Oleh: edratna | April 9, 2016

Wisata alam, wisata religi dan wisata sejarah dalam sehari di Surabaya

Apa saja yang dapat dikunjungi di Surabaya dalam  waktu sehari? Andai punya waktu dari jam 9.00 pagi sampai dengan jam 16.00 wib anda masih bisa menikmati City Tour di Surabaya, antara lain sebagai berikut:
 
1. Wisata alam melihat hutan mangrove di Wonorejo Rungkut.
2. Masjid Muhammad Cheng Hoo di Kusuma Bangsa.
3. Kota Tua
4. City tour ke Pakuwon (Merlion, GWalk), Food Junction di Citraland.
 

1. Hutan Mangrove di Wonorejo Rungkut. 
 
Jembatan kayu di hutan angrove

Jembatan kayu di hutan mangrove

Ini pertama kalinya saya mengunjungi hutan mangrove di Surabaya. Tanaman mangrove nya belum terlalu tinggi, namun lingkungannya cukup indah. Banyak para remaja serta keluarga yang piknik ke sini.

Perahu, bagi yang ingin melihat hutan magrove dari dekat.

Perahu, bagi yang ingin melihat hutan magrove dari dekat.

Di sini terdapat sungai yang bercabang …. pengunjung bisa menikmati hutan mangrove dari dekat dengan naik perahu.

 Panas sungguh menyengat, sebelum melanjutkan perjalanan, kami mampir dulu beli minuman dingin dekat pintu keluar.
Soto Cak Har

Soto Cak Har

Dari sini kami menuju “Soto Cak Har” ….  rasanya sungguh sedap apalagi pas sudah lapar. Kami masih mengobrol sambil menunggu pak sopir sholat Jumat.

2. Masjid Muhammad Cheng Hoo di jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. 
 
Gedung Serba Guna PITI Surabaya

Gedung Serba Guna PITI Surabaya

Masjid Muhammad Cheng Hoo diresmikan pada tanggal 28 Mei 2003, lokasinya persis di sebelah gedung PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), masjid ini didirikan sebelum masjid Muhammad Cheng Ho yang berlokasi di Pandaan.

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo

Secara keseluruhan, Masjid Muhammad Cheng Hoo ini berukuran 21 x 11 meter, dengan bangunan utama berukuran 11 x 9 meter. Pada sisi kiri dan kanan bangunan utama terdapat bangunan pendukung yang tempatnya lebih rendah dari bangunan utama.
Langit-langit segi-8 (Pat Kwa) di bangunan masjid utama Muhammad Cheng Hoo.

Langit-langit segi-8 (Pat Kwa) di bangunan masjid utama Muhammad Cheng Hoo.

Setiap bangunan masjid Muhammad Cheng Ho ini memiliki arti tersendiri, misalkan: panjang 11 meter pada bangunan utama menandakan bahwa Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS memiliki panjang dan lebar 11 meter, sedangkan lebar 9 meter pada bangunan utama diambil dari keberadaan Walisongo dalam melaksanakan syi’ar Islam di Tanah Jawa. 

Saya akan menulis khusus tentang masjid Muhammad Cheng Hoo ini pada tulisan berikutnya. Kami sholat Duhur di sini …. masjid nya tidak besar sehingga setiap akan tiba waktu sholat (terutama sholat Jumat), di depan masjid ditambahkan hamparan yang diberi atap terbuka. Sholat di masjid terasa sejuk, walau Surabaya cuacanya panas menyengat.
3. City tour ke Food Junction, G Walk di Pakuwon.
 
Merlion di kompleks Perumahan Citraland (?)

Merlion di kompleks Perumahan Citraland (?)

Pak sopir sangat bersemangat menunjukkan kotanya, dia menceritakan kawasan baru yang menarik di Surabaya Barat. Kami ikut saja…. kawasan Food Junction mirip dengan beberapa tempat kuliner di Jakarta, seperti BSD dan lain2. Kami hanya keliling karena memang di sini merupakan tempat makan-makan …… pohon-pohon di sekelilingnya akan menambahkan keindahan tempat ini jika nantinya sudah besar.

 
Kami melanjutkan perjalanan melewati G Walk…..terdapat patung Merlion seperti di Singapura dengan danau buatan mengelilingi nya.
4. Kota Tua Surabaya.
 
Gedung Tua menunggu perawatan

Gedung Tua menunggu perawatan

Kami menuju daerah kota tua Surabaya tempat gedung kuno yang belum di renovasi. Letaknya di daerah jalan Gula. Melihat bangunan tua ini serasa melihat berpuluh tahun lalu, saat-saat Belanda masih menguasai Hindia Belanda.

 
Gedung tua

Gedung tua

Bangunan tua ini indah dan bisa menjadi obyek wisata, semoga Pemda dapat membantu mencarikan jalan keluar bagi pemilik gedung agar bisa merenovasi sesuai bentuk asalnya.


Responses

  1. ah jadi inget surabaya terutama jl. gula itu, dullu sering foto2 disana hehe

  2. Kota tua, semoga keaslian arsitektura bangunan tetap terjaga ya Ibu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: