Oleh: edratna | November 29, 2015

Ikan Bakar di Pantai Buruih

RM Palanta Minang

RM Palanta Minang

Saat mendapat tugas ke Padang, yang ada dipikiran adalah bakalan makan enak dan uenak banget. Hanya dua kata itu untuk menilai tentang masakan Padang. Di satu sisi, kali ini saya bepergian ke Padang cukup lama, yaitu 10 hari yang dibagi dalam dua tahap. Wahh bakalan berat badan naik berapa kilo ya. Kebetulan saya menginap di hotel Mercure, yang baru dibangun setelah adanya gempa Padang, letaknya di dekat pantai. Di pinggir pantai ini berjejer masakan ikan bakar, yang mirip dengan di daerah Jimbaran, Bali. Saya sudah punya langganan di sini, yaitu Rumah Makan “Palanta Minang.”

Namun kali ini, teman saya ingin mencoba masakan yang lain, setelah bertanya-tanya, ternyata langganan teman di Padang adalah Rumah Makan “Fuja” yang letaknya juga berdekatan dengan Rumah Makan Palanta Minang. Nggak apa-apa, dengan waktu yang cukup lama di Padang, saya bisa mencoba keduanya. Hari pertama, karena kelelahan, saya dan teman pesan makanan di kamar, yang tentu saja rasanya tak seenak jika kita makan di warung.

Pantai Buruih yang ramai pengunjung

Pantai Buruih yang ramai pengunjung

Sore setelah mengajar, tanpa berganti baju, kami langsung berjalan-jalan di pantai Buruih, yaitu pantai yang terletak di dekat hotel Mercure. Senang melihat kota Padang melakukan pembenahan terhadap pantainya, terlihat bersih dibanding saat terakhir kalinya saya ke Padang.

Biar lelah masih semangat berfoto

Biar lelah masih semangat berfoto

Juga ada yang baru, yaitu tulisan “PADANG” dengan huruf besar di pinggir pantai tersebut, serta adanya plang nama dari berbagai negara peserta Konferensi Asia Afrika.

Papan nama negara peserta KAA di pantai Buruih

Papan nama negara peserta KAA di pantai Buruih

Tentu saja, kami segera melakukan foto bersama untuk kenangan, sayang matahari sore yang agak tertutup mendung membuat fotonya kurang bagus.

Selesai foto di pantai Buruih, kami segera bergegas menuju Rumah Makan “Palanta Minang” untuk memesan ikan bakar, serta nasi dan sayur, yang segera kami bawa ke hotel Mercure…..entah apa pendapat petugas hotel melihat kami masuk hotel dengan membawa bungkus plastik berisi makanan. Rasanya memang nikmat makan setelah mandi, dan sholat Magrib, dibanding harus makan di Rumah Makan nya, kecuali saat kami ingin mengobrol bersama teman-teman yang sedang ditempatkan di kota Padang.


Responses

  1. Ahhh kbayang and enaknya, jadi laper

    Memang sedaap

  2. Saya pengen banget ke Padang untuk wisata kuliner, tp blm kesampaianšŸ˜¦

    Semoga suatu ketika sampai ke sana. Di Padang, makanannya cuma enak dan sangat enak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: