Oleh: edratna | Mei 8, 2017

Day 6- Madinah, sekitar masjid Nabawi

 

Hotel sekitar masjid Nabawi.

Hari ini kegiatannya rutin, karena rencana ziarah ke Raudah sudah dilaksanakan pada malam sebelumnya. Setelah makan pagi, diisi dengan diskusi agama, serta rencana perjalanan kembali ke tanah air besoknya. Bagi yang belum sempat ziarah ke Raudah, bisa melakukannya hari ini.

Hari ini saya menjelajahi sekitar masjid Nabawi bersama Minah dan mbak Yudhiati. Melihat hotel-hotel yang ada di sekitar masjid Nabawi, memasuki toko demi toko, siapa tahu ketemu barang yang menarik untuk oleh-oleh. Saya sibuk memotret suasana sekitar. Tak lupa kami ke Bin Dawood, supermarket yang ada di lantai bawah hotel Movenpick, melihat-lihat, membeli tas untuk tempat kurma dan air Zam-zam. Saya membawa air zam-zam yang telah didoakan dan diajak Thawaf keliling Kabah, dengan harapan doa nya makbul. Entah benar apa tidak, wallahualam.

View dari kamar hotel: jalan di depan hotel Movenpick Madinah.

Badan juga mulai terasa menurun karena kurang tidur, dan jika lelah, saya juga sulit makan, hanya haus yang terasa. Panas makin terasa menyengat, mungkin karena sudah hampir memasuki musim panas. Akhirnya masing-masing orang telah mendapatkan barang yang diinginkan untuk sekedar oleh-oleh. Kami kembali ke hotel….dan pengin makan indomie…hehehe. Kebetulan mbak Yudhiati bawa indomie dari tanah air, jadilah saya menikmati enaknya rasanya Indomie.

Setelah makan siang, mulai beberes koper,  koper untuk bagasi harus disiapkan di depan kamar,  besok pagi jam 7.30 waktu Madinah. Ternyata membereskan koper menjadi hal yang berat apalagi barang bawaan nya telah beranak pinak. Terpaksa kembali ke Bin Dawood untuk membeli tas tambahan, membeli lak ban agar air zam-zam yang dibawa tidak bocor, serta berdoa agar kurma yang disimpan di kulkas masih bertahan warnanya.

Payung-payung di halaman masjid Nabawi.

Akhirnya koper untuk bagasi beres, sekarang mesti ngecek beratnya. WA grup sibuk dengan informasi siapa yang punya timbangan dan apa boleh pinjam. Mbak Yudhiati dan bu Aty pergi ke kamar lain untuk pinjam timbangan, ternyata timbangannya jebol saat untuk menimbang koper…waduhh jangan-jangan isinya terlalu berat. Kami mendengar pintu kamar diketuk…ternyata Ustadz Khudori yang selama ini menetap di Mekah. Dia mengangkat satu persatu koper, mengatakan bahwa semuanya masih di bawah 30 kg…ya sudah kita percaya pada timbangan Khudori.

Menjelang sholat Magrib di halaman masjid Nabawi.

Malam ini saya sholat Magrib dan Isya yang terakhir di masjid Nabawi, hati terharu dan sedih untuk meninggalkan kota ini beserta kenangannya. Semoga saya bisa menabung, dan usia saya memungkinkan untuk kembali lagi ke sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: