Oleh: edratna | Oktober 28, 2015

Beda “Dongeng” dan “Berita” di Mata si Kecil

Benar yang dikatakan orang bahwa punya cucu sungguh menyenangkan, apalagi jika cucu sudah bisa diajak mengobrol. Namun sebagai eyang juga harus berhati-hati, tetap harus mengikuti aturan main yang telah disepakati oleh kedua orang tua cucu, agar eyang tidak terlalu memanjakan sehingga nantinya berakibat kurang baik bagi perkembangan cucu.

Cucu saya berada pada usia yang menyenangkan, karena sudah bisa diajak mengobrol, dan sungguh membahagiakan melihat perkembangan sehari-harinya. Hari-hari saya berlalu demikian saja, karena setelah lelah dari bepergian saya akan mendengarkan celotehan cucu yang menceritakan pengalaman nya di sekolah (TK kecil).

Cucu saya suka didongengi. Jika saya dulu mendongeng untuk anak-anak saya, dongeng versi Timun Emas, Cinderela, Kancil nyolong timun …. dan kedua anak saya tak bosan-bosan nya didongengi dengan yang itu-itu saja tiap harinya, maka cucu saya ini beda sekali. Dulu saya mendongeng menjelang tidur, dan setelah itu lampu dimatikan dan anak saya segera tidur ….atau kalaupun mengobrol masih di tempat tidur dengan lampu gelap atau temaram.

Cucu saya lain cerita, dia meminta diceritakan dengan membaca buku cerita, dan saya harus berhati-hati karena dia akan kritis bertanya serta berdebat kalau tidak sesuai. Apalagi jika buku cerita tadi sebelumnya telah dibahas bersama babe nya (panggilan ke ayahnya). Untuk amannya, saya akan memulai dongeng dengan pertanyaan sebagai berikut:

“Ara, babe sudah pernah cerita dengan buku ini?” tanya saya.

“Pernah Yangti, ” jawab si kecil.

“Ya udah, Ara cerita dulu ya, nanti kita diskusikan bersama-sama,” jawab Yangti.

Jadilah bukan mendongeng namun diskusi, tentang orang baik dan penjahat. Dan akhir-akhir ini Ara tertarik dengan membaca berita. Mungkin karena setiap pagi melihat orangtua membaca Kompas. Jadi, jika malam tiba, Ara akan minta dibacakan berita hari ini, misalnya tentang kebakaran hutan. Kebetulan dia pernah didongengi tentang beruang madu yang terpisah dengan ibunya gara-gara terjadi kebakaran hutan, dan kebakaran hutan itu terjadi gara-gara penebang kayu meninggalkan puntung rokok yang belum mati. Jadilah pertanyaan Ara saat dibacakan berita tentang kebakaran hutan, sebagai berikut:

“Susah ya Yangti memadamkan kebakaran hutan?” tanya Ara.

Yangti terpaksa menjelaskan tentang tanah gambut, yang ada di pulau Sumatra dan Kalimantan, bahwa jika di atas api telah padam, belum tentu di bawah tanah telah padam.

“Apa orang jahatnya sudah tertangkap?” tanya Ara, maksudnya si pembakar hutan, seperti dalam cerita beruang madu.

“Orang jahatnya sedang dicari,” jawab Yangti.

“Nanti kalau ketemu harus dihukum ya Yangti, agar tak membakar hutan lagi,” kata Ara.

Sungguh percakapan yang menyenangkan, dan membayangkan masa kecilku dipenuhi dengan dongeng Kancil. Mendongeng, selain bisa menyisipkan pesan moral, juga membuat hubungan ibu dan anak atau eyang dan cucu menjadi akrab. Saat mendengar dongeng, bayangkan mata cucu yang tanpa kedip mendengarkan kita mendongeng. Syukurlah kehidupan saya dan adik-adik dipenuhi dongeng yang dilakukan oleh ayah ibu, dan saya lanjutkan kepada anak-anak saya.

Dan saat ini anak saya suka mendongeng buat putrinya, antara lain memasukkan unsur kebanggaan nasional sebagai bangsa Indonesia, dan bagaimana kita hidup sederhana, sebagai mana yang pernah dicontohkan oleh founder father bangsa ini. Dongeng tentang “Bela Negara dan sepatu Bally ” ini pernah diceritakan oleh anak saya dengan putrinya disini.


Responses

  1. Ara semakin kritis ya Ibu Enny, semakin nyaman diajak diskusi juga mengajari kita makin hati-hati membabar fakta. Salam

    Iya mbak Prih, harus selalu ingat kalau mengobrol dengan anak kecil, dan nggak boleh janji. Ingatannya sangat tajam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: