Oleh: edratna | Januari 26, 2016

Jalan-jalan A678: Mengunjungi jembatan akar di Painan

Mencoba menyeberang melalui jembatan akar (foto by Iswandi)

Mencoba menyeberang melalui jembatan akar (foto by Iswandi)

Salah satu tujuan wisata rombongan A678 adalah jembatan akar di Painan. Jembatan akar ini diperkirakan sudah berumur ratusan tahun, yang dibangun dengan melilitkan akar dari dua jenis pohon Kubang (menurut cerita penduduk setempat), yang tumbuh disekitar sungai tempat jembatan tersebut dibangun. 

Jembatan akar adalah sebuah jembatan yang terbentuk dari jalinan dua akar pohon yang tumbuh berseberangan dan membentang di atas aliran sungai.  Masyarakat setempat menamakannya Titian Aka (bahasa Minang), dan menurut mereka jembatan ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu (sumber: https://wisatapainan.wordpress.com/jembatan-akar). Agak sulit mencari kejelasan tentang bagaimana awalnya jembatan akar ini dibangun, karena dari hasil googling, berbeda-beda ceritanya. Kami mendiskusikan nya di grup WA, karena ada beberapa teman yang ikut wisata, saat ini masih aktif sebagai Profesor di almamater kami, serta ada mantan Direktur Kebun Raya, yang hafal taksonomi tumbuhan.

Jembatan akar (foto by Iswandi)

Jembatan akar (foto by Iswandi)

Apakah jembatan akar tersebut dibentuk dari akar pohon Kubang (nama tanaman menurut masyarakat setempat, yang termasuk golongan Ficus)? Batang ficus ini kalau dianyam bisa menempel menjadi satu, namun bangsa ficus ini punya kemampuan mencekik batang tanaman yang ditumpangi sehingga tanaman mati.

Teman yang satu menyatakan, bahwa kalau tanaman kubang daunnya tebal, lebar dan bergetah. Jadi kemungkinan nya yang dibuat jembatan akar adalah Ficus Benyamina (beringin), dan bukan kubang. Pohon ini menurut cerita penduduk setempat ditanam oleh Pakiah (lebih rendah dari Ustad), guru mengaji  sekitar tahun 1915 untuk menghubungkan dua desa yang berseberangan dengan sungai. Teman lainnya menyatakan kalau itu adalah beringin kebo atau Ficus Elastica … sedangkan dari sumber wikipedia, jembatan akar dirajut sejak tahun 1890 dan pertama kali digunakan tahun 1916…. entah mana yang benar. Namun yang  membuatku kagum, akar tersebut semakin tua semakin kuat.

Jembatan akar, asalnya di atas batu??

Jembatan akar, asalnya di atas batu?? (foto by Iswandi).

Dan akarnya berasal di atas batu (lihat gambar)…mungkin dulunya diatas tanah, kemudian tertutup batu….yang kemudian makin melekat pada batu.

Kawasan yang telah ditetapkan menjadi obyek wisata ini terletak 65-70 km ke arah selatan Kota Padang. Perjalanan kami menggunakan dua bis kecil, karena medan nya cukup sulit. Di kiri kanan jalan pemandangan sawah menghijau, menyegarkan mata memandang. Beberapa kali ke Padang, saya hanya mendengar keindahan jembatan akar ini, syukurlah kali ini bersama teman dan sahabat sejak kuliah bisa menikmati keindahannya.

Bermain air di bawah jembatan akar

Bermain air di bawah jembatan akar

Untuk mencapai jembatan akar, kami harus turun melalui tangga menuju perumahan penduduk. Agak deg-deg an juga, maklum kaki mulai terasa agak sakit saat naik turun tangga … syukurlah tak lama kemudian, kami sampai di lokasi jembatan akar.

Sungai yang penuh bebatuan besar di bawah jembatan akar

Sungai yang penuh bebatuan besar di bawah jembatan akar

Mencoba melewati jembatan akar

Mencoba melewati jembatan akar

Dari rombongan kami, yang rata-rata usianya di atas 60 tahun, masih banyak yang berani melewati jembatan akar ini, kemudian  bermain air di sungai yang penuh dengan bebatuan besar. Sebagian cukup puas memotret dan duduk di akar pohon di tepi jembatan. Saya cuma berani sampai di tengah, sekedar untuk mengabadikan jembatan dan berfoto … rasanya jembatan bergoyang keras sekali. Saya, yang takut ketinggian, memilih untuk berbalik daripada mengambil risiko jatuh. Di pintu jembatan akar, ada penjual makanan kecil, juga penjual durian, menawarkan dagangannya. Sungguh kami menikmati melewatkan waktu di bawah kerindangan pohon di jembatan akar ini. 

Betapa saya bersyukur mempunyai teman dan sahabat yang saling mendukung dan bisa bersama-sama menikmati keindahan alam Indonesia ini.

 


Responses

  1. wow keren banget ya jembatannya beneran dari akar pohon ya bu

    Iya Arman…beneran dari akar pohon dan makin lama makin kuat.

  2. Kakak2 meniti jembatan akar dan bermain air…. Serasa fieldtrip ya Ibu. Fotonya kereen sungguh.

    Iya mbak….ke jembatan nya pakai merangkak…hahaha

  3. Mba aku pengen bgt loh liat jembatan akar itu, kayaknya keren bgt ya

    Memang keren kok…jembatan dibuat dari akar….dan makin kuat dengan semakin bertambahnya waktu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: