Oleh: edratna | April 25, 2015

Manajemen Risiko dalam Sindikasi

1. Definisi Manajemen Risiko

Manajemen Risiko adalah merupakan serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang timbul dari seluruh kegiatan usaha Bank. Manajemen Risiko merupakan upaya untuk mengelola risiko agar peluang mendapatkan keuntungan dapat diwujudkan secara sustainable.

Manfaat Manajemen Risiko, adalah: 1. Ketahanan terhadap krisis, stabilitas, kelangsungan hidup organisasi. 2. Mengurangi surprise dalam fluktuasi keuangan dan operasional. 3. Nilai tambah perusahaan/organisasi melalui peningkatan kualitas putusan strategis. 4. Mengikuti kaidah GCG (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency, Fairness). 5. Mendorong  peningkatan inovasi dan kreativitas (produk, pelayanan, jasa). 6. Efisiensi pemanfaatan sumber daya. 7. Merangsang inovasi dan kreativitas. 8. Memastikan aspek kepatuhan dan enforcement. 9. Membuka peluang melalui proses fleksibilitas strategic management. 10. Memenuhi akuntabilitas keuangan dan memperkuat performance. 11. Meningkatkan reputasi organisasi.

2. Alokasi Risiko dalam pembangunan proyek

Dari tabel  di bawah ini, kita bisa memahami setiap tahapan dari proses pembangunan proyek beserta alokasi risikonya.

Alokasi Risiko

Alokasi Risiko

 

 

 

 

 

 

 

Dari tabel di atas dapat diketahui tahapan setiap proyek dan dimana alokasi risikonya. Siapa yang bertanggung jawab untuk mengendalikan risiko tersebut, agar proyek selesai, serta memenuhi keamanan bagi masyarakat.

Kita juga bisa menganalisis alokasi risiko selama siklus proyek, sebagaimana digambarkan pada tabel di bawah ini.

Alokasi Risiko selama Project Development

Alokasi Risiko selama Project Development

 

 

 

 

 

 

Dari tabel di atas kita bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko selama siklus proyek. Kita memahami, penyebab utama kegagalan proyek, antara lain disebabkan oleh: Intervensi politik, intervensi pemerintah, penundaan penyelesaian proyek dengan konsekuensi peningkatan biaya dan revenue-flow, cost over run, kegagalan teknis, kenaikan harga dan kekurangan bahan baku, kehilangan posisi bersaing di pasar, penurunan permintaan produk dan harga, manajemen yang buruk, kerugian yang tidak diasuransikan.

Agar proyek dapat berhasil, maka kunci sukses utama adalah:

Sponsor group kredibel, aliansi yang jelas dan minat yang kuat, kombinasi/gabungan ideal antara pemain lokal dan internasional. Return on Equity (ROE) kuat yang mencerminkan dukungan kondisi ekonomi yang kuat, target yang obyektif, kontraktor dan operator yang handal, berpengalaman dan terpercaya, country risk yang dapat diterima, serta dukungan dari pemerintah.

Pada umumnya pembiayaan untuk pembangunan proyek yang cukup besar memerlukan biaya yang tinggi, sehingga diperlukan pembiayaan dari sindikasi Bank (yaitu pembiayaan oleh lebih dari satu Bank), hal ini dimaksudkan agar risikonya dapat disebar. Bank juga harus memahami risiko apa yang akan diterima jika ikut dalam proyek yang dibiayai secara  sindikasi.

Bahan Bacaan:

Angreni, GR dan Ratnawati, E.D.  “Bagaimana Meningkatkan Pembiayaan Infrastruktur Melalui Kredit Sindikasi: Tantangan dan Risiko-Risiko nya.”  Hotel Atlet Century: Jakarta, 26-27 Februari 2015.


Responses

  1. Terima kasih Ibu, ikut belajar manajemen risiko melalui postingan ini, seni mengelola risiko. Salam

    Syukurlah kalau bermanfaat mbak Prih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: