Oleh: edratna | September 11, 2015

Menikmati pertunjukan seni di Saung Angklung Udjo

Saat mendapat telepon bahwa menantuku akan mudik Lebaran ke Indonesia dan sebagian waktunya akan berada di Bandung, saya mulai sibuk mencari info tentang wisata alam, wisata budaya, dan wisata kuliner di Bandung dan sekitarnya. Apalagi seminggu setelah Lebaran justru kota Bandung disesaki oleh pemudik maupun orang-orang yang ingin menikmati dinginnya kota Bandung (walau sekarang kalau siang justru panas menyengat).

Menantuku menyukai musik tradisional dari negara-negara yang dikunjungi nya, jadi saya mulai mencari info tentang angklung Udjo. Syukurlah saya pernah mengunjungi dan menikmati sajian angklung Udjo beberapa tahun lalu dan sempat mendapat nomor hape dari kang Maulana. Setelah ber WA ria, saya mendapat info bahwa Saung Angklung Udjo hanya libur pas Hari  Idul Fitri.

Hari ketiga setelah Lebaran, saya beserta anak dan menantu menuju Bandung, syukurlah jalan tak terlalu macet, berbeda dengan arah sebaiknya yang macet parah. Kami sampai di Bandung jam 11.00 wib. Setelah menelpon untuk reservasi di Saung Angkung Udjo (022 7271714), saya mendapat kabar bahwa pertunjukan pertama adalah jam 13.30 wib, dan hari itu ada dua pertunjukan karena bertepatan dengan hari Libur. Setelah makan siang kami bergegas menuju ke Angklung Udjo.

Pada pertunjukan yang kami hadiri, acara nya lumayan padat,  yaitu:

1. Demonstrasi Wayang Golek

Wayang golek

Wayang golek

Wayang golek khas tanah Sunda yaitu pementasan sandiwara boneka kayu yang menyerupai badan manusia lengkap dengan kostumnya, yang pada mulanya sering dipentaskan sebagai bagian upacara-upacara adat, seperti: upacara bersih desa, ngruwat dan lain-lain, oleh seorang Dalang.

Dari sisi filsafat, kata wayang berarti bayangan, merupakan pencerminan dari sifat dalam jiwa manusia, seperti angkara murka, kebajikan, serakah dan lain-lain. Dalam setiap pementasannya, wayang selalu membawa pesan moral agar kita selalu patuh pada Sang Pencipta dan berbuat baik pada sesama.

2. Helaran

Helaran

Helaran

Helaran seringkali dimainkan untuk mengiringi upacara tradisional khitanan maupun pada upacara panen padi. Angklung yang digunakan adalah angklung dengan nada Salendro/Pentatonis yaitu nada asli angklung Sunda yang terdiri atas Da Mi Na Ti La Da. Helaran ini sendiri dimainkan dengan nada yang riang gembira, karena memang ditujukan untuk menghibur dan untuk menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat.

3. Tari Tradisional

Tiga mojang geulis menari Topeng

Tiga mojang geulis menari Topeng

Yang disajikan adalah tari Topeng, yang merupakan cuplikan dari pola-pola tarian klasik Topeng Kandaga, yaitu rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan  saat Ratu Kencana Wungu dikejar-kejar oleh Prabu Menakjingga.

Tarian ini terdiri atas tiga babak. Babak pertama (tanpa topeng) dan babak kedua (tanpa topeng). Topeng tersebut mewakili karakter manusia. Menakjingga dengan topeng warna merah mewakili karakter berangasan, temperamental, dan tidak sabaran.

4. Angklung Mini

Senang melihat anak2 kecil bermain angklung

Senang melihat anak2 kecil bermain angklung

Angklung – angklung berukuran minimalis  tidak hanya dipakai sebagai hiasan, namun dapat untuk memainkan lagu-lagu sederhana. Dengan angklung mini bisa digunakan untuk menyajikan lagu anak-anak, dan pemainnya juga anak-anak.

5. Arumba

Arumba adalah singkatan dari Alunan Rumpun Bambu, diciptakan pada tahun 1970 an, merupakan alat musik tradisional terbuat dari bambu bertangga nada diatonis, dengan tetap menghasilkan nada yang harmonis dan dinamis.

6. Angklung Padaeng

Disebut juga angklung Do Re Mi, angklung dengan laras nada diatonis yang diciptakan oleh bapak Daeng Soetigna alm pada tahun 1938. Sejak saat itu, angklung tidak hanya digunakan untuk membawakan lagu-lagu daerah, namun juga nasional dan internasional.

7. Bermain Angklung Bersama

Bermain angklung bersama

Bermain angklung bersama

Permainan angklung yang baik akan tercipta bila di antara pemain terdapat kekompakan, sehingga melodi dalam lagu dapat mengalir dengan indah. Diharapkan, melalui angklung akan tercipta perdamaian dunia dengan jalan bermusik.

Setelah menyaksikan beberapa permainan angklung, giliran para penonton untuk mencoba. Masing-masing penonton mendapat satu angklung dengan nada yang berbeda. Dengan dipandu oleh dirigen, penonton bisa memainkan angklung bersama -sama.

8. Angklung Orkestra

Bermain berbagai alat musik secara orkestra

Angklung  orkestra

Angklung dapat dimainkan sebagai orkestra, dikombinasikan dengan permainan alat musik seperti gitar, perkusi dan lain-lain. Angklung dapat memainkan semua jenis lagu, klsik, kontemporer, pop serta mengiringi vokal.

9. Menari Bersama

Menari bersama

Menari bersama

Pada akhir acara, para pemain dan penari dari SAU mengajak para penonton bergembira dan menari bersama.

Selesai pertunjukan, saya, anak dan menantu jalan-jalan mengelilingi kompleks SAU, sayangnya tak sempat melihat cara membuat angklung.


Responses

  1. wuih banyak banget juga ya acaranya🙂

    Acaranya seru dan tak membosankan.

  2. Waaa, terima kasih infonya, Bu..saya cita cita banget ke Saung Angklung ini, tp blm kesampaian juga…Padahal dekat situ ada rumah tante saya yg jaraknya cuma satu kilo saja…

    Silahkan Viving…ajak anak, pasti senang sekali

  3. Wah, seru juga ya, Bu, banyak acaranya.

    Dulu kantor pernah mendatangkan angklung udjo ini, Bu. Kami semua dapat angklung mini satu-satu. Masih suka saya bunyikan buat bikin geger kantor.😀

    Ntar Farijs ke sana lagi sama anaknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: