Oleh: edratna | Agustus 23, 2016

Indahnya Pulau-pulau sekitar Pulau Belitung

Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Pantai Tanjung Kelayang, Belitung

Hari kedua tour Belitong, peserta harus siap di lobby hotel jam 8 pagi, karena acara hari ini adalah tour dengan tujuan ke empat pulau, yang berserakan di sekitar pulau Belitung. Wajah-wajah ceria siap menyambut pagi hari. Semua sudah membawa perlengkapan pakaian ganti, pakai sandal yang bisa digunakan berbasah-basah an. Rombongan menuju pantai Tanjung Kelayang, pemandu wisata memberitahu bahwa dua pulau yang akan dituju tak ada toiletnya sehingga peserta disarankan ke toilet sebelum naik perahu.

Siap berlayar ke pulau-pulau.

Siap berlayar ke pulau-pulau.

Kami mulai memakai baju pelampung, dan siap naik perahu. Tinoek memberi tahu, sebaiknya kita lebih banyak memotret pakai kamera, karena kalau hape takut kejebur ke laut.

Adik kakak di pulau Pasir

Adik kakak di pulau Pasir

Pulau pertama yang dituju adalah pulau pasir, yang terbentuk karena arus di sekitar pulau bergerak memutar … yang membuat pasir-pasir mengumpul dan membentuk pulau. Pulau pasir ini hanya bisa terlihat saat air laut surut, saat air laut pasang, pulau ini sudah tenggelam … oleh karena itu rombongan disarankan untuk ke sini pertama kalinya (pas kami pulang, pulau ini sudah tak terlihat lagi, tertutup air laut).

Rombongan berhenti di pulau pasir …. dan wajah-wajah ceria A678 langsung berlarian, berfoto dengan gaya masing-masing … sampai lupa tak ada foto bersama…hahaha. Pasirnya putih bersih dan lembut di kaki.
 
Suasana di Pulau Batu Berlayar.

Suasana di Pulau Batu Berlayar.

Setelah puas berfoto, kami kembali naik perahu, menuju pulau Batu Berlayar. Batu berserakan di pulau ini, menjulang tinggi, dan ada yang bentuknya mirip layar perahu. Prof Son memulai kuliahnya …. bahwa karang yang ada di bagian batu paling bawah, menunjukkan maksimal tinggi air laut saat pasang.

 
Di Pulau Batu Berlayar.

Di Pulau Batu Berlayar.

Jadi ini merupakan penanda agar orang bisa berhati-hati dan dapat memperkirakan setinggi apa air laut saat pasang.

Karang ini sangat tajam, jadi pemandu wisata meminta rombongan berhati-hati … dan sayangnya Centil terkena karang ini, kakinya berdarah.

Karang ini hanya tumbuh di dalam air laut, jadi kalau air laut surut terus menerus,  dan tidak terkena air laut,  karang ini akan mati.

 
A678 di Pulau Lengkuas.

A678 di Pulau Lengkuas.

Dari Pulau Batu Berlayar ini, rombongan menuju pulau Lengkuas, yang terkenal karena ada mercu suar L.I.Enthoven, yang didirikan pada tahun 1882. Gelombang laut mulai terasa, perahu bergoyang, kekiri kemudian ke kanan ….. saat goyangan cukup keras, semua teriak dan mulai berzikir.

Di perahu

Di perahu menuju pulau.

Adik saya mulai mengingat letak bulan saat ini, karena kalau bertepatan dengan bulan Purnama, gelombang air laut memang tinggi. Sebenarnya cukup aman karena kami semua memakai pelampung dan banyak perahu lalu lalang yang membawa turis asing maupun domestik di sekitar laut ini.

Sampai pulau Lengkuas, kami berlarian menuju kedai, untuk minum air kelapa muda … hehehe … rupanya baru terasa kalau haus. Dan disini ada toilet, jadi berani minum banyak-banyak.

Gradasi laut yang memukai di pulau Lengkuas.

Gradasi laut yang memukau di pulau Lengkuas.

Setelah istirahat sejenak, rombongan bisa memilih naik mercu suar dan melihat pemandangan dari atas atau duduk-duduk istirahat dulu. Setiap lantai terdiri atas 17 tangga, dan mercu suar ada 18 lantai, jadi kalau mau naik ke atas harus naik 306 anak tangga. Saya pilih naik ke lantai 2 saja … cukup 34 anak tangga … dan mengintip pemandangan melalui jendela. Duhh indahnya…..

Snorkeling

Snorkeling.

Setelah semua puas, kami kembali ke perahu. Sebelumnya foto dulu dengan latar belakang mercu suar. Narpati (anak sulungku) dan Prof Son snorkeling, yang tidak ikut snorkeling, menikmati pemandangan sambil memberi makan ikan.

 

Laut dekat pulau Lengkuas, tempat orang2 snorkeling.

Laut dekat pulau Lengkuas, tempat orang2 snorkeling.

Ikan nya terlihat jelas dari perahu … berwarna warni, indah sekali. Pasti kalau bisa menyelam akan lebih asyiik.

A678 di Pulau Gede Kepayang

A678 di Pulau Gede Kepayang

Dari pulau Lengkuas, rombongan menuju pulau Gede Kepayang untuk sholat dan makan siang. Sebetulnya pulau ini punya empat nama: Pulau Haji, pulau Babi, Pulau Gede dan pulau Kepayang. Yang penting nama yang tercantum di tempat A678 foto adalah pulau Gede Kepayang .. karena batasan wilayahnya tidak jelas.  

Hormat bendera ...setelah fotonya jadi, baru sadar benderanya robek.

Hormat bendera …setelah fotonya jadi, baru sadar benderanya robek.

Kami makan siang dengan lahap sampai semua makanan ludes … nasipun menambah. Ikan nya sungguh enak. Selesai istirahat, rombongan 678 berfoto bersama … gradasi lautnya sungguh indah …. pasirnya putih dan halus.

Pantai Tanjung Kelayang.

Pantai Tanjung Kelayang.

Setelah selesai, kami menuju perahu dan langsung berlayar ke pantai Tanjung Kelayang di pulau Belitung. Di pantai ini perahu tak bisa merapat di dermaga semula, seperti  saat kami berangkat, karena ombaknya cukup tinggi, sehingga kawatir kami-kami yang udah usia ini akan terempas. Dan disini kami berfoto lagi bersama.

Kawasan KV Senang tempat beli batu sajau khas pulau Bangka.

Kawasan KV Senang tempat beli batu sajau khas pulau Bangka.

Karena masih ada yang panasaran belum mendapat sajau (sangat hijau) yaitu batu akik khas pulau Bangka … rombongan mampir ke Kompleks KV Senang.

 
Disini ada juga yang memborong kaos, karena ternyata lebih murah dibanding saat beli di Belitung outlet. Saya memilih berjalan kaki untuk memotret Mie Belitung Atep … .karena pas makan mie Belitung, rombongan dibawa ke tempat perluasan mie Belitung Atep ini, yang lokasinya lebih representative buat nin dan akung.
 
 
Saya memotret tugu Batu satam, juga memotret kompleks KV Senang yang dibuat seperti bangunan tua.
 
 
Dari sini rombongan langsung ke Dynasty Restaurant … walaupun ada yang bilang masih kenyang, namun akhirnya makan juga. Karena, kalau rombongan kembali ke hotel dan balik makan malam lagi, sudah malas pasti malas …..  apalagi kalau sudah mandi bawaan nya pengin tidur.
 
Bagi saya … inilah keindahan pulau Belitung yang sesungguhnya, pulau-pulau nya sangat menawan, gradasi lautnya sungguh mempesona ….. teman-teman satu rombongan yang menyenangkan…..benar-benar traveling idaman saya. Ditambah punya teman yang ahli batu-batuan … puas banget deh. Bahkan setiap  saat selalu ada ilmu baru yang kudapat…..

Responses

  1. acaranya sukses kan bu. Maaf nih sangat lama tak berkunjung kemari, karena juga jarang aktif di blog

    Alhamdulillah, acaranya menyenangkan, apalagi bersama sahabat saat kuliah dulu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: