Oleh: edratna | April 30, 2017

Day 4- Menuju Madinah

 

Selesai Thawaf Wada, berfoto dulu                       (foto by Ustadz Dedi Hariadi).

Seperti biasa, rombongan yang mau Thawaf sunnah dilanjutkan sholat Tahajud berkumpul di lobby hotel jam 2.30 waktu Mekah. Ini hari terakhir kami sholat Tahajud di Masjidil Haram, tempat dimana doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah swt. Setelah berkumpul, kembali kami dibagi menjadi 3 (tiga) rombongan, yang masing-masing rombongan dipimpin oleh seorang Ustadz. Rombongan saya berhenti dulu sebelum masuk masjid untuk berdoa, kemudian mulai melangkah ke dalam masjid dengan kaki kanan terlebih dahulu.

Di dalam masjid orang sudah penuh, rasanya Masjidil Haram memang tak pernah sepi dengan manusia yang sedang berdoa, bermunajat kepada Allah swt. Mendekati Kabah, kami berdoa kembali, kemudian dimulai thawaf putaran pertama. Kembali kali ini rombongan saya dipimpin Ustadz DH, yang suaranya membuat hati makin terharu biru. Setiap kali memulai putaran, Ustadz DH akan mengingatkan doa-doa yang dipanjatkan, dan saya mengamini sambil membayangkan almarhum orang tua, keluarga, saudara dan teman-teman baik yang telah menitipkan doa pada saya. Semoga keluarga saya, anak keturunan saya dan teman-teman baik yang telah menitipkan doa mendapatkan kesempatkan dipanggil ke Baitullah dan merasakan kedamaian serta kebahagiaan seperti yang saya alami. Aamiin.

Pada thawaf ke tujuh, Ustadz mengajak rombongan melipir ke kiri, agar bisa menuju Hijir dan sholat di situ, yang dipercaya pahalanya berlipat kali. Orang penuh sesak…terdengar suara Ustadz DH…”Bapak-bapak, lindungi kaum ibu.” Saya mencoba memegang pintu Kabah, orang penuh sesak…doa dilantunkan dengan bercucuran air mata…”Ya, Allah, perkenankanlah hamba dapat memegang pintu Kabah mu.” Tak terasa orang menyibak…dan Alhamdulillah saya bisa memegang pintu Kabah….”Alhamdulilah ya Allah,” doa saya.

Salah satu lampu di atap Masjidil Haram.

Saya dan Minah serta mbak Yudhiati menuju baris depan…yang Alhamdulillah ada barisan yang lowong, dan sholat sunnah dua rakaat di situ. Saya bersujud sambil menangis…”Ya Allah, terimakasih atas karunia Mu, hamba bisa bersujud disini.” Setelah puas berdoa, yang entah kenapa tak ada gangguan atau desakan orang, kami bertiga menuju ke arah kanan untuk keluar dari Hijir. Ternyata dekat dinding Kabah kosong….kami langsung segera ke situ, dan bisa mencium dinding Kabah yang wangi sekali. Minah disebelahku menangis tersedu-sedu, membuat saya ikut bercucuran air mata lagi. Alhamdulillah, hari terakhir di Mekah, saya bisa kembali sholat di Hijir dan mencium Kabah.

Halaman Masjidil Haram, selesai Thawaf Wada.

Saya bertiga keluar dari Hijir, menuju tempat sholat, pas di depan Multazam…dan kali ini Askar (penjaga di Masjidil Haram) tidak galak, sehingga kami bisa sholat secara khusuk di situ. Selanjutnya kami menuju ke daerah tempat perempuan bisa sholat untuk melanjutkan sholat Hajat, sholat Tahajud…dilanjutkan sholat Fajar dan sholat Subuh. Hari masih pagi ketika kami kembali ke hotel untuk mandi dan kemudian sarapan. Jam 8 pagi rombongan seluruh KT menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf Wada, yaitu thawaf untuk perpisahaan, dengan doa semoga saya kembali dipanggil ke sini. Cuaca sudah semakin panas, namun tak mengurangi semangat kami untuk melaksanakan thawaf Wada, yang dilanjutkan dengan sholat sunnah dua rakaat.

Pembimbing berpesan, agar rombongan jika ingin sholat Duhur, diusahakan tidak masuk ke dalam masjid terlalu dalam, karena check out jam 14.00 waktu Mekah, kawatirnya kunci kamar tidak berfungsi lagi. Saya memilih untuk sholat Duhur di kamar, dengan mengikuti imam Masjidil Haram yang terdengar jelas dari kamar hotel. Kemudian kami makan siang, sekaligus dengan membawa koper kabin, sedangkan koper Bagasi telah disetor kemarin malam jam 21.00 waktu Mekah.

Perjalanan dari Mekah ke Madinah berjalan lancar, jalan lebar dan mulus, di kiri kanan gunung berbatu tanpa ada tanaman. Kami sempat berhenti di rest area untuk mempersilahkan bagi yang ingin ke toilet. Kami sampai di Madinah jam 20.30 waktu Madinah dan langsung makan malam di restoran yang masih disediakan oleh hotel Movenpick. Malam ini diumumkan, agar siapa yang ingin sholat Tahajud di Masjid Nabawi, bertemu di lobby hotel jam 3.30 waktu Mekah. Saya tidur nyenyak malam itu, antara lelah dan kenyang, siap menyambut pagi di Madinah, kota yang penuh sejarah Rasulullah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: