Oleh: edratna | Desember 26, 2015

Balikpapan-Samarinda

Perjalanan saya ke Balikpapan akhir Nopember 2015 yang lalu menyisakan kepedihan, di satu sisi banyak terjadi pembangunan, namun di sisi lain banyak usaha yang dari ada menjadi tiada, entah karena persaingan, menjadi tidak ada, atau pindah disebabkan merasa lokasi tersebut tak cocok lagi untuk bisnisnya.

 

Jika pergi ke Balikpapan, tak lupa saya mengunjungi Kebun Sayur, sebuah pasar tradisional yang menjual barang-barang khas Kalimantan Timur. Karena kebakaran, pasar ini tinggal separuh, dan saat saya ke sana, terlihat selang-selang yang sedang dihubungkan ke genset karena lampu mati. Langganan saya, ibu Diana, syukurlah tokonya masih ada, dan gembira melihat kami mampir. Langganan lainnya, ibu Upik, sejak tokonya terbakar pindah ke bagian depan, dan menurut saya menjadi tak begitu ramai. Saya lupa menanyakan handphone bu Diana, karena ada kemungkinan saya tak menemukan tokonya lagi jika kembali berkunjung ke sana, karena ada rumor, pasar Kebun Sayur ini akan dibangun pertokoan tiga tingkat, dan akan dihubungkan dengan jembatan dengan toko di depan nya yang telah dibangun lebih dulu.

 

Di kota Samarinda, Rumah Makan “Akmal” langganan saya yang terkenal dengan sup Palumara nya sudah pindah dari jalan Jendral Sudirman, karena tokonya di beli  dan akan digunakan sebagai kantor DBS. RM Akmal sendiri pindah ke daerah lain, sayangnya agak jauh, sehingga saya tak sempat menikmati sup Palumara nya. Jika kembali ke kota Samarinda ini, saya selalu membeli oleh-oleh amplang, yaitu sejenis krupuk yang dibuat dari campuran ikan pipih. Langganan saya adalah Toko Machada, yang lokasi nya di seberang jalan yang menyusuri sungai Mahakam. Saya pernah membeli amplang di tempat lain, tapi rasanya tidak sama. Saat mau kembali ke Jakarta melalui Balikpapan, saya selalu mampir di toko Amplang Machada ini, terbengong melihat dagangannya tinggal sedikit, dan diberi tahu oleh pegawainya bahwa toko tersebut akan dijual.  Ahh sedihnya…..

 

Lingkungan memang selalu berubah, dan bagi para pelancong seperti saya, sungguh sedih jika kita kembali ke suatu kota, tidak menemukan  suasana seperti yang kita kenal. Bagaimanapun dunia ini selalu berputar, kehidupan manusia nya berubah terus… semoga perubahan itu menjadi lebih baik, bukan dari ada menjadi tiada.


Responses

  1. aah .. , ibu seingatku pasar Kebun Sayur itu sering banget kena musibah kebakaran..
    paling suka makan seafoo di situ, jempol banget

    Iya to mbak Monda…..kapan-kapan perlu coba makan seafood disitu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: