Oleh: edratna | April 26, 2015

Jalan-jalan: Tenggarong, kota kerajaan tertua yang bersih dan indah

Jumat, 10 April 2015

Stadion Aji Imbut

Stadion Aji Imbut

Tenggarong terkenal dengan asal usul kerajaan Kutai Kartanegara, kerajaan tertua di Indonesia. Dari kota Samarinda menuju Tenggarong, kami melewati jalan yang indah, kiri kanan nya indah karena masih banyak pepohonan hijau. Melewati kompleks stadion yang indah, yaitu stadion Aji Imbut, yang megah dan luas, membuatku terpesona, ternyata di kota yang cukup sepi ini ada stadion yang megah dan bangunan nya unik.

Feri di sungai Mahakam

Feri di sungai Mahakam

Kami menyeberang sungai Mahakam menggunakan kapal, membayar Rp.20 ribu untuk satu mobil.

Museum Koetai Kartanegara, dulunya merupakan Kantor Sultan

Museum Kutai Kartanegara, dulunya merupakan Kantor Sultan

Dari sini menuju Museum Kutai Kartanegara, yang dulu merupakan kantornya Sultan.

Makam Raja Koetai Kartanagara

Makam Raja Kutai Kartanagara

Di sebelah kanan Museum terletak makam para Sultan Kutai Kartanagara.

Kedaton, tempat tinggal Sultan Koetai Kartanegara, sekarang Sultan ke 20.

Kedaton, tempat tinggal Sultan Kutai Kartanegara, sekarang  yang tinggal di sini Sultan ke 20.

Sedangkan kedaton Kutai Kartanegara merupakan tempat tinggal Sultan, sekarang yang tinggal di sana Sultan ke 20.

Masjid Adji Amir Hasanoeddin, tertua di Tenggarong

Masjid Adji Amir Hasanoeddin, tertua di Tenggarong

Persis di sebelah kanan nya terdapat masjid tertua di kota Tenggarong yang masih terawat dengan baik.

Karena hari Jumat, dan driver kami yang merupakan keturunan suku Dayak seorang muslim, kami mampir ke RM Tepian Pandan,  lokasinya persis di tepi sungai Mahakam, untuk makan siang sekaligus ikut sholat, sambil menunggu driver selesai sholat Jumat.

Museum Kayu

Museum Kayu

Selesai sholat Jumat, kami menuju Museum Kayu, antara lain kami melihat buaya yang diawetkan karena makan orang sekitar 19 tahun lalu.

Di depan patung Lembuswana yang merupakan kendaraan Raja Koetai Kartanegara, di Museum Kayu.

Di depan patung Lembuswana yang merupakan kendaraan Raja Kutai Kartanegara, di Museum Kayu.

Museum Kayu ini masih terawat … di dekat nya ada danau dengan rumah peristirahatan di sekitarnya, sayang terlihat kurang terawat. Semoga nanti Pemda bisa memperbaiki karena sayang sekali daerahnya sangat indah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Taman dan trotoar sepanjang sungai Mahakam di Tenggarong, tampak jembatan yang baru dibangun kembali.

Taman dan trotoar sepanjang sungai Mahakam di Tenggarong, tampak jembatan yang baru dibangun kembali.

Saya melihat Pemda Tenggarong rajin melakukan penataan, taman-taman  dibangun bersama trotoar sepanjang sungai Mahakam. Jembatan yang runtuh mulai dibangun lagi.

 Saya melihat, bahwa bangunan di tepi sungai Mahakam di Tenggarong mau digusur tanpa menimbulkan persoalan, termasuk restoran Tepian Pandan, tempat kami makan siang, yang sebelumnya terletak persis di pinggir sungai Mahakam, namun sekarang mendirikan yang baru, walau tetap di tepi sungai Mahakam tetapi dibatasi oleh taman dan jalan aspal..

 

Ternyata ada gedung Planetarium di kota Tenggarong

Ternyata ada gedung Planetarium di kota Tenggarong

Dari museum Kayu, kami berkeliling lagi, sungguh senang rasanya, bangunan kuno masih terawat dan jalan-jalan serta selokan bersih. Ternyata di Tenggarong ada Planetarium, yang sayang pada hari Jumat tutup. Pada hari Minggu, ada pemutaran film 3 D.

Setelah puas, kami kembali menuju kota Samarinda, menyeberangi sungai Mahakam dengan menggunakan feri. Jalanan mulus, dan saat jalan mulai berbatu-batu serta mobil terguncang-guncang, kami sadar bahwa kami sudah mulai memasuki wilayah kota Samarinda.

Saat saya cerita pada teman-teman di samarinda, bahwa jalan di Tenggarong lebih mulus, mereka menanggapi bahwa karena kota Samarinda lebih luas,  lebih susah mengurusnya. Sedangkan di Tenggarong, sebagian besar masih masyarakat asli yang mudah diatur. Bagaimanapun, kenangan tentang kota Tenggarong sungguh menyejukkan hati, kotanya indah dan bersih. Jaraknya yang sekitar 30 km dari Samarinda, dapat dicapai 45 menit, melalui jalan berkelok-kelok naik turun bukit dengan pemandangan yang masih hijau di kiri kanan jalan. Entah kapan saya bisa ke sana lagi.


Responses

  1. Senang membaca tulisan tentang Tenggarong ini, Bu. Semoga suatu saat saya bisa ke sana. Saya juga baru tahu kalau di Tenggarong ada juga Planetarium.

    Ayo mbak Made, kalau ada waktu, singgah di Tenggarong tak menyesal, karena sekaligus melihat keraton kerajaan tertua di Indonesia.

  2. Postingannya menarik sekali Bu…. mudah2an nanti bisa kesana…🙂

    Semoga suatu ketika Zizy sempat kesana ya.

  3. saya ke Tenggarong jaman duluuu banget bu, sempat ke Museum Kutai
    dulu jalannya rusak parah, sekarang sudah sangat bagus ya
    senang deh baca banyak kemajuan di sana.

    Sekarang jalannya mulus, jadi Tenggarong-Samarinda bisa dicapai 45 menit. Sayang tak sempat menikmati jembatan Kukar…..walau begitu mengasyikkan juga menyeberang sungai menggunakan perahu.

  4. Mengingatkan pada sahabat di TPB tingkat persiapan bersama yang asal Tenggarong yang bercerita tentang keelokan Kutai, dan kini menikmatinya melalui postingan Ibu. Terima kasih Bu Enny, serasa diajak jalan-jalan menikmati Nusantara. Semoga suatu saat menikmati langsung. Salam hangat

    Indah banget mbak Prih, kegiatan jalan-jalan ini yang saya sukai setelah tak aktif lagi. Semoga impian mbak Prih bisa tercapai, jalan-jalan ke Kaltim. Dan wisata di Kaltim banyak sekali, saya baru sebagian kecil saja yang sempat dilihat.

  5. Baru tahu ada planetarium di sana. Semoga kita menjadi semakin melek antariksa.🙂

    Yahh di daerah ternyata ada planetarium…..semoga anak-anak makin mencintai antariksa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: