Oleh: edratna | April 27, 2017

Perjalanan Umroh bersama si Mbak

Day 1

Saya dan Minah

Bertemu mas Pinky bersama ibu, yang merupakan dosen, senior dan mentor suami saat kuliah di Teknik Mesin ITB. Sedangkan ibu Ilse dari Elektro ITB.

Kali ini saya umroh bersama si mbak yang telah tinggal bersama keluarga saya sejak tahun 1992, berarti telah 25 tahun. Jangan salah, dia membiayai sendiri perjalanan nya, bahkan telah siap untuk pergi umroh bertahun-tahun lalu. Hanya saja saya yang masih belum sempat, baik dari sisi biaya maupun waktu.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengumpulkan uang, kebetulan travel yang pernah saya gunakan saat naik Haji sedang promo dalam rangka ulang tahun, sehingga harganya “agak miring.” Umroh kali ini, saya niatkan untuk sekaligus “Badal Umroh” (meng umroh kan almarhum ayah, yang belum sempat melaksanakan umroh).

Antri di imigrasi Jeddah….sabaaar

Rombongan kami naik Garuda yang lepas landas jam 16.10 wib dari bandara Soekarno Hatta. Perjalanan relatif lancar, walau saya tak bisa tidur selama di pesawat. Sampai Jeddah jam 22.30 waktu Jeddah (4 jam lebih lama dari waktu Jakarta). Di sini mesti sabar menunggu antrian untuk imigrasi, kemudian antrian untuk mencari koper, kemudian baru ganti baju yang bersih untuk umroh, bahkan ada beberapa yang menyempatkan mandi. Rombongan melakukan miqat di atas bis, kemudian baru rombongan berangkat menuju kota Mekah.

Senangnya bisa kembali lagi ke sini

Sampai di Mekah, kami masuk hotel dulu untuk menaruh koper, wudhu lagi bagi yang batal wudhu, kemudian menuju lobby hotel untuk bersama-sama melakukan umroh wajib. Rombongan kami yang berjumah 188 orang dibagi menjadi 4 (empat) rombongan, dengan salah satu Ustadz sebagai pemimpin rombongan, kemudian menuju Masjidil Haram. Kami melakukan thawaf dengan mengelilingi Kabah 7 (tujuh) kali, kemudian melakukan sholat Thawaf menghadap Kabah, dilanjutkan dengan Sai  yaitu berjalan dari bukit Shafa ke bukit Marwa bolak balik 7 (tujuh) kali. Setelah selesai, melakukan Tahalul, yaitu menggunting rambut.

Kembali ke Masjidil Haram, benar-benar tak terbayangkan, banyak diantara rombongan yang menangis sambil mengelilingi Kabah, terbayang semua usaha untuk bisa datang kembali ke sini. “Terimakasih ya Allah, Engkau telah memperkenankan kami untuk kembali lagi ke sini. Ampunilah hamba ya Allah. “Di sini lah, sambil thawaf, kami berdoa, bertobat, menyerukan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, melupakan urusan dunia, hanya doa dan taubat seorang  hamba kepada Tuhan nya.

Suasana saat umroh

Selesai melakukan umroh, kebetulan cuaca cerah, saya mengambil beberapa foto dengan latar belakang Kabah dan bangunan hotel yang tinggi dengan jam besar nya. Selanjutnya kami menuju hotel untuk makan pagi. Hari ini  tidak banyak acara, karena kami telah semalaman kurang tidur, jadi lebih banyak istirahat di hotel, setelah sholat Ashar mengikuti ceramah agama dan diskusi, kembali lagi sholat di Masjidil Haram.

 

Iklan

Responses

  1. Alhamdulillah bu, senang membaca kisah ini
    apalagi bareng mbak yang telah setia di keluarga ibu selama ini

    Iya mbak Monda ….. Alhamdulillah bisa ke sana bareng si mbak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: