Oleh: edratna | November 6, 2016

Ke Tanakita lagi yuuuk

Tuan dan nyonya onderneming.

Tuan dan nyonya onderneming.

Jika kepala sudah penuh dan merasa lelah, maka pikniklah bersama para sahabat. Tempat piknik nggak usah jauh-jauh, ada beberapa tempat yang mudah dicapai dari Jakarta, antara lain Tanakita, yang hanya sekitar 3 (tiga) jam naik kereta api dari stasiun Tanjung Barat Jakarta Selatan. Dari stasiun Tanjung Barat naik commuter lines menuju stasiun Bogor, kira-kira satu jam. Di stasiun Bogor  turun, kemudian jalan kaki sekitar 100 meter menuju stasiun Paledang. Yang tidak suka jalan kaki bisa naik ojek atau becak (yang kadang masih ada).

Aegarnya hawa pagi hari

Segarnya hawa pagi hari.

Dari stasiun Paledang, kita naik kereta api Pangrango menuju Sukabumi (kira-kira perlu waktu dua jam), turun di stasiun Cisaat, satu stasiun menjelang stasiun Sukabumi. Jika sudah memberi tahu manajemen Tanakita, kita akan dijemput  di stasiun Cisaat, kemudian naik angkot, kira-kira 30 menit sudah sampai ke camping ground Tanakita.

Ceria di pagi hari

Ceria di pagi hari.

Saat berjalan bersama teman/ sahabat, maka tawa dan celotehan sepanjang perjalanan, membuat semua pusing kepala akan hilang, tinggal rasa gembira dan senang. Ini ketiga kalinya saya pergi ke Tanakita, bersama para sahabat A678 plus.

Memasuki wisata Situgunung...fotoo dulu.

Memasuki wisata Situgunung…fotoo dulu.

Tanakita merupakan camping ground,  terletak berdampingan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Situgunung, merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) di Kadudampit, Cisaat, Sukabumi.

Nyanyi terus diiringi petikan gitar, walau suara ngalor ngidul.

Nyanyi terus diiringi petikan gitar, walau suara ngalor ngidul.

Bagi yang senang berpetualang, dan ingin mendidik anak agar mencintai alam, disinilah tempatnya. Jangan kawatir, tersedia tenda yang bisa di sewa, di dalam tenda ada kasur dan sleeping bed yang tersedia, ada colokan listrik untuk ngecharge handphone agar tetap kekinian …. dan makan tiga kali sehari plus nyamikan.

Jalan menanjak kemudian menurun dari Tanakita ke Situgunung.

Jalan menanjak kemudian menurun dari Tanakita ke Situgunung.

Di Tanakita, tersedia kamar mandi lengkap dengan air panas …. dan jika malam hari, kita akan makan malam dihibur petikan gitar dan api unggun, minum bandrek dan makan jagung bakar.

Para nin kung A678 yang baru datang jam 7.30 malam dari Gunung Padang, tanpa ganti baju langsung makan malam, kemudian menyanyi, menari …… dan kami baru bergantian mandi. Dunia terasa berhenti …. nyanyi terus sampai suara serak, walau suara nya ngalor ngidul

Di tepi sungai Cinumpang

Di tepi sungai Cinumpang

Seruu banget ….. malam itu tak bisa tidur, karena terus mengobrol, kami hanya bisa ketemu di acara seperti ini ….. ehh baru agak terlelap menjelang jam 2 pagi …… jam 3.45 wib sudah terbangun lagi.

Setelah sholat Subuh ….  mengobrol lagi sambil minum teh dan kopi.

Paduan jembatan yang unik dan pemandangan alam yang indah.

Paduan jembatan yang unik dan pemandangan alam yang indah.

Pagi hari, setelah mandi dan sarapan, kami menuju Situgunung (kawasan danau). Hujan mulai gerimis …… kami semua memakai jas hujan…..dan berfoto rame2 di tepi danau. Dari danau kami naik lagi dan jalan menuju sungai Cinumpang, di pinggir sungai juga ada tenda-tenda untuk menginap.

Biar hujan di tepi danau, foto jalan terus.....

Biar hujan di tepi danau, foto jalan terus…..

Salah seorang sahabat nyeletuk….”Asyiiik…kalau membawa anak-anak dan cucu, kita tidur di sini saja.” Sebetulnya banyak tempat indah di Tanakita, yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam Situgunung dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Namun karena kami  sebelumnya sudah seharian beraktifitas di Gunung Padang, pagi itu kami hanya memilih untuk melihat danau (Situgunung), dan camping ground yang berada di tepi sungai Cinumpang.

Silahkan minum tehnya, tuan.

Silahkan minum tehnya, tuan.

Kami menikmati pemandangan alam, ada yang turun ke sungai merasakan segarnya air sungai yang jernih, yang lain foto-foto dan menikmati pisang goreng serta kopi dan teh. Segaaarnya ……..  namun waktu pulang ke Jakarta tak bisa dihindari. Selamat tinggal Tanakita, kita akan ke sini lagi lain waktu.

Terimakasih Soehartini Tinoek Sekartjakrarini, yang telah meng arrange dan membuat itenerary  menarik ini…. Semoga kita semua sehat ya … bersiap untuk trip berikutnya.


Responses

  1. Mauuuu… Kapan-kapan ajak suami ke sana ah

  2. lucu banget tempatnya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: