Oleh: edratna | Agustus 26, 2015

Jalan-jalan ke Tebing Keraton dan Taman Hutan Raya

Tebing Keraton, pemandangannya indah
Tebing Keraton, pemandangannya indah

Saat menantu saya yang dari Jepang mudik ke Indonesia saat Lebaran, dan sebagian besar waktunya akan dilalui di kota Bandung, saya memikirkan akan mengajak kemana. Seperti yang kita ketahui, orang dari negeri matahari terbit sangat menyukai alam. Tantangan nya, pada saat yang sama, pada waktu libur Lebaran, kota Bandung, terutama taman wisatanya justru penuh sesak. Lembang jelas pilihan yang menarik karena infrastrukturnya memenuhi syarat dan banyak tempat makan enak. Namun, begitu mencapai ujung jalan Cipaganti yang paling bawah, kendaraan mulai merayap…wahh sampai kapan bisa sampai Lembang?

Dari diskusi dengan Achie, teman si bungsu saat kuliah di Jepang, saya mendapat info tentang “Tebing Keraton” yang dapat dicapai dari arah Dago. Kebetulan saya juga belum pernah kesini, jadi mulailah googling untuk mencari tahu bagaimana cara mencapai Tebing Keraton. Nhcie Hanie di Facebook nya menayangkan gambar-gambarnya saat ke Tebing Keraton….wahh menarik nih pemandangannya, apalagi alamnya masih asli.

Hari itu kami menuju Tebing Keraton dengan berbekal peta dan hasil panduan salah satu blogger yang menulis perjalanan nya ke Tebing Keraton dengan detail. Kami bermobil dengan disopiri Minah, si mbak yang telah ikut keluarga kami selama lebih dari 20 tahun. Setelah melewati Taman Hutan Raya (Tahura), kami terus menyusuri jalan naik ke atas, yang makin lama jalan nya makin jelek serta berdebu. Dan akhirnya sampai jalan yang sempit, tidak beraspal serta terdiri dari batu yang besar-besar, yang tak memungkinkan dilalui oleh mobil saya.

Pertama kali naik ojek.....sereem
Pertama kali naik ojek…..

Ada beberapa orang yang menawari untuk naik Ojek….waduhh…padahal saya paling takut dibonceng sepeda motor. Saya melihat ke arah Tebing Keraton, yang masih 2,5 km lagi serta jalannya menanjak. Setelah berunding, terutama dengan menantuku, akhirnya kami berempat memberanikan diri naik ojek….dan sepanjang perjalanan saya menutup mata karena serem. Syukurlah mas yang mengendarai ojek cukup sabar, setidaknya tak menambah ketakutan saya.

Bersama anak dan menantu
Bersama anak dan menantu

Akhirnya kami sampai di pintu gerbang Tebing Keraton, setelah membayar kami masuk dan menikmati pemandangan yang benar-benar aduhai, dan masih asli. Setelah puas mengabadikan keindahan Tebing Keraton, yang letaknya memang benar-benar di tebing dan di kiri kanannya pepohonan, jurang serta hamparan perbukitan serta tanah yang luas, kami kembali ke pintu gerbang. Saya menyempatkan sholat dulu, baru turun ke arah Bandung. Si bungsu mengajak untuk melihat Tahura, yang karcisnya sudah termasuk melihat Tebing Keraton, hanya menambah biaya parkir.

Taman Hutan Raya
Taman Hutan Raya

Saya pertama kali ke Tahura sekitar tahun 1975 …. sudah lama sekali ya, saat itu masih berupa hutan serta ada danaunya. Sekarang telah dibangun, sayangnya kebersihannya masih kurang. Sayang sekali, padahal tempat sampah ada dimana-mana. Karena sudah lelah, kami hanya sampai ke wilayah Gua Jepang, sekalian menunjukkan ke menantu saya, bahwa selama penjajahan Jepang, mereka banyak membangun gua di Indonesia.

 

 

Goa Jepang di Tahura
Goa Jepang di Tahura

Karena Jepang di Indonesia hanya 3,5 tahun, maka guanya tak terlalu panjang, tidak seperti gua Jepang di Bukittinggi, Sumatra Barat. Sedang gua yang dibangun Belanda bisa tembus sampai Maribaya, sayang kami tak punya kesempatan untuk mencoba menyusuri gua Jepang karena sudah lelah.

Rasa lapar mulai menyeruak, bau jagung bakar sungguh menggoda. Saya menengok ke si bungsu, dan dia hanya menggeleng. Apaboleh buat, daripada nanti membuat perut menantu saya sakit, kami meneruskan perjalanan ke arah Bandung mencari tempat makan. Dan ternyata…..Dago Theehuis (atau dikenal kemudian menjadi Dago Tea House) sudah tutup delapan bulan sebelumnya. Akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke Cafe Geulis yang letaknya di jalan Dago dan menjadi satu dengan hotel Geulis. Cerita tentang Cafe Geulis akan saya tulis pada tulisan berikutnya.


Responses

  1. Tempat paling TOP sekarang yaaaa

    Katanya begitu…..

  2. bagus banget bu view nya dari tebingnya itu ya…

    Betul…bagus sekali….cuma ke sana infrastrukturnya masih parah…..

  3. Perjalanan berat berbuah pemandangan alam yang asri ya Ibu, view nya memikat…

    Betul mbak Prih….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: