Oleh: edratna | September 9, 2016

Mengunjungi kebun sayur ABBAS Agri di Ciloto, di lereng Gunung Gede

Kebun sayur ABBAS Agri

Kebun sayur ABBAS Agri

Kami, para alumnus Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Indonesia, yang kemudian menjadi Institut Pertanian IPB, diundang oleh Uni Farida Abdullah (Angkatan 62) dan Bang Daud Husni Thamrin (Angkatan 59),  untuk menikmati udara gunung yang segar di lereng Gunung Gede.

Foto dulu di depan rumah Uni Ida dan bang Husni Thamrin.

Foto dulu di depan rumah Uni Ida dan bang Husni Thamrin.

Uni Ida dan Bang Husni Thamrin

Uni Ida dan Bang Husni Thamrin

Perjalanan ke Ciloto ini sungguh mengasyikkan, karena saya berkesempatan ketemu para dosen senior yang dulu pernah membimbing dan mengajar kami, para senior, sahabat serta para junior, yang semuanya menyatu menikmati kegembiraan tanpa batas dan sekat. Bahkan serasa mengikuti kuliah terbuka di lapangan.

Bang Syarif sedang menjelaskan, didampingi ibu Sri Setyati

Bang Syarif sedang menjelaskan, didampingi ibu Sri Setyati

Kami mendapat penjelasan dari pakarnya di lapangan, yaitu bang Syarif Bastari (putra bang Husni Thamrin, IPB angkatan A25), ditambah penjelasan ibu Prof Dr. Ir. Sri Setyati, Msc, pakar hortikultura. Saya salut dengan bu Sri, beliau sudah berusia hampir 80 tahun, namun masih gesit mengelilingi kebun sayur ABBAS Agri di bawah terik matahari, sambil memberi penjelasan pada kami tentang berbagai pepohonan dan tanaman sayuran.

Sayur yang baru ditanam, belum ada satu minggu.

Sayur yang baru ditanam, belum ada satu minggu.

Perkebunan ABBAS Agri didirikan pada tahun 1991, saat ini sehari-hari nya kebun dikelola oleh putranya. ABBAS Agri merupakan singkatan dari Abdullah Bastari, yang saat ini mengkhususkan pada tanaman sayur mayur. Tanaman yang ditanam sebagian besar merupakan bahan-bahan untuk salad, dan 100 persen dijual ke Jakarta untuk hotel bintang empat dan lima, serta untuk perusahaan airlines catering. Kebun ini luasnya 12 ha, sebagian besar untuk tanaman produksi (60%) dan sisanya untuk infrastruktur pendukung. Jenis sayuran yang dijual ada sekitar 50-60 jenis sayuran.

 

Tanaman sayur

Tanaman sayur

Pernah kebun ini ditanami tanaman paprika, pada saat itu belum banyak yang menanam paprika, sehingga keuntungannya sangat lumayan. Namun menanam paprika ini hanya bertahan 5 tahun, karena risikonya sangat tinggi.  Wilayah Kebun ABBAS Agri,  dikenal sebagai daerah  lorong angin,  karena seringnya terkena angin kencang (badai), beberapa kali angin telah memporak porandakan tanaman di green house.

 

Tanaman Rosemary

Tanaman Rosemary

Dijelaskan oleh Uni Ida, kerusakan tanaman di green house masih mudah diperbaiki, namun tantangan terberat  adalah untuk menangkal hama.  Setelah konsultasi dengan konsultan Belanda,  disarankan menggunakan predator yang diimpor dari negeri Belanda, ternyata pada saat ada predator hamanya tidak datang, namun setelah predator pergi, hama kembali menyerang.

 

Zuchini (terong Jepang?)

Zuchini (terong Jepang?)

Setelah melalui berbagai pengalaman sekian puluh tahun, akhirnya diputuskan untuk menanam tanaman yang lebih sesuai dengan iklim dan jenis tanahnya, yang mudah diserap pasar, serta jika permintaan pasar berlebih, maka dapat mengambil dari petani mitra kebun yang selama ini telah dibina oleh ABBAS Agri. Dan agar kebun hortikultura dapat mencapai BEP (Break Even Point) dan mandiri, minimal diperlukan 10 hektar. Memang, apabila menanam sendiri keuntungannya akan lebih besar, namun risikonya juga lebih besar.

 

Pohon pule, konon kulitnya bisa untuk obat diabetes (foto by mbak Gin Gunawan).

Pohon pule, konon kulitnya bisa untuk obat diabetes (foto by mbak Gin Gunawan).

Jenis tanaman yang ditanam saat ini, antara lain: rosemary (untuk makanan Italy), frizee (untuk salad), Zuchini, thyme, basil, cury, pokcai, coreander (daun ketumbar), kol merah dan berbagai sayuran lainnya.

 

Kol merah

Kol merah

Saat tanaman siap panen, maka akan dipanen dari pagi hari sampai dengan jam 15.00 wib, disortir, kemudian dibawa ke Jakarta, untuk disortir lagi, dan jam 11.00 wib keesokan harinya harus sudah siap di hotel. Kegiatan ini tanpa menggunakan fasilitas pendingin sehingga memerlukan kecepatan dan ketepatan,  agar sayuran tetap segar.

Angkatan 6 dan 7 IPB-dari fak Pertanian, Fatemeta dan Fak Kedokteran Hewan.

Angkatan 6 dan 7 IPB-dari Fak. Pertanian, Fatemeta dan Fak. Kedokteran Hewan.

Tenaga kerja terdiri atas 75 orang di kebun Ciloto dan di Jakarta 50 orang. Kebun ini dibagi menjadi 4 (empat) blok outdoor dan 1 (satu) blok indoor. Satu blok terdiri atas 40-50 patok, satu patok adalah 20×20 meter persegi. Setiap supervisor mengepalai satu blok.

Kebun ini tidak menanam tanaman organik, pernah dicoba, hanya bertahan tak sampai satu bulan, tanaman hancur diserang oleh hama. Oleh karena itu kebun menggunakan penyemprotan dengan cara dikendalikan.

Cara pengendalian pestisida  ini diaudit setiap tiga bulan sekali oleh lembaga audit, yang ditunjuk oleh para customer nya, yang semuanya merupakan hotel bintang 4 dan 5, serta perusahaan airlines nasional. 

Lembaga audit ini  akan menghitung residu dari setiap jenis tanaman yang ditanam, dan karena umur sayuran cepat dari saat ditanam sampai dengan panen, maka sebetulnya ABBAS Agri ini diaudit nyaris setiap minggu tanpa henti, tanpa mengenal hari libur atau hari besar. Sampai saat ini,  ABBAS Agri tidak mendapat pinjaman dari pihak luar.

Ceria di tengah kebun

Ceria di tengah kebun

Karena irigasi menggunakan full automatic mahal, kebun ABBAS  menggunakan semi teknologi, yaitu menggunakan bak penampung air, untuk menyimpan air, yang kemudian dialirkan melalui pipa-pipa ke seluruh tanaman.

Bersama sahabat: saya, Ati dan Tinoek.

Bersama sahabat: saya, Ati dan Tinoek.

Dari perjalanan selesai mengelilingi kebun, kami disambut dengan berbagai minuman hangat dan dingin serta kue-kue. Dan tentu saja perkenalan setiap angkatan, dari mulai IPB minus (maksudnya masih Faklutas Pertanian UI), sampai dengan angkatan termuda (Angkatan ke 15 IPB) yaitu masuk IPB tahun 1978.

Setelah acara ramah tamah, menyanyi dan menari bersama, diakhiri dengan sholat dan makan siang. Sungguh saya menikmati bertemu para guru, senior, sahabat, junior yang dulu sama-sama berjuang dan bergembira di kampus yang sama. Waktu makin sore, akhirnya jam 15.00 wib  para peserta yang naik bis rombongan Jakarta dan Bogor, serta yang menggunakan kendaraan pribadi, pamit kepada tuan rumah, dengan ucapan terimakasih telah bersedia menerima kami dengan sambutan yang ramah tamah.

Pesan bang Husni “ jika telah tua, seringlah bertemu dengan teman-teman sebaya, hanya itulah yang membuat semangat tetap menyala”.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: