Oleh: edratna | September 2, 2015

Menikmati Kuliner di Kota Bandung saat Libur Lebaran

Walau sering ke Bandung, saya tetap tidak hafal kuliner di daerah ini. Maklum setiap pergi ke Bandung, selalu sudah ada acara yg harus dihadiri dan segera balik ke Jakarta jika  acara selesai. Saya kurang cocok dengan cuaca di Bandung, kalau pagi suka bersin. Jakarta, walaupun cuacanya panas lebih sesuai dengan kondisi badanku.
 
Kali ini si bungsu ingin menikmati kota Bandung selama mudik Lebaran sekaligus ada tugas. Diantara waktu senggangnya, kami mencoba menikmati kuliner di Bandung.

1. Cafe Geulis
Jyu-jyu steak

Jyu-jyu steak

Lokasinya di Dago, menjadi satu dengan hotel Geulis. Pertama kali ke sini tahun 2004, diajak oleh teman yg tugasnya di kota Bandung. Sejak itu beberapa kali saya ke sini karena lokasinya yg mudah dijangkau.

Kali ini, setelah gagal mau makan di Dago Tea House karena sudah tutup, saya dan anak menantu memilih cafe ini. Kebetulan ketemu teman yang juga sedang menikmati makan di sini.
 
Masakan yang kami pesan di Cafe Geulis

Masakan yang kami pesan di Cafe Geulis

Menantuku memilih Jyu-Jyu Steak yg memang khas cafe ini, si bungsu memilih iga garang asem sedang saya dan Minah memilih ikan bakar dabu-dabu serta Bawal bumbu rujak. Sambil menunggu kami memesan apple pie yang enak rasanya …. apple pie memang salah satu kue kesukaanku.

Kue ini punya kenangan manis buatku, karena tiap Sabtu siang, sambil menunggu kedua anakku (saat masih kecil) latihan piano, saya memesan apple pie dan juice adpukat di CFC di Blok M Plaza. Saat itu, sebelum Yamaha punya gedung sendiri di jl Gatot Subroto, kursus piano yamaha tersebar di beberapa tempat.

2. Beehive Cafe
Beyond Detox

Beyond Detox

Saat itu sebetulnya sudah cukup malam, saya dan si bungsu mencari cafe yang dekat dengan tempat menginapnya di daerah Dago.

Di Beehive (yang ternyata tak ada hubungannya dengan Beehive di Jakarta Selatan, dekat rumah saya)…saya hanya memesan mass potatoes,  fried potatoes, cumi goreng dan minuman hangat.
Beef Wellington

Beef Wellington

Si bungsu pesan beyond detox, serta Wellington Steak … jadi kami harus sabar menunggu selama 45 menit (di Master Chef ternyata diberi waktu 60 menit untuk masak ini).

Sayang saya sudah kekenyangan sehingga kurang bisa merasakan enaknya beef wellington ini, yang belakangan saya kenal gara-gara menonton acaranya Gordon Ramsay di Master Chef.

3. Noah’s Barn
Meja kayu jati di Noah's Barn

Meja kayu jati di Noah’s Barn

Cafe ini menurut Della, teman si bungsu, merupakan cafe yg banyak diminati para dosen dan mahasiswa ITB. Suasananya santai, harga lumayan dan yang jelas rasanya enak. Cafe ini termasuk baru, letaknya di jalan Dayang Sumbi berhadapan dengan Beehive  Cafe.

Canelloni Pasta

Canelloni Pasta

Earl Grey Tea

Earl Grey Tea

Kami memesan Noah’s Salad Salmon, Melted Chili Cheese, Cannelloni Pasta, sedang untuk minumnya Earl Grey Hot, English Breakfast dan Assam Hot.

 
Noah's Salad Samon yang segaaar

Noah’s Salad Samon yang segaaar

Melted Chili Cheese

Melted Chili Cheese

Rasanya nikmat dan segaar….kalau ke Bandung lagi, perlu mencoba masakan lain nya di cafe ini.

 
Taman belakang yang sejuk

Taman belakang yang sejuk

Cafe ini didirikan di bangunan rumah kuno yang di renovasi, halaman belakang nya luas dengan taman-taman yang sejuk, cocok untuk kopdar di sini.

 
Bisa kopdar blogger di sini

Bisa kopdar blogger di sini

Menurut Manager cafe saat saya temui, sedang direnovasi lantai dua, yang nanti bisa digunakan untuk pertemuan atau acara wisuda, yang menurut saya cukup tepat karena letaknya yang dekat di ITB (di belakang ITB).

 


Responses

  1. Canelloni pasta-nya menggoda imam bgt bu🙂

    Pas ketemu sama manager nya, dia juga tanya, bagaimana rasa canelloni pastanya bu? kayaknya termasuk jenis makanan yang disukai pelanggan.

  2. kalo ke bandung emang paling enak makan2nya ya bu…🙂

    Setuju…..dan selalu ada hal baru

  3. Bandung itu kulinernya yahud dan cuacanya mendukung ya

    Betull…kulinernya selalu ada yang baru.
    Ini nggak sempat menjajal kuliner yang dari Dago ke atas. Juga yang ke arah Lembang.

  4. Cleguken menikmati aneka sajian…diajak Ibu Enny kopdar di kursi taman beratap pergola samping gemericik air, wah mauuu….

    Iya nih, belum sempat ketemuan sama mbak Prih ya….kapan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: