-bagus, makanan enak dan murah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: