Mengobrol santai dengan anak: Mengapa perlu memahami laporan keuangan?

Jujur saja, dulunya saya tak suka dengan ilmu ekonomi. Rasanya kok pusing dan membingungkan, padahal guru yang mengajar ilmu ekonomi saat SMA orangnya keren dan masih bujangan. Walau nilai saya tidak jelek, malah lumayan bagus, saya tetap lebih memahami bidang IPA. Saat kuliah di Perguruan Tinggi, saya kembali bersinggungan dengan ilmu ekonomi, karena pendidikan saya banyak berkaitan dengan masyarakat pedesaan dan sosial ekonomi pertanian. Tetap saja saya kurang bisa memahami, akibatnya walaupun nilai saya bagus, yang terjadi adalah bingung, kenapa kok bisa bagus tanpa harus ikut ujian akhir.

Pada akhirnya saya malah masuk dunia kerja yang terus bersinggungan dengan ilmu ekonomi. Karena sudah terlanjur masuk, apa boleh buat, saya harus mencoba untuk memahami dan belajar dengan sungguh-sungguh. Dan ternyata ….. ilmu ekonomi sungguh menarik karena berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Lanjutkan membaca “Mengobrol santai dengan anak: Mengapa perlu memahami laporan keuangan?”

Menikmati pertunjukan seni di Saung Angklung Udjo

Saat mendapat telepon bahwa menantuku akan mudik Lebaran ke Indonesia dan sebagian waktunya akan berada di Bandung, saya mulai sibuk mencari info tentang wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner di Bandung dan sekitarnya. Apalagi seminggu setelah Lebaran justru kota Bandung disesaki oleh pemudik maupun orang-orang yang ingin menikmati dinginnya kota Bandung (walau sekarang kalau siang justru panas menyengat).

Menantuku menyukai musik tradisional dari negara-negara yang dikunjungi nya, jadi saya mulai mencari info tentang angklung Udjo. Syukurlah saya pernah mengunjungi dan menikmati sajian angklung Udjo beberapa tahun lalu dan sempat mendapat nomor hape dari kang Maulana. Setelah ber WA ria, saya mendapat info bahwa Saung Angklung Udjo hanya libur pas Hari  Idul Fitri. Lanjutkan membaca “Menikmati pertunjukan seni di Saung Angklung Udjo”

Toilet: bukan hal utama namun penting

Toilet memang bukan hal utama, malahan dalam setiap rumah pada umumnya tidak ditaruh di tempat utama, bahkan untuk rumah-rumah lama, toilet biasanya diletakkan di belakang, di paviliun atau di dekat dapur. Pada rumah-rumah modern, toilet telah mendapatkan perhatian, bahkan ada yang menghias toiletnya agar terasa nyaman.

Saya telah menulis tentang toilet di blog tiga kali, tulisan pertama menceritakan betapa sulitnya mencari toilet umum pada kunjungan saya ke London dan Paris, yang kedua menceritakan pengalaman berhubungan dengan toilet dalam kunjungan ke Kuala Lumpur. Ternyata toilet ini juga menarik perhatian Kompas, terbukti dari tulisan Fathurozi, “Toilet: Dari Mohenjodero hingga DPR” (Kompas 17 Nopember 2012 hal 12). Membaca tulisan Fathurozi, saya menjadi tahu sejarah toilet, sebagai berikut: Lanjutkan membaca “Toilet: bukan hal utama namun penting”

Menikmati Kuliner di Kota Bandung saat Libur Lebaran

Walau sering ke Bandung, saya tetap tidak hafal kuliner di daerah ini. Maklum setiap pergi ke Bandung, selalu sudah ada acara yg harus dihadiri dan segera balik ke Jakarta jika  acara selesai. Saya kurang cocok dengan cuaca di Bandung, kalau pagi suka bersin. Jakarta, walaupun cuacanya panas lebih sesuai dengan kondisi badanku.
 
Kali ini si bungsu ingin menikmati kota Bandung selama mudik Lebaran sekaligus ada tugas. Diantara waktu senggangnya, kami mencoba menikmati kuliner di Bandung.

Lanjutkan membaca “Menikmati Kuliner di Kota Bandung saat Libur Lebaran”