Oleh: edratna | Februari 26, 2016

Jalan-jalan santai: Toge goreng, Pasar Anyar Bogor

Jika lelah mulai terasa
Bertemu sahabat adalah obatnya
Walau sekedar jalan-jalan santai.

Rata-rata teman saya sudah pensiun, kecuali yang masih berkecimpung di bidang akademik dan menjadi Profesor di almamater kami. Walau pensiun, rata-rata masih mengisi waktu luangnya dengan berbagai kegiatan, sehingga  diperlukan refreshing agar kita semua masih tetap semangat.

Depan Toko Ngesti

Depan Toko Ngesti

Di kala akik sudah menurun, saya dan teman-teman justru malah sedang senang-senangnya berbagi barang yang satu ini. Gara-gara nya suami teman, yang mantan Dirjen di sebuah instansi yang berkaitan dengan kelautan, punya jaringan pertemanan dengan orang yang suka akik. Di sisi lain, ada teman yang bidangnya berurusan dengan mineralogi, sehingga diskusi akik dari sisi ilmiah, sungguh membuat pengetahuan saya bertambah. Saat kuliah, saya juga mendapat mata pelajaran batuan ini, namun saya hanya sekedar mengikuti kuliahnya karena kemudian tertarik mengambil jurusan agronomi.

Makan toge goreng

Makan toge goreng

Jalan-jalan ke Bogor, juga mengenang masa-masa kuliah dan kos di daerah jalan Rumah Sakit II, yang entah sejak kapan di depan kanan tempat kos saya dulu, mangkal penjual toge goreng yang laris manis.

Toge goreng mas Nur

Toge goreng mang Nur

Jadi, asal ke Bogor, kami yang dari Jakarta, janji temu di Citos, kemudian baru berangkat sama-sama ke Bogor, ketemu teman-teman Bogor di toko “Ngesti” yang terletak di dekat terminal bis Baranangsiang. Dari sini menuju tempat mangkalnya mang Nur, yang menjual toge goreng.

Setelah sarapan, kami menuju Pasar Anyar, agak aneh memang, jaman kuliah dulu saya jarang ke Pasar Anyar karena lokasi kos saya lebih dekat ke Pasar Bogor. Di Pasar Anyar, mobil di parkir di Ramayana, kami kemudian berjaan kaki menuju Pasar Anyar Blok C-D.

Pilih-pilih ikatan akik di Pasar Anyar

Pilih-pilih ikatan akik di Pasar Anyar

Kelihatannya sederhana, ternyata memasang ikatan akik memerlukan waktu yang cukup lama, ditambah kami banyak bertanya dan memilih mana yang pas. Jadi ingat, saya masih punya berbagai batuan yang dulu suka beli di Banjarmasin, tapi nggak pernah diikat dan tentu saja tak pernah dipakai. Dasar memang lapar mata.

Disini ikatan banyak yang dari titanium

Disini ikatan banyak yang bahan dasarnya  dari titanium

Saya juga belajar mengenal berbagai macam ikatan, dari perak, alpaka, atau titanium. Dan lucunya, kami juga ramai-ramai beli kulit untuk menggosok akik, agar warnanya bersinar… dan katanya bisa dilakukan sambil nonton TV. Dari Pasar Anyar waktu sudah menjelang sore, kami menuju Sentul untuk makan siang menjelang sore. Cerita tentang makan siang ini akan saya ceritakan pada tulisan berikutnya.

 


Responses

  1. Saya penasaran dengan rasa toge goreng. Baru tau juga ada ikatan dari alpaka…di tunggu cerita makan2nya bu. Salam kenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: