Oleh: edratna | Oktober 27, 2016

Terowongan Lampegan, terowongan pertama yang dibangun di Tanah Jawa

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010

Terowongan Lampegan 1879-1882. Renovasi 2010.

Terowongan Lampegan dibangun pada tahun 1979 oleh Perusahaan Kereta Api Belanda ” Staats Spoorwegen“, usia terowongan Lampegan saat ini hampir mencapai 140 tahun. Tujuan pembangunan terowongan Lampegan pada masa kolonial, adalah untuk memudahkan pengiriman hasil bumi di Jawa seperti: kopi, palawija, dan rempah-rempah, yang merupakan komoditas tinggi saat itu. Dengan pembangunan ini, diharapkan jalur kereta api Jakarta-Bogor, Bogor-Sukabumi dan Sukabumi-Bandung dapat ditembus melalui Cianjur.

Foto bersama depan terowongan Lampegan.

Ayoo angkat kaki untuk latihan keseimbangan.

Saat awal beroperasi (tahun 1882), panjang terowongan 686 meter. Selain sebagai terowongan tertua di Indonesia, terowongan Lampegan di klaim sebagai terowongan terpanjang di Indonesia. Namun terowongan ini sempat mengalami pemugaran akibat longsor besar tahun 2002, yang mengakibatkan terowongan tinggal bersisa sekitar +/- 400 meter dan bukan terowongan terpanjang lagi di Indonesia.

Di dalam terowongan Lampegan.

Di dalam terowongan Lampegan.

Pemberian nama Lampegan ini memunculkan berbagai versi dan misteri. Selain terdengar seperti kata Belanda, Lampegan merupakan kosa kata bahasa Sunda yang berarti sejenis tumbuh-tumbuhan kecil. Terdapat kisah lain, pemberian nama ini karena pada saat pembangunan, mandor Belanda yang bernama Van Beckman sering menyebut kata  “Lamp pegang… Lamp pegang….” kepada pegawai Indonesia yang akan memasuki terowongan.

A678 plus di dalam terowongan Lampegan.

A678 plus di dalam terowongan Lampegan.

Ada lagi yang menyatakan, saat akan memasuki terowongan, masinis akan meneriakkan kata….”Lampen aan!” kepada pengawas stasiun untuk menyalakn lampu di dalam terowongan yang sangat gelap.

Namun saat rombongan kami sampai di terowongan. di dalam terowongan tetap terlihat jelas. Teman saya, yang masa kecilnya tinggal di Bogor dan Sukabumi, serta sering ke Lampegan, mengatakan saat dia masih kecil, terowongan Lampegan gelap sekali … sehingga jika ingin memasuki harus menyalakan lilin.

Penulis depan terowongan Lampegan.

Penulis depan terowongan Lampegan.

Namun pesona terowongan ini sungguh berkesan di hati… terimakasih Tinoek yang telah membawa teman-teman untuk menikmati petualangan ini.

Sumber: EcoAdventurescape with Tinoek.


Responses

  1. Saya pernah naik kereta api dari Stasiun Cianjur ke Sukabumi , melewati terowongan Lampegan yang cukup panjang lorongnya. Pemandangan desa di sepanjang perjalanan, memanjakan mata karena ada paduan sawah, ladang yang saat itu sedikit gersang. Oh, ya….bagaimana dengan terowongan kereta api Ijo di Jawa Tengah, Anda pernah melewatinya ?

    Saya masih berharap kapan-kapan bisa menikmati kereta api Sukabumi Cianjur.
    Kemarin karena niatnya tidur di Tanakita, harus menghitung waktunya agar sampai Tanakita tak terlalu malam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: