Oleh: edratna | Desember 7, 2016

Jalan-jalan ke Kebun Cibedug

Saung dan kebun

Saung dan kebun

Setiap kali, kami ingin mengadakan pertemuan di suatu lokasi yang mengingatkan kebersamaan saat-saat masih kuliah dulu. Kebetulan teman seangkatan, menawarkan untuk ketemu di kebun tantenya di daerah Cibedug. Makanan sharing dari teman-teman yang memang ahli memasak.

Nin-nin A678 plus yang ceria.

Nin-nin A678 plus yang ceria.


Pertama-tama yang ditanya adalah bagaimana cara mencapai lokasi. Kebetulan sebagian besar teman-teman saya setelah lulus kuliah masih bekerja yang dekat dengan keahliannya, dan tinggal di seputaran Bogor-Ciawi. 

Foto dulu d kebun Cibedug

Foto dulu d kebun Cibedug

Yang kerja di Jakarta dan tinggal di Jakarta rupanya tak terlalu banyak, jadi saya janji ketemu di Citos jam 7.30 wib agar jalan belum terlalu macet. Maklum hari Sabtu pagi, banyak yang akan bepergian ke arah Puncak, apalagi tanggal muda. Syukurlah kami berangkat agak pagi, sampai Cibubur jalan mulai tersendat, begitu juga di Sentul serta pintu tol Ciawi.

Pohon jengkol (?).

Pohon jengkol (?).

Dari tol Ciawi, kami menuju ke arah kanan, melewati RSUD Ciawi….kemudian berbelok ke arah Tapos. Sampai pertigaan jalan menuju Tapos, kami ingin menikmati warung Bakso “Seuseupan”, sayang belum buka karena masih terlalu pagi. Jadi, kami melanjutkan perjalanan menuju Cibedug. 

Anthurium yang subur,

Anthurium yang subur,

Lokasi kebun tak jauh dari Hotel Bumi Tapos, sempat agak ragu karena tak ada tanda A678 di pagar masuk sebelum jembatan. Saat menelpon Hardi (tuan rumah), ternyata dia masih di rumahnya, dan kaget mendengar rombongan Jakarta telah sampai di pintu pagar kebun nya. Maklum ada beberapa teman yang janjian mau belanja dulu di PD Hasan, di daerah Tajur, Bogor, sebelum menuju Cibedug.

Saya bersama Ati dan bunda Rini, menikmati kesejukan dan hawa segar Cibedug. Justru karena teman-teman yang lain belum datang, saya bisa mengekplore kebun, rasanya senang melihat kehijauan, petak kebun yang ditanami berbagai macam tanaman, maklum saya tak punya kebun.

Sibuk memilih akik yang sesuai, mumpung ada ahlinya.

Sibuk memilih akik yang sesuai, mumpung ada ahlinya.

Tak lama kemudian teman-teman mulai berdatangan. Ada teman yang mobilnya sempat kejeblos di jalan masuk, memang jalannya menanjak dan belokannya lumayan curam, apalagi jalan masuk berupa rumput yang akan licin saat hujan.

Semua ini tak mengurangi kegembiraan kami. Salah satu teman yang pandai main organ mulai melaksanakan tugasnya, lagu-lagu mengalun indah. Dan menjadi ramai setelah, teman yang keahliannya dibidang mineral datang beserta mas Eko yang membawa berbagai dagangan akik dengan harga terjangkau. Mulailah kami memilih akik, tentu saja karena saya tak tahu batu-batuan, walau sudah diajari oleh ahlinya, yang saya pilih adalah berdasarkan warna yang saya belum punya, untuk dibuat liontin.

Ramai-ramai tiup lilin buat yang ultah bulan Nopember Desember: Bonar Sinaga, Meity, Tinoek, Ani Madaniyah dan bunda Rini.

Ramai-ramai tiup lilin buat yang ultah bulan Nopember Desember: Bonar Sinaga, Meity, Tinoek, Ani Madaniyah dan bunda Rini.

Tak lama setelah semua berkumpul, acara yang ditunggu adalah meniup lilin kue ulang tahun bagi teman-teman yang berulang tahun bulan Nopember-Desember, yaity: Meity, Bonar Sinaga, Tinoek, Mbak Ani Madaniyah dan bunda Rini. Setelah tiup lilin dan kue ulang tahun dibagikan kepada para cucu yang dari tadi sudah nggak sabar mau mencowel kue nya, kami menuju tenda untuk makan siang.

Menu makan siang yang lezat.

Menu makan siang yang lezat.

Makanan nya sungguh sedap…..semua buatan tangan para nin-nin A678 yang memang pandai memasak. Saya mencoba sayur Poloy (sayur batang talas, yang konon khas masakan Sunda), pepes ayam, pindang ikan buatan yu Lies yang sedap sekali, salad buah dan sambel goreng udang pete bikinan Alda, kepiting (entah buatan siapa), oseng-oseng bunga pepaya, pepes ayam, rempeyek, asinan segar dan lain-lain. Akhirnya nasi bakar serta kue-kue di bawa pulang.

Foto bersama keluarga dan anak cucu.

Foto bersama keluarga dan anak cucu.

Tak lupa kami foto bersama, A678 bersama keluarga dan para cucu. Sebelum pulang sholat dulu, agar di jalan nggak kepikiran, setelah itu Darsono membuat pengumuman, karena rencananya kami awal Mei akan piknik bersama, dan ternyata negara tujuan saat ini dikawatirkan ada masalah, jadi ditawarkan akan dipindah ke destinasi lain.

Tugas salah satu teman, yang dijuluki sebagai Menteri Pariwisata A678, untuk menghitung kembali biayanya. Kami semua pulang dengan hati riang, pertemuan dengan teman selain ajang silaturahim juga membuat hati kita kaya serta kegembiraan bersama sahabat merupakan obat agar kita tetap semangat menikmati hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: