Oleh: edratna | Juni 9, 2016

Jalan-jalan siang dan sore hari di Pontianak

Walau waktunya sempit, kita tetap bisa menikmati perjalanan jika kita berada di suatu kota yang jarang kita datangi. Kali ini kami hanya punya waktu setengah hari saat datang pertama kali, serta di sore hari selesai Pelatihan. Kemana kita akan menikmati kota Khatulistiwa ini? Kali ini kami hanya menikmati suasana di sekitar kota Pontianak saja.

Rumah Betang

Rumah Betang

Setelah makan siang di RM Pak Amat yang menyajikan masakan ikan kakap merah khas Kuala Mempawah, kami segera menuju Rumah Betang. Saat disini mendung mulai menggelayut, kami segera mengambil foto Rumah Betang ini. Kondisi Rumah Betang masih sama seperti tiga tahun lalu saat saya ke sini, pohon-pohon yang tumbuh masih kecil. Yang membuat sedih adalah, bagian bawah Rumah Betang dipenuhi penjual makanan, serta parkir mobil persis di depan nya sehingga mengurangi keindahan Rumah Betang, yang merupakan rumah khas suku Dayak ini. Di sebelah kiri Rumah Betang ada gedung berwarna warni yang menarik minat saya, rupanya Gedung Arsip.

Tugu dan air mancur

Tugu dan air mancur.

Hujan mulai menetes, kami segera menuju Taman Kapuas, yang letaknya persis di sebelah sungai Kapuas. Taman ini terlihat bersih dan terawat, banyak keluarga menikmati taman ini.

Taman Digulis Pontianak, entah apa artinya.

Taman Digulis Pontianak, entah apa artinya.

Sebelum ke Taman Kapuas, kami melewati air mancur dan sebelah kirinya ada Tulisan Taman Digulis Pontianak, entah apa artinya. Saya mencoba menanyakan kepada beberapa orang, tetap tidak mendapatkan arti yang sebenarnya.

Tugu Khatulistiwa di Taman Kapuas.

Tugu Khatulistiwa di Taman Kapuas.

Kembali ke taman Kapuas, kami bisa menikmati Tugu Khatulistiwa dalam versi lebih kecil. Dan menikmati taman ini sambil memandang sungai Kapuas yang lebar dan jernih sungguh membuat perasaan segar.

Restoran di tepi sungai Kapuas.

Restoran di tepi sungai Kapuas.

Kota Pontianak sangat berbeda dengan kedatangan saya beberapa tahun sebelumnya, jalan nya terawat, banyak pepohonan.

Gereja Katedral Santo Yosef.

Gereja Katedral Santo Yosef.

Menurut pak sopir, Gubernur dan Walikota sangat memperhatikan kebersihan dan kehijauan kotanya.

Kota Tua

Kota Tua.

Sambil pulang kami memutari kota, melewati bangunan Gereja Katedral Santo Yosef, kemudian melalui kota lama.

Masjid Mujahidin yang bersih, semoga tetap terawat.

Masjid Mujahidin yang bersih, semoga tetap terawat.

Kami berhenti berhenti sebentar di masjid Mujahidin yang indah dan bersih. Semoga bangunan-bangunan ini tetap terawat sehingga bisa dinikmati.


Responses

  1. Rumah Betang itu panjang sekali ya

    Iyaa…karena ditinggali untuk beberapa keluarga.

  2. Halo ibu Enny apa khabar? Merindu Pontianak…. Bunga tanjung wangi sebagai peneduh jalan. Salam hangat

    Mbak Prih…duhh lama sekali nggak saling berkunjung karena kesibukan ya.
    Semoga tetap sehat ya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: